<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title></title>
	<link>http://rhisy.blogsome.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 09:03:46 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>Migrasi: Untuk Sebuah Cita</title>
		<link>http://rhisy.blogsome.com/2009/03/20/migrasi-untuk-sebuah-cita/</link>
		<comments>http://rhisy.blogsome.com/2009/03/20/migrasi-untuk-sebuah-cita/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 07:17:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>REALITAS</category>
		<guid>http://rhisy.blogsome.com/2009/03/20/migrasi-untuk-sebuah-cita/</guid>
		<description><![CDATA[	Assalamu&#8217;alaikum ww.
	Alhamdulillah, sholatu wassalamu &#8216;ala sayyidina muhammad, &#8216;abduhu warasuluhu, lanabiya ba&#8217;dah. Segala puji hanyalah milik Allah rabbul&#8217;alamin, sholawat dan keselamatan semoga senantiasa tercurah bagi hamba-Nya yang mulia, Rasulullah Muhammad saw.
	Pengunjung yang berbahagia, blog-site http://rhisy.blogsome.com telah bersama Anda sekalian hampir 3 tahun lamanya. Banyak hal yang telah menjadi diskusi kita bersama. Memang belum bernilai apa-apa, namun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Assalamu&#8217;alaikum ww.</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc"><em>Alhamdulillah, sholatu wassalamu &#8216;ala sayyidina muhammad, &#8216;abduhu warasuluhu, lanabiya ba&#8217;dah</em>. Segala puji hanyalah milik Allah <em>rabbul&#8217;alamin</em>, sholawat dan keselamatan semoga senantiasa tercurah bagi hamba-Nya yang mulia, Rasulullah Muhammad saw.</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Pengunjung yang berbahagia, blog-site http://rhisy.blogsome.com telah bersama Anda sekalian hampir 3 tahun lamanya. Banyak hal yang telah menjadi diskusi kita bersama. Memang belum bernilai apa-apa, namun paling tidak blog ini menjadi sisi lain dari banyak hal yang terjadi di tengah-tengah kancah nasional kita. Masih banyak kekurangan, dan masih jauh dari sesuai harapan.<br />  </font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Seiring perjalanan waktu, tantangan zaman kita sadari semakin pelik. Hingga mengusung kebenaran bak menggenggam bara api yang semakin membakar. Banyak aral kian menghadang, banyak rintangan kian menjerat. Lawan-lawan politik yang semakin gelap mata dan bertindak dengan jurus mabuknya, tangan-tangan media yang sesat dan menyesatkan seperti SCTV ketika memberitakan anggota DPRD PKS di Jambi, serta kedengkian dari politisi busuk seperti politisi PAN, Hadi Djamal, yang tetap tersenyum tanpa malu meski sudah tertangkap tangan oleh KPK sambil berulah memfitnah Rama Pratama.<br /> <a id="more-109"></a>  </font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Tantangan tak hanya datang dari mereka yang awam dengan kebaikan, namun datang pula dari kelompok-kelompok yang gemar memaksakan &#8216;kebenaran&#8217; versi kacamata kuda mereka. Siapa lagi kalau bukan HTI? Bahkan jenis kelompok inilah yang paling sibuk melontarkan fitnah, cibiran, bualan dan merasa paling benar sendiri. Tak heran, buletin pekanannya acapkali mengangkat propaganda untuk mendiskreditkan. Kelompok ini makin besar kepala ketika muncul kelompok sejenis, FKP &amp; PKS Watch-nya, yang menjadi referensi dan kuda tunggangan kepentingan-kepentingan jahat. Para korban operasi intelijen yang entah mereka sadari ataupun tidak.</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Oleh karena itu, ke depan situs ini kemungkinan besar akan lebih konsen dalam menyikapi berbagai hal sebagaimana diulas diatas. Berupaya memberikan jawaban-jawaban atas kedzaliman kelompok-kelompok yang dzalim. Situs ini tetap situs pribadi, sehingga apapun yang tertuang didalamnya adalah murni pendapat pribadi dan tidak merepresentasikan pendapat dan sikap organisasi manapun. Kepada para pengunjung yang selama ini mencari wacana-wacana lain seperti &#8216;ulasan sejarah&#8217; ataupun &#8216;artikel-artikel spiritual&#8217; disitus ini, mudah-mudahan pada masa berikutnya akan bisa dipenuhi dalam situs yang baru.<br />  </font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Seiring dengan perubahan misi ke depannya, maka alamat situs ini juga akan bermigrasi alamat (meskipun masih bisa di searching dengan menggunakan alamat lama). Dan diharapkan para pengunjung juga memasuki situs ini dengan menggunakan alamatnya yang baru yaitu&#8230;<strong>www.inilangkahku.co.cc</strong>.&nbsp;</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Semoga berkenan.</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Wassalamu&#8217;alaikum ww,</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">&nbsp;</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc"><strong><u>risyanto aris</u></strong><br />  Situs Owner&nbsp;</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rhisy.blogsome.com/2009/03/20/migrasi-untuk-sebuah-cita/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>We will not go down</title>
		<link>http://rhisy.blogsome.com/2009/01/24/we-will-not-go-down/</link>
		<comments>http://rhisy.blogsome.com/2009/01/24/we-will-not-go-down/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 02:14:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>SUDUT PALESTINA</category>
		<guid>http://rhisy.blogsome.com/2009/01/24/we-will-not-go-down/</guid>
		<description><![CDATA[	WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)               Composed by Michael Heart Copyright 2009 
	              A blinding flash of white light        [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><font color="#ffffcc"><strong>WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)</strong> <br />              Composed by Michael Heart Copyright 2009 </p>
	<p>              A blinding flash of white light <br />              Lit up the sky over Gaza tonight <br />              People running for cover <br />              Not knowing whether they&rsquo;re dead or alive </p>
	<p>              They came with their tanks and their planes <br />              With ravaging fiery flames <br />              And nothing remains <br />              Just a voice rising up in the smoky haze <br /> <a id="more-108"></a>              <br />              We will not go down <br />              In the night, without a fight <br />              You can burn up our mosques and our homes and our schools <br />              But our spirit will never die <br />              We will not go down <br />              In Gaza tonight </p>
	<p>              Women and children alike <br />              Murdered and massacred night after night <br />              While the so-called leaders of countries afar <br />              Debated on who&rsquo;s wrong or right </p>
	<p>              But their powerless words were in vain <br />              And the bombs fell down like acid rain <br />              But through the tears and the blood and the pain <br />              You can still hear that voice through the smoky haze </p>
	<p>              We will not go down <br />              In the night, without a fight <br />              You can burn up our mosques and our homes and our schools <br />              But our spirit will never die <br />              We will not go down <br />              In Gaza tonight </font></p>
	<p><font color="#ffffcc">&nbsp;</font></p>
	<p><font color="#ffffcc">Download MP3 GRATIS dari situs <a title="Support Gaza Strugle!" target="_self" href="http://michaelheart.com/Song_for_Gaza.html">Michael Heart</a>. <br /> </font></p>
 <font color="#ffffcc" />
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rhisy.blogsome.com/2009/01/24/we-will-not-go-down/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Obama, Harapan atau Petaka? (1)</title>
		<link>http://rhisy.blogsome.com/2009/01/20/obama-harapan-atau-petaka/</link>
		<comments>http://rhisy.blogsome.com/2009/01/20/obama-harapan-atau-petaka/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 05:17:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>OPINI NASIONAL</category>
		<guid>http://rhisy.blogsome.com/2009/01/20/obama-harapan-atau-petaka/</guid>
		<description><![CDATA[	OBAMA, HARAPAN ATAU MALAPETAKA??? (bagian 1)  
	&nbsp;   &quot;CHANGE, WE BELIEVE IT&#8230;&quot;&nbsp;
	Demikian jargon yang ditawarkan Senator Barack Obama ketika masa kampanye pemilu presiden AS beberapa bulan lalu. Dan hari ini, 20 Januari 2009, Barack Obama bakal dilantik sebagai Presiden AS ke-44, sekaligus sebagai presiden AS pertama dari kulit hitam. 
	Sebagaimana diketahui bersama, jargonnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="justify"><font color="#ffffcc"><strong>OBAMA, HARAPAN ATAU MALAPETAKA??? (bagian 1)<br />  </strong></font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">&nbsp;<br />   &quot;CHANGE, WE BELIEVE IT&#8230;&quot;&nbsp;</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Demikian jargon yang ditawarkan Senator Barack Obama ketika masa kampanye pemilu presiden AS beberapa bulan lalu. Dan hari ini, 20 Januari 2009, Barack Obama bakal dilantik sebagai Presiden AS ke-44, sekaligus sebagai presiden AS pertama dari kulit hitam. </font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Sebagaimana diketahui bersama, jargonnya yang sederhana namun mendalam itu mampu membius mayoritas rakyat Amerika yang dibuktikan dengan perolehan suara Obama jauh meninggalkan suara McCain, rivalnya, pada USA Election 4 November 2008 silam. Daya pikat Obama bahkan mampu melampaui batas-batas teritorial negeri Uncle Sam itu. Dari Kenya di Afrika, sampai ke Jakarta di Indonesia semuanya &#8216;demam&#8217; perubahan yang ditawarkan Barack Obama.</font>&nbsp;</p>
<a id="more-107"></a><br />
<p align="justify"><font color="#ffffcc">Demam Obama dan kemenangannya memang sangat wajar. Mengingat bersamaan dengan pencalonan dirinya menuju kursi AS-1, terdapat berbagai hal dan peristiwa penting dan strategis di dunia yang terkait erat dengan Amerika Serikat;</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc"><strong>Pertama, Soal Diskriminasi Ras</strong><br />  </font>  </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Meskipun AS meproklamirkan diri sebagai negara paling demokratis di seluruh dunia, pada hakikatnya dunia pun mengetahui dengan jelas bahwa sejatinya bangsa Amerika adalah negara dan bangsa yang sangat diskriminatif dan rasialis. Diskriminasi ras antara kulit putih dan berwarna (hitam) telah berabad-abad lamanya terjadi di negara mr. Bush. Ras Negro adalah bulan-bulanan kebijakan diskriminasi yang diterapkan pemerintah AS. Karenanya penduduk miskin dan termarjinalkan di negara adidaya tersebut didominasi oleh warga kulit hitam. Fakta sejarah rasisme di Amerika juga bukan hal yang dapat diremehkan.Thomas Shapiro, profesor hukum dan kebijakan sosial di Brandeis University, mengatakan &quot;kesenjangan rasial adalah sebuah warisan sejarah AS&quot;. </font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc"><span class="body">Sistem segregasi, atau pemisahan ras, sering ditegakkan dengan kekerasan. </span><span class="body">Situs www.bbc.co.uk melansir bahwa ribuan warga kulit hitam Amerika telah tewas akibat lynching dari tahun 1880-an sampai 1960-an.</span> <span class="body">Lynching adalah penganiayaan, penggantungan, penembakan atau penikaman oleh massa, dimana pelaku kejahatan-kejahatan seperti ini tidak dihukum. Pelaku kejahatan lynching adalah para ekstrimis kulit putih yang sangat tidak menginginkan kehadiran warga kulit hitam dalam kehidupan masyarakat AS.</span></font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Biro Sensus AS di Washington (14/11/08), menyebutkan bahwa pendapatan rumah tangga warga kulit putih dua pertiga lebih besar dari rumah tangga kulit hitam. Kesenjangan rasial soal kepemilikan rumah di AS malah mencapai 25 persen dalam 25 tahun terakhir. Tingkat kepemilikan rumah oleh warga kulit putih meningkat di antara keluarga kelas menengah di AS sejak Perang Dunia II. Hal itu disebabkan akses terhadap kredit perumahan dan program pemerintah lebih mudah didapat warga kulit putih. Sementara bagi keluarga kulit hitam masih sulit menjangkaunya karena adanya diskriminasi. </font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Bahkan dalam hal pendidikan juga ditemukan fakta diskriminasi. <span class="body">Hingga tahun 1965-an, beberapa negara bagian tetap tidak memberikan kepada warga kulit hitam akses ke tempat umum, warga kulit hitam mendapat pendidikan di sekolah-sekolah yang kurang baik, dan sangat sulit bagi mereka untuk memberikan suara dalam pemilihan. Saat ini, disrkiminasi tersebut masih tetap ada, terbukti dengan ditemukannya fakta bahwa </span>remaja kulit putih yang meraih gelar sarjana lebih besar daripada warga yang berasal dari kulit hitam (caninews.com).</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc"><strong>Kedua, Badai Krisis Ekonomi AS</strong></font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Awal tahun 2009 lalu, AS diterpa badai krisis yang dahsyat. Perusahaan pembiayaan raksasa Lehman Brothers tumbang menandai awal krisis ekonomi tersebut. Lehman Brothers hanyalah satu diantara sekian perusahaan-perusahaan raksasa Amerika yang telah bertumbangan sejak medio tahun 2007.&nbsp; </font></p>
	<div align="justify">  </div>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Krisis ini berawal dari macetnya kredit perumahan di Amerika akibat para pemilik rumah &#8216;KPR&#8217; tidak lagi mampu membayar cicilan kredit. Bank-bank yang melayani jasa berupa pemberian kredit, penjaminan kredit, dan asuransi kredit perumahan subprime mortgag, akhirnya kelabakan, bahkan sejumlah bank terkemuka Amerika mengumumkan angka kerugian. Akibatnya, terjadilah apa yang disebut &#8216;classic bank run&#8217;, yaitu kepanikan nasabah yang diikuti dengan penarikan deposito atau simpanannya sehingga menimbulkan kemacetan likuiditas bank.</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Akibat kemacetan likuiditas bank-bank tersebut, Lehman Brothers Holding sebagai lembaga keuangan global yang bergerak di bidang bank investasi, perdagangan saham dan obligasi, riset pasar, manajemen investasi, ekuitas pribadi, dan layanan perbankan personal, mengalamai hantaman finansial yang luar biasa hebat. Apalagi Lehman Brothers adalah pialang utama dalam pasar sekuritas perbendaharaan negara Amerika Serikat. Runtuhnya perusahaan raksasa keuangan ini merontokkan basis finansial AS.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Pada klimaksnya, krisis ini menyebabkan turunnya harga rumahsampai 16%, angka pengangguran meningkat bersama dengan meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK), penjualan bisnis properti macet, yang pada gilirannya mengakibatkan krisis massif dan meluas di negara adidaya tersebut. Bahkan danpaknya telah sampai ke berbagai negara.</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc"><strong><font>Ketiga, adalah persoalan perang Afganistan dan </font></strong><strong><font>Irak<br />   </font></strong></font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Bush telah menebar teror dan ketakutan luar biasa kepada masyarakat di dunia Islam. Perang atas nama terorisme 1 bulan pasca peristiwa 11 September 2001 telah merenggut nyawa ratusan ribu umat Islam. Afganistan adalah tumbal pertama semenjak Bush Junior memegang tampuk kepemimpinan AS. Sebanyak 4.000 nyawa yang dikabarkan menjadi korban aksi dramatis runtuhnya Menara Kembar WTC di Washington DC, digunakan &#8216;kuda tunggangan&#8217; mr. Bush untuk membantai rakyat Afganistan. Padahal hingga detik ini dalang dibalik tragedi 9/11 masih gelap.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Seolah menjadi pihak yang paling berhak melakukan balas dendam, Bush membawa sentimen negatif Barat kepada umat Islam dengan menebarkan ajakan perang dan teror. Rakyat Amerika yang baru saja dirundung duka atas hilangnya keluarga-keluarga mereka menyambut seruan Bush untuk memerangi kaum muslimin. Mereka pun membagi &#8216;tugas&#8217;, Bush dan pasukan militernya membombardir negara kaya minyak Afganistan dengan alasan memburu Osama bin Laden yang dituding sebagai dalang tragedi 9/11. Sedangkan rakyatnya membakar masjid dan rumah-rumah, mengucilkan, menganiaya keluarga-keluarga muslim, bahkan membunuh orang-orang Islam di negerinya sendiri. Sementara birokrasi pemerintahannya secara sistemik berupaya mengisolasir, mencekal, dan mengucilkan ruang gerak umat Islam, meskipun mereka adalah berkewarganegaraan AS.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Negeri Afganistan hingga kini semakin terpuruk sejak agresi AS Oktober 2001 itu. Stabilitas negerinya kacau balau dan rakyatnya semakin miskin dan menderita. Di sisi yang lain militer Amerika belum berniat hengkang dari negeri para mullah itu. Dan setelah miliaran dollar kas negara mengucur untuk membiayai lawatan perang George &#8216;WAR&#8217; Bush ini, Osama bin Laden yang menjadi alasan dasar AS memerangi Afganistan belum pula berhasil ditangkap. Padahal kerugian nyawa, material dan immaterial rakyat Afganistan sudah demikian besar.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Lebih menyakitkan lagi, peristiwa 9/11 disinyalir adalah rekayasa kotor antara kepentingan barbar Bush beserta kroninya berkolaborasi dengan jaringan Zionis Yahudi internasional. Beberapa fakta dilapangan memperkuat indikasi ini, dimana pada hari naas peristiwa 9/11, ribuan pekerja Yahudi yang setiap harinya ngantor di WTC 100% absen alias tidak masuk kerja. Sebuah keanehan yang sistematis.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Analisis lain yang memperkuat dugaan tersebut adalah teknik kelompok teroris yang menabrakkan pesawatnya tepat dititik hancur yang dahsyat. Sebuah titik ledak yang mampu meruntuhkan bangunan kekar pancakar langit itu. Dan bukan karena kebetulan, menara kembar itupun rata dengan tanah hanya dalam hitungan menit. Kemampuan analisis langka yang hanya mampu dilakukan oleh agen terlatih seperti Mossad. Kecurigaan berikutnya adalah soal tayangnya adegan dramatis 9/11 secara live jaringan TV internasional. Sehingga dengan jelas, detik per detik semenjak pesawat terbang mengarah ke WTC hingga ledakan dan keruntuhan menara kembar tersebut. Sudut pengambilan gambar yang demikian tepat memunculkan kecurigaan bahwa peristiwa itu bukan hanya soal pembajakan pesawat oleh &#8216;teroris&#8217; amatir, namun peristiwa tersebut sudah diskenariokan dengan matang di atas kertas oleh kolaborasi jahat yang hendak mendiskreditkan kaum muslimin dengan cara sangat kotor. Wajar jika Zionis Yahudi dan Bush dituding berada dibalik tragedi ini.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Belum puas dengan kebohongan perang melawan &#8216;terorisme&#8217;nya di Afganistan, berikutnya Amerika meng-ekspansi negara kaya minyak Irak. Dengan alasan memerangi kediktatoran Saddam Husein yang bekerjasama dengan Al-Qaeda dan senjata pemusnah masal Irak, Bush kembali menebarkan perang dan teror di negeri 1001 malam itu.</font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Dengan sangat ambisiusnya Bush The Big Satan memburu Saddam dengan alasan ingin menyelamatkan demokrasi di Irak, membebaskan rakyat Irak dari tangan diktaktor, dan melindungi minoritas (Suku Kurdi) untuk dapat sejajar dengan rakyat Irak lainnya. Alasan konyol Bush ini memang tak perlu membuat kita merasa heran, sebab watak &#8216;monkey king&#8217; ini benar-benar sudah barbar. Betapa memalukannya negara yang mengaku paling demokratis &#8216;bermaksud&#8217; menegakkan demokrasi dengan jalan perang dan pembantaian. Dasar Bush sakit jiwa!<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Irak pun terbakar, Irak membara, Irak bersimbah darah oleh mesiu Amerika dibawah komando Bush. Baghdad, Karbala, Fallujah berubah menjadi kota mati. Dan menjadi saksi bisu kebiadaban yang dilakukan militer AS. Puluhan ribu nyawa dibantai, puluhan masjid dihancurkan dan dilecehkan. Anak-anak kehilangan orang tuanya, orang tua kehilangan anak-anaknya. Seorang suami kehilangan istrinya, dan istri kehilangan suaminya. Bahkan tak sedikit perkampungan- perkampungan yang di-bumi-hangus-kan militer AS terlaknat. Lagi-lagi kaum muslimin menjadi tumbal pemimpin-pemimpin negara yang sakit jiwa. Hingga detik ini, tak kurang 1 juta nyawa rakyat Irak melayang semenjak Agresi AS 20 Maret 2003 silam.</font></p>
	<div align="justify"> 	  </div>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Kebusukan Bush atas perang Irak satu persatu terbongkar. Laporan CIA soal senjata pemusnah massal yang dijadikan sebagai landasan agresi Bush ke Irak terbukti palsu dan bohong. Laporan tersebut dibuat oleh agen CIA Valerie Palmer, untuk menjadi alat pembenaran Bush menyerbu Irak dan agar perang tersebut mendapat dukungan parlemen dan simpati publik AS. Kebohongan tersebut diungkap oleh dua wartawan AS, Judith Miller (The New York Times) dan Matthew Cooper (Time) berdasarkan sumber utama yang sangat kuat, yaitu Karl Rove yang merupakan salah seorang penasehat politik utama Bush. Dengan tuduhan membocorkan rahasia negara, Judith Miller harus rela mendekam di penjara dan Rove pun dipecat dari posisinya.</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Kebohongan berikutnya juga terbongkar. Awal januari 2008, situs <em>Center for Public Integrity</em> melansir temuan <em>Fund for Independence in Journalism</em> yang mengungkapkan bahwa pemerintah AS telah mengeluarkan 935 pernyataan palsu selama dua tahun menjelang dan saat memerangi Irak. Lembaga independen tersebut juga menemukan 532 pidato kebohongan pemerintahan Bush, pengarahan singkat, wawancara dan peristiwa lainnya tentang senjata pemusnah massal Iraq dan hubungan Saddam dengan al Qaida atau kedua-duanya. &ldquo;Pemerintahan Bush telah secara efektif membentuk pendapat umum agar menyetujui kampanye mereka untuk menyerang Iraq dengan alasan-alasan palsu,&rdquo; simpul mereka.</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Orang-orang yang turut bertanggung jawab atas kebohongan tersebut adalah Wakil Presiden Dick Cheney, Penasehat Keamanan Nasional Condoleezza Rice, Menteri Pertahanan Donald H. Rumsfeld, Sekretaris Negara Colin Powel, Wakil Menteri Pertahanan Paul Wolfowitz, serta Juru Bicara Gedung Putih Ari Fleischer dan Scott McClellan.</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Belakangan, McClellan sendiri akhirnya keluar dari Gedung Putih dan membukukan pengalaman pahitnya selama menjadi kaki tangan Bush. Dalam bukunya ia menuliskan, &quot;Perang Iraq merupakan kesalahan strategi besar dan serius. Sejak awal, keputusan Bush itu memang salah. Dia juga tidak memiliki rencana jelas untuk menjalankan perang tersebut dan bagaimana menyelesaikannya&quot;. Bukunya &quot;W<em>hat Happened: Inside the Bush White House and Washington&#8217;s Culture of Deception </em>(Apa yang Terjadi: Di Dalam Gedung Putih (selama pemerintahan) Bush dan Budaya Tipu Muslihat Washington)&quot; semakin menambah deret panjang bukti kebohongan mr. Bush.</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Masih ada lagi, Ron Suskind turut membongkar kebohongan terbaru Amerika terkait perang di Iraq yang dituangkan dalam buku terbarunya &quot;The Way of the World&quot;. Dalam bukunya, disebutkan bahwa Gedung Putih terbukti memalsukan surat Tahir Jalil Al-Habbush, Kepala Badan Intelijen Iraq, yang menyebutkan bahwa rezim Baats Iraq punya hubungan dengan Mohammed Atta, salah seorang penyandera pesawat dalam peristiwa 11 September. Surat palsu tersebut digunakan Bush untuk menjustifikasi agresi ke Irak, bahkan Gedung Putih sengaja menyerahkan surat palsu itu kepada media untuk dicetak.</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Sebuah perang kebohongan yang merenggut lebih dari sejuta nyawa rakyat Irak dan puluhan ribu bangunan rata dengan tanah. Perang kebohongan yang sampai mengantarkan pemimpin Irak, Saddam Husein, harus mati di tiang gantungan, tepat saat &#8216;Idhul Adha 3 tahun lalu, 30 Desember 2006. Sementara aktor agresor pembohong masih berkeliaran dengan bebas dan menikmati kemewahannya.</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc"><strong>Keempat, Kolonialisme Israel di Tanah Palestina</strong>&nbsp;</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Palestina seolah menjadi sentra pembuktian loyalitas ideologi pemimpin-pemimpin negara. Israel sebagai aktor utama kolonialisnme Yahudi di tanah Islam Palestina, membelah dunia manjadi 3 kubu. Kubu pertama adalah kubu yang acuh dan tak peduli dengan penjajahan yang telah terjadi di Palestina sekian puluh tahun, kubu kedua adalah kubu yang care terhadap perjuangan bangsa Palestina, dan kubu ketiga adalah kubu yang secara membabi-buta menyokong penjajah Israel yang telah merampas tanah Palestina dan mengusir penduduknya.</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Selama kepemimpinan Bush, dukungan AS terhadap Israel terlaknat demikian terang-terangan. dari mulai dukungan finansial, politis, opini, sampai dengan dukungan diplomasi dalam forum internasional seperti PBB. Sikap brutal dan sadis yang dipertontonkan Israel kepada dunia sedikitpun tak membuat bergesernya keputusan Bush untuk tidak lagi membantu Israel. Justru semakin menjadi-jadi. Ketika 2006 HAMMAS memenangkan Pemilu Palestina, atas permintaan Israel, AS menggalang opini dan berupaya mempengaruhi negara-negara di dunia untuk mengucilkan dan mengisolasi HAMMAS, padahal HAMMAS telah memenangkan pemilu yang dianggap paling demokratis dan bersih di Palestina.</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Karenanya Bush pun mengamini kampanye blokade Israel terhadap semenjak 2006 lalu. Tak terhitung berapa nyawa melayang akibat kelaparan dan kurangnya obat-obatan. Ditambah kesadisan Israel yang tidak pernah reda menganiaya penduduk Palestina, baik orang tua, wanita, bahkan anak-anak sekalipun. Penembakan rudal yang dilakukan sewaktu-waktu oleh peralatan militer Israel ke wilayah-wilayah Palestina juga telah mengakibatkan penderitaan yang sangat luar biasa. Kerusakan fisik yang sangat parah dan kematian yang tidak sedikit.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Dukungan semena-mena AS terhadap kebiadaban Israel kepada bangsa Palestina sangat memuakkan banyak pihak. Terutama bagi umat Islam diberbagai penjuru dunia. Lebih memuakkan lagi, pengaruh dukungan AS kepada Israel telah &#8216;memaksa&#8217; banyak pemimpin Arab yang lemah ikut-ikutan bersikap seperti AS terhadap Israel. Sementara saudara seimannya sendiri, penduduk dan pejuang Palestina, dibiarkan meregang nyawa dalam kondisi serba sulit dan penuh penderitaan.</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Kemudian terungkap bahwa moyang George &#8216;WAR&#8217; Bush adalah Yahudi tulen yang sangat membenci Islam. Pantas saja jika politik Bush di Timur Tengah sangat merugikan umat Islam. Sebagaimana diungkap oleh Shalom Goldman, seorang Profesor Madya dalam kajian Ibrani dan Timur Tengah University Emory, yang mengatakan bahwa George Washington Bush merupakan moyang dari George Walker Bush. Siapa George Washington Bush? </font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Dalam buku <em>&ldquo;Jerusalem Baru: Kuasa Zionis di Amerika&rdquo; Karya </em>Michael Collins Piper<em>, </em>seorang kolomnis independen Amerika dan salah seorang pengecam gerakan Zionismem, disebutkan bahwa<em> </em>&ldquo;George Washington Bush yang dilahirkan pada 12 Juni 1796 dan meninggal dunia pada 19 September 1859 merupakan seorang profesor dan penulis buku &lsquo;<em>The Life of Muhammad&rsquo;</em><em>, sebuah </em>pertama terbitan Amerika yang menyerang Islam&rdquo;. Ditegaskan bahwa Profesor Bush merupakan pelopor atau perintis lahirnya kelompok Zionis-Kristen Amerika yang sekarang menguasai Gedung Putih dan Pentagon. Dikatakan bahwa &ldquo;Profesor Bush sangat akif mendukung Zionisme di Amerika dan berperan penting di dalam mengirimkan orang-orang Yahudi Diaspora ke Tanah Palestina&quot;</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">* * *&nbsp;</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Keempat hal di atas ini lah yang menurut penulis menjadi faktor mendasar besarnya harapan rakyat Amerika dan warga dunia pada umumnya kepada Barack Obama. Dan kemudian memuluskan langkah kakinya menuju Gedung Putih. Rakyat Amerika sebagian besar telah muak dengan persoalan rasis yang senantiasa bergaung di negara tersebut. Ketimpangan sosial, diskriminasi kesempatan publik, kejahatan dan kriminalitas yang disebabkan oleh hitam dan putihnya orang Amerika yang selama ini terjadi, secara sadar harus &#8217;segera&#8217; diakhiri oleh diri mereka sendiri. Jika tidak, maka issu soal rasisme ini akan menjadi bom waktu yang dapat menghancurkan kebesaran Amerika. Dan kemunculan Obama yang berasal dari kulit hitam menjadi simbol perjuangan mereka merealisasikan harapan tersebut.</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Krisis ekonomi yang melanda Amerika dan mengakibatkan ambruknya perekonomian, tingginya pengangguran, maraknya PHK oleh sistem yang dibangun Presiden dari Republik membuat rakyat Amerika memutuskan &#8216;punishment&#8217;nya. Kehadiran Obama dengan tim ekonominya yang menawarkan perbaikan ekonomi secara menyeluruh, menarik simpati mayoritas rakyat Amerika yang terancam bangkrut dan gonjang-ganjing. Konsep ekonomi yang ditawarkan Obama dianggap lebih menarik dan realistis ketimbang konsep kubu McCain.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Publik Amerika dan masyarakat dunia juga terkejut dan muak dengan kebohongan perang yang telah dilakukan Bush dan punggawanya. Apalagi orang-orang dekat Bush satu-per-satu mengungkap kebohongan, kepalsuan, dan kebusukannya kepada publik soal perang Irak. Karenanya opini global menyambut kehadiran Obama seperti &#8216;pangeran penyelamat&#8217; yang akan membawa dunia kepada kehidupan yang damai saling bedampingan.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Dan sikap yang tidak vulgar Obama terkait soal Israel dan Palestina memunculkan sebagaian harapan bagi dunia, akan sikap adil dan bersahabat Obama kepada negeri-negeri Islam. Sosoknya yang muda dan terkesah bersahabat itu, menyedot rasa harap banyak kalangan bahwa kebijakan politik luar negeri AS akan berubah. Lebih bersahabat dan adil kepada bangsa lain, terutama kepada Timur Tengah.<br />  </font> </p>
	<div align="justify"> </div>
	<div align="justify"><font color="#ffffcc">Hari ini Obama di lantik. Lantas benarkah Barack Obama layak untuk menjadi harapan kita, terutama umat Islam di seluruh dunia, bahwa di tangan seorang Obama, AS akan menjadi sahabat yang baik untuk umat Islam??? Jawabnya&#8230;. BELUM TENTU.<br />  </font></div>
	<p><font color="#ffffcc">&nbsp;</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rhisy.blogsome.com/2009/01/20/obama-harapan-atau-petaka/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Ini Dia Produk AS, Boikot!</title>
		<link>http://rhisy.blogsome.com/2009/01/15/ini-dia-produk-as-boikot/</link>
		<comments>http://rhisy.blogsome.com/2009/01/15/ini-dia-produk-as-boikot/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2009 08:15:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>SUDUT PALESTINA</category>
		<guid>http://rhisy.blogsome.com/2009/01/15/ini-dia-produk-as-boikot/</guid>
		<description><![CDATA[	BERIKUT INI PRODUK-PRODUK AS YANG HARUS DI BOIKOT
	&nbsp;
	&nbsp;
 
  
	Silahkan KLIK gambar untuk mendapatkan size yang lebih besar.  
	&nbsp;
	Save Gaza, Save Palestine, Save Humanity.&nbsp;
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><strong><font color="#ffffcc">BERIKUT INI PRODUK-PRODUK AS YANG HARUS DI BOIKOT</font></strong></p>
	<p>&nbsp;</p>
	<p><a href="http://rhisy.blogsome.com/wp-admin/images/GambarBoikotProdukAS.jpg"><img width="473" height="670" border="0" src="http://rhisy.blogsome.com/wp-admin/images/thumb-GambarBoikotProdukAS.jpg" alt="" title="" /></a>&nbsp;</p>
 <a id="more-105"></a>
<p><font color="#ffffcc"><a href="http://rhisy.blogsome.com/wp-admin/images/DaftarBoikotProdukAS.jpg"><img width="473" height="670" border="0" src="http://rhisy.blogsome.com/wp-admin/images/thumb-DaftarBoikotProdukAS.jpg" alt="" title="" /></a><br />  </font></p>
	<p><font color="#ffffcc">Silahkan KLIK gambar untuk mendapatkan size yang lebih besar.<br />  </font></p>
	<p>&nbsp;</p>
	<p><font color="#ffffcc">Save Gaza, Save Palestine, Save Humanity.&nbsp;</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rhisy.blogsome.com/2009/01/15/ini-dia-produk-as-boikot/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Ayo Boikot Produk AS</title>
		<link>http://rhisy.blogsome.com/2009/01/13/ayo-boikot-produk-as/</link>
		<comments>http://rhisy.blogsome.com/2009/01/13/ayo-boikot-produk-as/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2009 06:51:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>SIYASAH</category>
	<category>SUDUT PALESTINA</category>
		<guid>http://rhisy.blogsome.com/2009/01/13/ayo-boikot-produk-as/</guid>
		<description><![CDATA[	URGENSI BOIKOT PRODUK AMERIKA  Untuk Hentikan Kebrutalan Israel
	
	 Ketika menjelang peperangan Badar, pasukan Rasulullah datang dari arah Timur menuju lembah Badar sebagai lokasi medan pertempuran. Ketika perjalanan sampai pada sumber mata air yang pertama di dapati, Rasulullah memerintahkan kepada pasukan muslimin untuk berhenti dekat sumur Badar tersebut dan membuka perkemahan sebelum esok hari bertempur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="justify"><font color="#ffffcc"><strong>URGENSI BOIKOT PRODUK AMERIKA<br />  Untuk Hentikan Kebrutalan Israel</strong></font></p>
	<p align="justify">
	<p align="justify"><font color="#ffffcc"><br /> Ketika menjelang peperangan Badar, pasukan Rasulullah datang dari arah Timur menuju lembah Badar sebagai lokasi medan pertempuran. Ketika perjalanan sampai pada sumber mata air yang pertama di dapati, Rasulullah memerintahkan kepada pasukan muslimin untuk berhenti dekat sumur Badar tersebut dan membuka perkemahan sebelum esok hari bertempur melawan kafir Quraisy.</font></p>
	<p align="justify">
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Melihat posisi perkemahan yang kurang strategis, salah seorang sahabat, Al-Habab bin al-Munzir bertanya kepada Nabi, &quot;wahai Rasulullah, apakah ini tempat yang Allah wahyukan padamu? Atau ini hanya merupakan strategi dalam perang yang tidak ada turun wahyu tentangnya?&quot; Lalu Rasul menjawab, &quot;Tidak ini merupakan strategi perang&quot;. Maka al-Habab memberikan pendapatnya sembari mengatakan, &quot;saya melihatnya agar kita tidak turun pada tempat itu, tetapi baiknya kita turun pada sumur air yang paling dekat dengan pasukan Quraisy. Kita bisa minum dan mengambil air di sana. Kemudian kita timbun sumur-sumur yang lainnya dengan pasir sampai orang-orang kafir itu tidak bisa menggunakannya.&quot;</font></p>
 <a id="more-103"></a><br />
<p align="justify"></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Usulan cerdas ini diterima Rasulullah dan pasukan muslimin. Mereka pun terus bergerak melanjutkan perjalanan sampai melampaui sumur Badar terakhir yang paling dekat dengan kemah pasukan kafir Quraisy. Ketika perang hendak berkecamuk, kaum kuffar mondar-mandir kewalahan mencari air. Usulan al-Habab yang selintas sederhana ini akhirnya menjadi salah satu sebab porak-porandanya mental dan kesiapan barisan musuh. Hingga kemenangan atas izin Allah berada di tangan pasukan muslimin.</font></p>
	<p align="justify">
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Sepenggal kisah diatas adalah sebuah contoh tindakan blokade atau boikot yang pernah dilakukan kaum muslimin. Pasukan kafir Quraisy yang berjumlah 3 kali lipat lebih banyak, dengan kemegahan peralatan perang serta berlimpahnya bahan makanan akhirnya dapat ditumbangkan pasukan muslimin yang berbekal perlengkapan seadanya. Kisah ini menjadi satu pesan bahwa dalam situasi perang, maka segala potensi yang memungkinkan untuk memperlemah pasukan musuh harus dilakukan.</font></p>
	<p align="justify">
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Oleh karena itu, hendaknya kaum muslimin dan umat manusia diseluruh dunia menentukan sikap dan tindakan yang nyata sebagai wujud perlawanan terhadap brutalisme penjajah Israel atas kaum muslimin di Gaza, Palestina. Ketika Resolusi Dewan Keamanan PBB sedikitpun tak berarti dimata Israel, ketika kecaman dan kutukan tak mampu menampar rasa kemanusiaan Yahudi, ketika Liga Arab dan OKI tak mampu berbuat banyak, ketika para penguasa Arab yang kaya raya juga diam tak bergerak, maka setiap kita bisa melakukan tindakan untuk membela mereka yang sedang di bantai Israel agresor. Caranya adalah dengan BOIKOT, sebagaimana Rasulullah mencontohkan &#8216;boikot&#8217; terhadap kafir Quraisy. </font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Konteks pengertiannya memang sedikit berbeda antara &#8216;boikot&#8217; pasukan kaum muslim pada masa perang Badar dengan pengertian boikot pada hari ini. Akan tetapi, substansi dari kedua tindakan tersebut adalahk sejalan, yaitu untuk menghalangi pasukan musuh mendapatkan suplai energi dalam melakukan penjajahan dan pembantaian. Apalagi dalam pertempuran yang sangat-sangat tak berimbang antara Israel dan pejuang HAMAS. Pejuang Palestina hanya bermodalkan rudal-rudal rakitan berhulu ledak minor, sementara pasukan Israel terlaknat menggunakan senjata kimia dan perlengkapan perang modern yang mampu membunuh secara massal dalam sekejap.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc"><strong>Apa itu Boikot?</strong></font></p>
	<p align="justify">
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Secara bahasa, boikot adalah tindakan untuk tidak menggunakan, membeli, atau berurusan dengan seseorang atau suatu organisasi sebagai wujud protes atau sebagai suatu bentuk pemaksaan. Kata ini berasal dari serapan bahasa Inggris boycott yang mulai digunakan sejak &quot;Perang Tanah&quot; di Irlandia pada sekitar 1880 dan berasal dari nama Charles Boycott, seorang agen lahan (estate agent) untuk tuan tanah Earl Erne (www.id.wikipedia.org). </font></p>
	<p align="justify">
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Dunia, dan hampir semua umat manusia di dunia ini mengetahui bahwa pemerintah Amerika adalah sekutu sejati Zionis Israel. Tak heran jika ditengah-tengah kecaman dan kutukan seluruh pemimpin dunia atas kebrutalan Israel membombardir Gaza, tanpa malu Bush junior melontarkan tuduhan bahwa HAMAS sebagai biang peperangan di Palestina. Aneh memang. Tentu selaras dengan telah terungkapnya trah uncle presiden tersebut, bahwa kakek moyang mr. Bush memang Yahudi tulen.</font></p>
	<p align="justify">
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Apapun yang dilakukan Israel pasti akan didukung Amerika secara membabi buta, bahkan dalam forum &#8216;terhormat&#8217; Dewan Keamanan PBB. Lewat Mrs. Black, Condoliza Rice, Amerika pun memilih abstain (biasanya mem-veto) dalam peneluran resolusi DK PBB soal Gaza. Ternyata hitamnya kulit menlu AS itu tak membuat luntur kebengisan Amerika kepada dunia Islam. Karena itu, apa yang dapat diharapkan dari <em>the first of colour-skin of American President mr. Barack Obama</em>?? <em>Change???</em> <em>We can&#8217;t believe him.</em></font> Jangan terlalu banyak berharap dahulu kepada bekas anak Menteng itu. Perlu bukti konkrit untuk bersahabat dengan mr. Obama. Bukti persahabatannya dengan dunia Islam.</p>
	<p align="justify">
	<p align="justify"><font color="#ffffcc"><strong>Mengapa Boikot Produk AS?</strong><br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Sebagian pihak masih bertanya-tanya, kenapa yang berbuat brutal Israel, tetapi yang di boikot produk AS? Apa tidak salah alamat?<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Pertanyaan diatas sangat bisa dimaklumi, terutama kepada masyarakat awam yang selama ini kurang atau bahkan sama sekali tidak mendalami perkembangan informasi gerakan Zending yang sudah mengurat syaraf diberbagai penjuru dunia. Mereka hanya dapat melihat bahwa Yahudi adalah di Israel saja, tetapi belum mapu melihat bahwa jaringan Zionis Yahudi telah menguasai berbagai sektor kehidupan internasional.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Baik dari ekonomi kapitalis dunia, jaringan informasi dan komunikasi diberbagai negara, siaran media internasional, industri film-film Hollywood, sampai dengan industri-industri diberbagai sektor kehidupan. Mulai dari industri makanan seperti A&amp;W, Mc Donald, Pizza Hut, KFC, Starbukcs, sampai dengan industri pakaian dan sepatu seperti Nike. Mulai dari rokok Marlboro sampai dengan minuman ringan Coca-cola dan Sprite serta turunannya. Mulai dari produk-produk General Electric, sampai produk-produk mobil seperti Ford dan Chevrolet. Semua induk perusahaan tersebut adalah milik pemodal-pemodal Yahudi internasional.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Badan Intelijen Amerika, CIA, mengungkapkan bahwa pabrik rokok terbesar di Amerika, Philip Morris, menyumbangkan 12% keuntungan bersihnya kepada Israel. Data yang diungkap adalah bahwa perokok di seluruh dunia berjumlah sekitar 1.15 miliyar jiwa, 400 juta diantaranya adalah kalangan muslim. Jumlah yang sangat fantastis.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Bahkan produk-produk susu dan perlengkapan bayi buatan Johnson &amp; Johnson, Huggies, Nestle dan Danone juga turut andil besar dalam menyumbang peluru dan rudal Israel untuk membunuh bocah-bocah Palestina yang lapar dan menderita. Produk sampho seperti Pantene dan Head &amp; Shoulder juga pada kategori yang sama, termasuk dengan L&#8217;OREAL dan Avon.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Pada perayaan ulang tahun 50-tahun negara Israel, Benyamin Netanyahu menganugerahkan Jubilee Awards, anugerah negara tertinggi, kepada para pengusaha yang banyak berjasa kepada penguatan perekonomian Israel. Para pengusaha internasional itu adalah;<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">1.Harry Stonecipher (Boeing)<br />  2.Dr. Ferdinand Piech (Volkswagen AG-Jerman)<br />  3.Sir Richard Greenbury (Marks &amp; Spencer-Inggris)<br />  4.Nicholas Frank Oppenheimer (De Beers Consolidated Mines Ltd)<br />  5.Peter Brabeck-Letmathe (Nestle S.A.-USA)<br />  6.Franck Riboud (Danone-USA)<br />  7.Richard H. Brown Esq (Cable &amp; Wireless)<br />  8.Christopher C. Galvin (Motorola Inc.-USA)<br />  9.Ted Leonsis (AOL studios-USA)<br />  10.Dr. Heinrich Von Pierer (Siemens-Jerman)<br />  11.Pascal Castres (St Martin L&#8217;Oreal-USA)<br />  12.Roger S. Fine (Johnson &amp; Johnson-USA<br />  13.Lucien Nessim (Sara Lee-USA)<br />  14.Robert P. Van der Merwe(Kimberley-Clarke Eropa)<br />  </font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Nampak jelas sekalai bagaimana kuatnya zionisme mencengkeram ekonomi dunia. Bahkan tak hanya itu, Yahudi juga telah menjerat sistem politik di negeri Paman Sam. Sebuah cengkeraman yang sangat-sangat kuat sampai 20% bantuan luar negeri AS digelontorkan secara gratis tiap tahunnya ke Israel. Tak kurang US$ 2.04 miliar dan US$ 730 juta dikucurkan Amerika untuk Israel dalam rangka bantuan militer dan keuangan tahun 2002. Tahun 2008 silam tentu lebih besar. Tak heran, mengingat lebih dari 30% anggota Kongress Amerika berdarah Yahudi. Sebagaimana mr. Bush sang pemimpin terorisme dunia juga memiliki aliran darah Yahudi. Belum lagi berulangnya hak veto yang selalu dijatuhkan AS di forum PBB untuk &#8216;melindung&#8217; Israel dari &#8216;gelitikan&#8217; DK PBB. Adalah pemandangan yang selalu pertontonkan Amerika secara memuakkan.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Bukti-bukti diatas adalah sangat nyata dan beralasan bahwa umat manusia di seluruh dunia harus memboikot Amerika. Agar Amerika mengalamai badai krisis kedua yang jauh lebih dahsyat ketimbang krisis finansial pada 2008 lalu yang hanya diakibatkan runtuhnya Lehman Brothers. Sehingga Amerika mengalami kebangkrutan diberbagai lini ekonomi dan kemudian tak lagi mampu mendanai Israel yang saja secara sadis membantai bangsa Palestina.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Setiap rupiah yang kita belanjakan dengan membeli produk-produk ber-merk industri Amerika, maka setiap persennya pasti mengalir ke kantung-kantung pengusaha Yahudi di Amerika. Penerimaan kas pemerintah akan tersuntik, dan pengusaha Yahudi semakin kaya. Akibatnya setiap tahun mereka kemudian &#8216;berderma&#8217; miliaran dollar kepada Israel yang sadis, brutal, dan gemar membunuh.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc"><strong>Siapa Bilang Boikot Tak Efektif?</strong></font></p>
	<p align="justify">
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Banyak kalangan meragukan bahwa tekanan dari sisi ekonomi dapat memberikan kerugian signifikan kepada bangsa penjajah Yahudi hingga akhirnya mereka mau menghentikan genosida di Gaza dan Palestina. Mereka menilai bahwa aksi boikot tidak memiliki korelasi yang jelas terhadap upaya pembelaan rakyat Gaza yang telah terbunuh hampir seribuan nyawa. Bahkan menurut mereka, dampaknya dapat merugikan bangsa Indonesia sendiri.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Situs <a href="http://www.ikadi.org/">www.ikadi.org</a> menurunkan sebuah ulasan menarik tentang dampak aksi boikot yang dilakukan umat Islam di negara-negara Arab. Industri Amerika di negera-negara Arab merosot tajam hingga mengakibatkan nilai kerugian hingga sebesar 40% dalam 2 bulan terakhir. Laporan tersebut dikeluarkan oleh Dewan Nasional Amerika untuk Hubungan AS-Arab. Dsebutkan bahwa penjualan barang-barang seperti mobil, minuman, dan makanan di kawasan Teluk telah menurun sampai 40% karena kampanye boikot tersebut. Jaringan restoran Mc Donald dan KFC adalah yang paling parah dihempas aksi boikot. Sampai John Anthony, ketua dewan tersebut menyatakan bahwa masa depan kepentingan Amerika di negara-negara Arab semakin mengkhawatirkan.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Tidak hanya di negara Arab. Sebagaimana dilansir www.ikadi.org, terdapat banyak LSM internasional yang menjadi sponsor gerakan boikot besar-besaran ini. Di antaranya adalah Pita Hijau (Green Ribbon) dan Komisi Hak-hak Azasi Manusia Islam (Islamic Human Rights Commission), Islamic Party of Britain, Forum Hak-hak Azasi Muslim Internasional (International Muslim Rights Forum: IMRF) yang bermarkas di Teluk. Lembaga yang terakhir ini telah melancarkan sebuah kampanye boikot besar-besaran pada produk-produk Amerika terkenal.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Produk-produk itu adalah maskapai penerbangan TWA yang kini sudah bangkrut dan tutup akibat boikot. Pakaian jeans Levi&#8217;s dan Wrangler, industri perbankan Citibank, minuman ringan Coca Cola, Sprite, Fanta, Maxwell House Coffee, serta produk-produk kebutuhan bayi Pampers. Mobil-mobil buatan GM, Ford, DaimlerChrysler, peralatan kosmetik Revlon, Estee Lauder. Kartu telepon internasional AT&amp;T, rokok Marlboro, produk pembersih Ariel serta produk telepon genggam yang masih laris di tanah air kita, Nokia.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Di dalam negeri angin seruan boikot pun berhembus di seantero nusantara. Atas serangan membabi buta yang dilancarkan agresor Israel kepada rakyat Gaza telah mendorong MUI untuk mengeluarkan sikap tegas, yaitu menyerukan boikot atas semua produk Amerika. Ia mengatakan, &ldquo;Boikot produk Amerika saya rasa adalah salah satu pelajaran keras untuk AS atas standar ganda yang diterapkannya. Israel itu sangat patuh pada AS, tapi sampai sekarang AS diam dan membisu, sementara ratusan rakyat Palestina yang tidak berdosa terus berjatuhan menjadi korban serangan Israel yang membabi buta,&rdquo;<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Boikot yang Efektif<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Lantas bagaimana agar aksi boikot dapat berjalan dengan efektif dan berdampak? Laporan yang disusun oleh John Anthony, ketua Dewan Nasional Amerika untuk Hubungan AS-Arab, mengatakan bahwa kampanye tersebut berhasil karena ceramah-ceramah agama dan berbagai organisasi mahasiswa telah menyebarluaskan daftar produk-produk Amerika baik di mimbar-mimbar, di kampus, di sekolah-sekolah, internet, dan SMS.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Selain itu, agar boikot semakin cepat terlihat dampaknya, maka harus dilakukan secara serempak dan tak kenal lelah. Memang harus melampaui waktu yang cukup lama, namun akibat yang ditimbulkan sangat strategis. Apalagi jika negara-negara Timur Tengah mengambil bagian yang paling vital, jikalau saja mereka berani men-STOP minyak-minyak mereka ke Amerika. Maka kebangkrutan Amerika dan Israel akan semakin cepat. Dan bangsa Palestina memiliki kesempatan untuk merdeka dan membangun. So, tunggu apa lagi? </font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Mulai sekarang juga BOIKOT seluruh produk AS. Tempel seruannya di masjid-masjid, tempat-tempat umum, kampanyekan di titik-titik perbelanjaan, agar Amerika kembali diterpa badai krisis dan bangkrut.</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rhisy.blogsome.com/2009/01/13/ayo-boikot-produk-as/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>10 Hari Bersama GAZA</title>
		<link>http://rhisy.blogsome.com/2009/01/07/102/</link>
		<comments>http://rhisy.blogsome.com/2009/01/07/102/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 05:21:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>SUDUT PALESTINA</category>
		<guid>http://rhisy.blogsome.com/2009/01/07/102/</guid>
		<description><![CDATA[	10 HARI BERSAMA GAZA
	&nbsp;  Hingga 10 hari terakhir bombardment pesawat-pesawat tempur penjajah Israel atas wilayah Gaza masih terus berlangsuing. Korban nyawa pun terus bergelimpangan. Tidak kurang 650 nyawa warga Palestina di Gaza itu melayang di ujung rudal-rudal Yahudi la&#8217;natullah. Lebih dari 2500 orang luka-luka berat dan ringan. Anak-anak pun tak luput menjadi korban kebiadaban [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="justify"><font color="#ffffcc"><strong>10 HARI BERSAMA GAZA</strong></font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">&nbsp;<br />  </font><font color="#ffffcc">Hingga 10 hari terakhir bombardment pesawat-pesawat tempur penjajah Israel atas wilayah Gaza masih terus berlangsuing. Korban nyawa pun terus bergelimpangan. Tidak kurang 650 nyawa warga Palestina di Gaza itu melayang di ujung rudal-rudal Yahudi la&#8217;natullah. Lebih dari 2500 orang luka-luka berat dan ringan. Anak-anak pun tak luput menjadi korban kebiadaban tentara haus darah Israel. Bahkan sekolah binaan PBB yang semestinya aman dari bidikan Israel, juga runtuh porak-poranda menjadi korban tak berdosa. Sedikitnya 35 nyawa melayang dalam pengeboman gedung sekolah tersebut.</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Diberitakan oleh berbagai media internasional bahwa korban nyawa dari kalangan anak-anak mencapai sekitar 15-30 %. Sebuah ilustrasi bahwa penjahat perang Israel memang nyata melakukan genosida warga Gaza karena telah membunuh tanpa pandang bulu. Belum lagi orang-orang tua dan kaum ibu yang juga tak sedikit menjadi korban kebrutalan Israel.</font></p>
 <a id="more-102"></a><br />
<p align="justify"><font color="#ffffcc">Dunia meradang. Eropa menggelegak. Amerika latin turut memanas. Australia juga di goyang aksi-aksi. Terlebih Asia yang di dalamnya ada Indonesia dan Malaysia. Dunia bangkit mengecam kebrutalan Israel yang dipertontonkan secara congkak dan telanjang. Pemimpin-pemimpin dunia pun turut angkat bicara. Mulai dari presiden RI SBY sampai Sarkozy, presiden Perancis. Dari Amir Mosa sampai Paus Benediktus. Dari masyarakat merdeka sampai ribuan warga Afganistan yang dalam kondisi terjajah pula ingin turut berjuang membantu penduduk Gaza.</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Dan seperti biasa, Israel tak bergeming. Bahkan semakin menjadi-jadi mempertontonkan kepada dunia bahwa seolah apapun yang mereka lakukan tak kan mampu dibendung kekuatan lmanapun di seluruh dunia. Membantai jika mereka ingin membantai, dan berhenti membantai jika mereka memang sedang ingin berhenti. Sekali lagi, Israel bukan merespon kecaman, kutukan, peringatan, protes-protes, serta aksi-aksi protes dengan bijak, mereka justru semakin brutal menghancurkan rumah-rumah penduduk. Nyawa warga Gaza menjadi murah diujung mortir serdadu Israel terlaknat.</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Dan seperti biasa pula, George <em>&#8216;WAR&#8217; </em>Bush, presiden AS si sekutu loyal bangsa kera Yahudi, berbicara ngelantur dan picik. Pernyataan Bush atas tragedi di Gaza justru menyalahkan pihak HAMAS. Seolah HAMAS adalah biang konflik Israel-Palestina. Padahal seluruh dunia berkata sama, Israel lah si <em>barokokok</em> alias biang kerok tragedi kemanusiaan di Palestina. Sejak dulu, sejak dulu. Sejak mereka mengangkangi wilayah Palestina di tahun 1947. Mereka merampas tanah-tanahnya, mengusir warganya, menodai tempat-tempat sucinya, bahkan membantai secara keji bangsa Palestina yang masih tersisa. Memang, pernyataan mr. Bush itu tidak mengejutkan, apalagi mengherankan. Itu sudah barang tentu. Sebab Bush memang pelayan sekaligus juru bicara Yahudi kepada dunia internasional. Kulitnya boleh nashrani, namun darah dan jiwa mr. Bush tak bisa dipungkiri adalah Yahudi ekstrim yang haus darah. Ya, kakek moyang Bush adalah bangsa Yahudi.</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Juga seperti biasa, pemimpin negara petro-dollar tak kelihatan berbuat apa-apa. Pemimpin negara-negara Arab sedikitpun tak tergerak membantu Palestina secara politik. Mereka diam. Mereka lebih takut kepada Amerika dan Yahudi, ketimbang takut kepada Allah SWT. Bahkan Mesir yang memiliki pintu perbatasan dengan Gaza enggan membuka gerbang perbatasan itu sejak hari pertama agresi Israel ke wilayah Gaza. Pemimpin negara Mesir juga melakukan upaya pencegahan Konferensi Darurat Dunia Islam untuk bersikap terhadap tragedi kemanusiaan di Gaza. Entah, apa yang ada dalam benak mereka. Sampai tega membiarkan saudara-saudara seimannya terus bergelimpangan meregang nyawa. Detik demi detik. Tragedi demi tragedi. Sementara mereka masih <em>ongkang-ongkang</em> kaki sampil menikmati kemewahan hidup. Mereka tetap bungkam atas derita Palestina.</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc"><strong>GAZA&#8230;, Kami Bersamamu</strong></font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Ya, sejak puncak kebrutalan Israel yang membumihanguskan Gaza pada 27 Desember 2008 lalu, segenap perhatian masyarakat dunia terus tertuju kepada Palestina. Bersyukur, kali ini media TV nasional secara maksimal menampilkan berita perkembangan situasi di Gaza detik demi detik. Bahkan tak tanggung-tanggung ada yang bekerjasama dengan COMES dan secara intensif menyiarkan secara langsung berita terkini Palestina yang disiarkan TV AlJazira.</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Masyarakat internasionalpun menunjukkan empatinya. Tak pandang etnis dan agama, mereka semua satu kata mengecam Israel dan mendukung perjuangan bangsa Palestina. Demikian pula dengan kami di sini, hampir setiap waktu memikirkan kondisi saudara-saudara muslim di GAZA. Beberapa aksi solidaritas dan galang dana juga sudah dilakukan berkali-kali. Bahkan beberapa agenda aksi sudah terencanakan untuk beberapa hari mendatang. InsyaAllah kami tak pernah lelah, melakukan apapun yang dapat kami lakukan, sekecil apapun. Meski para penguasa negara-negara Arab tetap bungkam seribua bahasa. Sayang, kami bukan siapa-siapa.&nbsp;</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Kami tak pernah bersua denganmu, tapi kami tetap mencintaimu. Kami peduli akan deritamu, kami pun menangis menyaksikan tangis-tangis rakyatmu. Kami juga merogoh kantung-kantung kami yang isinya tak seberapa ini. Untuk tetap menyalakan api harapan di dadamu. Bahwa kalian masih punya saudara seiman seperti kami ini. Dan bahwa kami tetap bersamamu, bersama do&#8217;a tulus kami yang setiap saat menyebut namamu. Gaza&#8230;, semoga engkau diberi ketegaran. <br />  </font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Ya Allah, angkatlah derita saudara kami di GAZA. Dan Hancurkan bangsa Yahudi sampai ke akar dan antek-anteknya!&nbsp;</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rhisy.blogsome.com/2009/01/07/102/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Gaza Meregang Nyawa</title>
		<link>http://rhisy.blogsome.com/2008/12/28/101/</link>
		<comments>http://rhisy.blogsome.com/2008/12/28/101/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 13:45:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>SUDUT PALESTINA</category>
		<guid>http://rhisy.blogsome.com/2008/12/28/101/</guid>
		<description><![CDATA[	GAZA KEMBALI MEREGANG NYAWA  
	&nbsp;
	&ldquo;Gaza&#8230; Gaza&hellip; Gaza segalanya bermula&hellip;&rdquo;, demikian lirik awalan sebuah nasyid besutan Izzatul Islam yang senantiasa membangkitkan semangat untuk mencintai Palestina, bangsanya beserta perjuangannya yang tetap gigih berjihad melawan Israel la&rsquo;natullah. Ya.. memang segalanya bermula di sana. Ketika HAMAS lahir dari &lsquo;tangan&rsquo; sosok mulia yang telah membuktikan janjinya dengan syahid dijalannya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<div align="justify"><font color="#ffffcc"><strong>GAZA KEMBALI MEREGANG NYAWA </strong><br /> </font></div>
	<div align="justify"><font color="#ffffcc">&nbsp;</font></div>
	<p align="justify" class="MsoNormal"><font color="#ffffcc">&ldquo;Gaza&#8230; Gaza&hellip; Gaza segalanya bermula&hellip;&rdquo;, demikian lirik awalan sebuah nasyid besutan Izzatul Islam yang senantiasa membangkitkan semangat untuk mencintai Palestina, bangsanya beserta perjuangannya yang tetap gigih berjihad melawan Israel la&rsquo;natullah. Ya.. memang segalanya bermula di sana. Ketika HAMAS lahir dari &lsquo;tangan&rsquo; sosok mulia yang telah membuktikan janjinya dengan syahid dijalannya, Syeikh Akhmad Yasin.</font></p>
	<div align="justify">  </div>
	<p align="justify" class="MsoNormal"><font color="#ffffcc">HAMAS adalah pelita dan harapan yang menghidupkan semangat bangsa Palestina untuk bertahan dan melawan penjajahan Israel dengan pengorbanan demi pengorbanan. Sebagaimana yang diungkapkan Syeihk Mahdi Akif, &ldquo;Hamas adalah hati umat Islam dan kemuliaannya. Hamas telah menghidupkan semangat rakyat Palestina yang telah beku. Hamas membangkitkan harapan yang pernah lenyap. Hamaslah yang telah menggagalkan proyek Zionisme dalam penghancuran jantung umat Islam di Palestina. Hamaslah yang telah memaksa dunia internasional untuk mengakui keberadaan bangsa Palestina setelah sekian tahun tidak diakui keberadaannya.&rdquo; Meskipun nyawa demi nyawa yang harus menjadi tumbal perjuangannya meraih kemerdekaan.</font></p>
 <a id="more-101"></a><br />
<div align="justify">  </div>
	<p align="justify" class="MsoNormal"><font color="#ffffcc">Salah satu murid terbaiknya, Dr. Ar-Rantisi juga syahid dalam selang waktu yang tidak begitu lama sepeninggal syeikh mulia yang memimpin perlawanan dari atas kursi roda itu. Satu per satu mujahid-mujahid yang berjuang bersamanya pun syahid di ujung rudal-rudal Israel. Berpuluh, ratusan, bahkan ribuan pejuang itu menjemput kematian dengan kematian yang paling mulia. Bahkan rakyat Palestina, para wanita, anak-anak, dan orang-orang tua renta yang ada di antara mereka, pun bak air bah menjadi tumbal-tumbal perjuangan mempertahankan tanah Islam yang diwariskan itu. Ribuan, puluhan ribu, ratusan ribu, bahkan jutaan diantara mereka pun harus melalui hidup mereka dengan cocat dan luka-luka yang semakin perih.</font></p>
	<div align="justify">  </div>
	<p align="justify" class="MsoNormal"><font color="#ffffcc">Dari dulu, sejak 60 tahun yang lalu, hingga kini berjuta nyawa telah melayang demi perjuangan membebaskan Al-Aqsho dan Al-Quds. Kiblat pertama umat Islam dan sepenggal tanah yang Allah berkahi. Dan baru-baru ini, penjajah terlaknat itu pun telah kembali membantai saudara-daudara kita di Gaza. Sebuah pembantaian paling keji sejak 41 tahun terakhir. Dalam hitungan menit, tidak kurang 350 nyawa saudara kita melayang di bombardir ratusan pesawat tempur Israel yang meraung-raung dilangit Gaza. Korban luka tidak kurang dari 800 orang. Demikian data yang di-publish Departemen Kesehatan Palestina hari ini. Sebagaimana sama-sama kita saksikan pembantaian keji itu, Sabtu (27/12), pesawat tempur F16 melancarkan serangan besar-besaran di lebih dari 50 titik yang membunuh warga Palestina tak berdosa.</font></p>
	<div align="justify">  </div>
	<p align="justify" class="MsoNormal"><font color="#ffffcc">Menyikapi tindakan Israel yang semakin kalap dan bengis ini, maka umat Islam di Indonesia pun hendak mewujudkan rasa cintanya kepada saudara mereka. Bahwa mereka di Palestina tidak pernah sendirian, masih ada sekelompok bangsa yang senantiasa berdoa untuk kemerdekaan mereka. Meski hanya sekedar dengan do&rsquo;a, dana, dan aksi-aksi moral untuk menghinakan pemimpin-pemimpin dunia dan negara-negara Arab yang bungkam dan tidak adil memperlakukan bangsa Palestina.</font></p>
	<div align="justify">  </div>
	<p align="justify" class="MsoNormal"><font color="#ffffcc">Pemerintah sudah mengecam agresi militer Israel ke Jalur Gaza. Dan para pemimpin Arab pun masih tetap seperti biasa, sepi peduli dan tak risau dengan tangis yang makin terkuras dan darah yang terus mengucur dari tubuh bocah-bocah Palestina. Maka sebagai wujud nyata dukungan sekecil apapun yang dapat dilakukan untuk membantu derita muslim Palestina, dan membantu melengkingkan berita ketegaran dan keistiqomahan mereka dalam perjuangan melawan zionis Israel, maka umat Islam Indonesia menggelar Aksi Munashoroh untuk Palestina selama 3 hari berturut-turut. InsyaAllah, ini adalah hadiah awal tahun umat Islam Indonesia untuk bangsa palestina memasuki tahun Baru Hijriyah 1430H. Senin-Rabu, 29-31 Desember 2008 ini, secara bergelombang berbagai elemen bangsa Indonesia akan kembali turun ke jalan menyuarakan dukungannya kepada rakyat palestina.</font></p>
	<div align="justify">  </div>
	<p align="justify" class="MsoNormal"><font color="#ffffcc">Lantas bagaimana dengan kita? Apa yang mesti kita lakukan saat saudara-saudara kita terus berjuang melawan ancaman kematian, berjuang melawan penderitaan, berjuang melawan kesediahan , berjuang melawan kesabaran, berjuang melawan lemahnya pemimpin-pemimpin Arab dihadapan para aggressor la&rsquo;natullah itu? Maka cukuplah sekilas ungkapan Mursyid &lsquo;Am Ikhwanul Muslimin, syeikh Mahdi &lsquo;Akif, &nbsp;menjadi panduann, &ldquo;Saya menaruh harapan besar kepada rakyat Arab dan negara Islam, dan saya percaya bahwa mereka dalam keadaan sangat siap untuk memberikan pengorbanan harta, jika tidak bisa memberikan jiwanya untuk mendukung saudara kita di Palestina&rdquo;.</font></p>
	<div align="justify">  </div>
	<p align="justify" class="MsoNormal"><font color="#ffffcc">Oleh karena itu, kepada seluruh kaum muslimin diseluruh penjuru bumi Allah kami menyeru dan berharap, bahwa kita semua dapat memberikan dukungan dan bantuan dengan apapun yang kita mampu. Dengan apa saja yang dapat kita berikan agar dapat menyeka tangis bocah-bocah Palestina yang tak pernah luput dari duka lara.</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rhisy.blogsome.com/2008/12/28/101/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Di Bawah Bayang Intelijen</title>
		<link>http://rhisy.blogsome.com/2008/12/24/100/</link>
		<comments>http://rhisy.blogsome.com/2008/12/24/100/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 04:31:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>PEMIKIRAN</category>
	<category>SIYASAH</category>
		<guid>http://rhisy.blogsome.com/2008/12/24/100/</guid>
		<description><![CDATA[	UMAT ISLAM DIBAWAH BAYANG-BAYANG INTELIJEN
   Selama manusia memiliki kepentingan terhadap dunia ini, maka selama itu pula dinas-dinas intelijen terus melakukan operasi intelijennya. Sebagaimana jenis pekerjaan lainnya yang terus beroperasi untuk mencari penghidupan dan sesuap nasi, para agen intelijen juga terus bekerja untuk mendapatkan apa saja yang dapat membuat mereka bertahan hidup. Agen intelijen [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><font color="#ffffcc"><strong>UMAT ISLAM DIBAWAH BAYANG-BAYANG INTELIJEN</strong></font><br />
<p align="justify"><font color="#ffffcc"><br />  </font> <font color="#ffffcc">Selama manusia memiliki kepentingan terhadap dunia ini, maka selama itu pula dinas-dinas intelijen terus melakukan operasi intelijennya. Sebagaimana jenis pekerjaan lainnya yang terus beroperasi untuk mencari penghidupan dan sesuap nasi, para agen intelijen juga terus bekerja untuk mendapatkan apa saja yang dapat membuat mereka bertahan hidup. Agen intelijen juga &#8216;karyawan&#8217;, maka sudah barang tentu terus bekerja selama belum di PHK boss-nya.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Organisasi apapun tidak dapat selamanya aman dari incaran operasi intelijen. Terlebih organisasi Islam yang hingga detik ini masih menjadi <em>common enemy</em> masyarakat dunia yang berkiblat kepada imperialisme Barat. Dan ketika dinas-dinas intelijen negara lebih tunduk dan mengekor kepada kekuatan global (yang saat ini sangat islamophobia), maka organisasi-organisasi Islam akan semakin sulit mendapatkan jaminan keamanan dari upaya intrik dan makar intelijen tersebut. Logikanya sangat sederhana, jika organisasi Islam menjadikan aktivitas dakwah sebagai tuntutan kontinyuitas amalnya, maka agen-agen intelijen menjadikan operasi-operasinya sebagai tuntutan kontinyuitas pekerjaannya. Apalagi ketika umat Islam yang jumlahnya mayoritas ini tidak menjadi tuan di rumahnya sendiri.<br />  </font> </p>
 <a id="more-100"></a><br />
<p align="justify"><font color="#ffffcc">Meskipun jika umat atau organisasi Islam berhasil menembus kekuasaan negara, dapat dipastikan bahwa kekuasaannya tak akan sepi dari usaha-usaha dan rekayasa intelijen untuk menjatuhkannya. Dengan kata lain, pihak intelijen tidak akan pernah membiarkan simpul-simpul kekuatan masas Islam tumbuh dan berkembang dengan tenang dan nyaman. Sehingga, jika saat ini sebuah organisasi Islam masih sepi dari operasi intelijen, belum tentu dengan tahun depan. Jika bulan ini tidak ada rekayasa, belum tentu bulan depan aman. Bahkan jika hari ini masih merasa save dari operasi-operasinya, belum tentu esok juga dalam kondisi yang sama. Seperti seorang dai yang terus bekerja menyampaikan dakwahnya, seperti seorang buruh yang terus bekerja untuk gaji bulanannya, para agen intelijen juga terus bekerja untuk mengabdi kepada &#8216;tuan&#8217;nya.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc"><strong>Kepada Siapa Intelijen Ber-Tuan?</strong><br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Persoalannya adalah, apakah benar semua Dinas Intelijen itu bekerja untuk kepentingan negara <em>an sich</em>? Belum tentu. Hingga detik ini jejak rekam kerja-kerja intelijen masih kental aroma tendesiusitasnya. Se-demokratis apapun sebuah negara, tetap saja operasi intelijen menampakkan wajah diskriminatif dan tidak menganut 100% baktinya kepada negara. Namun dapat disinyalir lebih berbakti kepada para pemodal dan investor ideologi yang mengendalikan negara dibalik layar.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Patut dicermati bahwa kinerja intelijen di negara kita mungkin saja tidak bekerja sepenuhnya untuk kepentingan negara. Namun lebih tepat mereka bekerja untuk kepentingan-kepentingan tertentu dari segelintir elit &#8217;siluman&#8217; yang berkuasa di balik layar Indonesia ini. Perjalanan bangsa ini menunjukkan bahwa berbagai operasi intelijen yang dilakukkan badan intelijen yang dipelihara negara sangat-sangat tendensius. Hal ini sulit disangkal mengingat kuatnya bias pola kerja intelijen negara kita jika dibandingkan dengan definisi-definisi normatif dalam ilmu intelijen.</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Hakikatnya aktivitas intelijen adalah mengumpulkan informasi dengan berbagai cara dari penggunaan agen rahasia, menyadap saluran komunikasi, sampai penggunaan satelit pengintai. Secara fungsi, menurut almarhum Kepala BAKIN, Z.A. Maulani, intelijen negara kita memiliki fungsi untuk; membina kepastian hukum (legal surety), membina ketenteraman dan ketertiban masyarakat (civil order), menegakkan hukum secara paksa (law enforcement), membangun kemampuan pertahanan (defence capability), melindungi masyarakat dari berbagai bencana (public safety from disaster), dan memelihara keamanan negara (state security). Namun, sayang sekali jika aktualnya penerapan fungsi normatif dilapangan sangat diskriminatif dan tendensius. Seperti ada kekuatan tertentu yang menunggangi selain kepentingan negara.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Kecurigaan bahwa intelijen negara bekerja bukan seutuhnya untuk kepentingan negara Indonesia tentu bukan tanpa alasan. Mengingat sejarah ke-intelijen-an bangsa ini menyematkan kecurigaan yang sangat tinggi terhadap semua yang berbau Islam, mulai dari orang-orangnya, para tokoh-tokohnya, maupun organisasinya. Mereka telah menyematkan label merah kepada umat Islam (terutama Islam pergerakan) sebagai target operasi abadi. Padahal bangsa ini telah sepakat bahwa negara kita ini adalah negara demokrasi. Dimana setiap minoritas (apalagi mayoritas) penduduk di negeri ini bebas dan aman menentukan masa depannya. Namun, sejarah membuktikan bahwa yang terjadi adalah sebaliknya. Umat Islam dalam berbagai tataran menjadi objek bidikan.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Secara logika demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, mestinya 6 presiden selama kurun waktu 63 tahun, yang notabene semuanya beridentitas sebagai seorang muslim, dapat membawa rasa aman bagi kaum mayoritas di negeri ini. Meski tidak kemudian berkorelasi dengan penindasan terhadap kamu minoritas, namun jaminan keamanan berekspresi terhadap masyarakat muslim yang mayoritas seharusnya lebih terjamin. Apalagi Indonesia dikenal sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Sayangnya fakta sejarah berkata lain. Justru kaum musliminlah yang menjadi bulan-bulanan operasi militer dan intelijen dengan berbagai issu dan latar belakangnya. Dari Sabang sampai Merauke, dari awal kemerdekaan hingga masa reformasi saat ini. Hal ini menjadi ilustrasi bahwa kepeminpinan nasional selama ini tidak terlalu berkutik terhadap kepentingan intelijen yang sangat mungkin bertuan kepada yang &#8216;lain&#8217;.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc"><strong>Umat Islam; Objek Operasi Intelijen</strong><br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Entah bagaimana bangsa ini menjelaskan kepada generasi penerusnya ketika fakta sejarah menampilkan gencarnya operasi intelijen dengan objek kaum muslimin. Penduduk mayoritas yang punya andil besar dalam perjuangan meraih kemerdekaan dari kungkungan imperialis. Kasus Komando Jihad, Jama&#8217;ah Imron, Warsidi lampung, Pembantaian Tanjung Priuk, Bom Istiqlal, adalah beberapa contoh diantara peristiwa lawasnya ketika air susu dibalas dengan air tuba. Sejarah memang masih bungkam siapa dalang dibalik semua itu. Namun belum terungkapnya secara jelas tidak lantas menafikan &#8216;dalang utama&#8217; yang berada di balik tragedi.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Kemunculan icon Jama&#8217;ah Islamiyah, terbongkarnya penyusupan di dalam MMI oleh intelijen beberapa waktu lalu, tumbuh suburnya kelompok &#8216;teroris&#8217; penge-bom tempat-tempat publik dan tempat beribadah, adalah sebuah misteri yang memilukan hati bagi setiap warga muslim Indonesia yang, sekali lagi, mayoritas di negeri ini. Sementara hampir tidak pernah terdengar munculnya operasi intelijen terhadap kaum lain diluar umat Islam. Padahal Bintang Kejora rutin berkibar di Papua hingga kini, RMS melenggang bebas dan mampu melintasi generasi ke generasi. Operasi massif misionaris yang sangat meresahkan warga muslim pedesaaan seperti yang terjadi di Cirebon dan Sumatera Barat sejak beberapa tahun silam juga luput dari daftar tugas intelijen. Karenanya wajar jika kita bertanya, kepada siapa </font><font color="#ffffcc">Intelijen bertuan</font><font color="#ffffcc">??<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Demikian pula ketika angin demokrasi terbaru di Indonesai mendudukkan semua elemen bangsa berada pada posisi yang sama untuk berkompetisi secara lebih <em>fair</em> lewat panggung politik. Dan berbagai kekuatan masyarakat kemudian muncul sebagai peserta demokrasi dengan beragam latar ideologinya. Maka sudah barang tentu akan ada pihak yang tidak tinggal diam. Ibarat menjadi lahan atau obyekan baru bagi para agen intelijen.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Keberadaan partai-partai Islam yang semakin populer semestinya tidak membuat siapapun merasa gerah. Kecuali lawan politiknya yang dalam perspektif ini adalah kegerahan yang wajar. Namun jika para punggawa (alat) negara turut turun gunung untuk ikut bermain mengacak-acak partai-partai Islam yang berpotensi membesar, maka ini yang menjadi persoalan. Bukankah secara normatif mereka bekerja untuk kepentingan negara? Bukankah negeri ini negara demokrasi yang siapapun jika dikehendaki mayoritas bangsa Indonesai dapat memimpin negeri ini? Lalu mengapa para agen intelijen ini merasa penting untuk menghadang bola salju pembesaran partai Islam?<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Bukankah <em>job description</em> mereka adalah untuk mendeteksi secara dini berbagai potensi bahaya yang dapat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara? Sehingga dengan deteksi dini itu semua potensi bahaya itu dapat ditangkal secara cepat dan tepat? Dalam logika ini, maka perspektif kekuatan masyarakat Islam dalam berbagai wadah legalnya, hatta partai politik sekalipun, seolah dinisbatkan pula sebagai potensi bahaya yang dapat mengancam kehidupan berbangsan dan bernegara. Karenanya harus disingkirkan dengan cara paling &#8216;elegan&#8217; oleh para tuan besar yang menjadi kiblat para agen intelijen. Caranya? Pasti dengan menyusupi dan mengacak-acaknya tanpa ampun!<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Karenanya memang tidak tepat jika umat Islam, apalagi sebagai sebuah organisasi dakwah Islam yang besar seperti PKS, merasa aman dan berfikir selamanya memiliki imunitas terhadap operasi-operasi intelijen ini. Tidak boleh lengah sekejap pun, atau jika tidak, hanya akan menunggu giliran saja untuk diacak-acak dan dipecundangi oleh &#8216;mereka yang bertuan kepada entah siapa&#8217; itu. Dokumen intelijen yang meng-operasi PKS telah beredar di dunia maya dan menjadi konsumsi publik. Terlepas asli atau palsukah dokumen itu, yang pasti mereka pun tak pernah menganggur dan tak pernah berhenti bekerja. Waspadalah&#8230; dan waspadalah! Wallahu&#8217;alam.<br />  </font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">&nbsp;</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rhisy.blogsome.com/2008/12/24/100/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Surat Cinta untuk Ibu</title>
		<link>http://rhisy.blogsome.com/2008/12/23/surat-cinta-untuk-ibu/</link>
		<comments>http://rhisy.blogsome.com/2008/12/23/surat-cinta-untuk-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 05:10:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>DARI HATI</category>
		<guid>http://rhisy.blogsome.com/2008/12/23/surat-cinta-untuk-ibu/</guid>
		<description><![CDATA[	BAIT CINTA UNTUK IBU
	&nbsp; Pagi ini, aku bahagia mendengar suaramu meski hanya di ujung telepon. Dari getar-getar suaramu, dapat kurasakan betapa besarnya kasihmu padaku. Tak pernah luntur. Tak pernah berkurang, meski aku belum mampu memberimu kebahagiaan.
	Ibu, di Hari Ibu kemarin, ingin rasanya aku memberikan kado spesial untukmu. Dan aku juga ingin menghubungimu malam itu setelah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="justify"><font color="#ffffcc"><strong>BAIT CINTA UNTUK IBU</strong></font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">&nbsp;<br /> Pagi ini, aku bahagia mendengar suaramu meski hanya di ujung telepon. Dari getar-getar suaramu, dapat kurasakan betapa besarnya kasihmu padaku. Tak pernah luntur. Tak pernah berkurang, meski aku belum mampu memberimu kebahagiaan.</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Ibu, di Hari Ibu kemarin, ingin rasanya aku memberikan kado spesial untukmu. Dan aku juga ingin menghubungimu malam itu setelah seharian disibukkan urusan pekerjaan. Meski hanya sekedar untuk mengucapkan &#8217;selamat Hari Ibu&#8217; dan sebait ungkapan terima kasih karena sudah melahirkanku, merawatku, dan membesarkanku dengan kesabaran dan perjuangan yang tidak sedikit. </font></p>
 <a id="more-99"></a><br />
<p align="justify"><font color="#ffffcc">Kado spesial itu, aku menyiapkannya hingga lupa jika hari semakin malam. Aku buatkan untukmu sebuah video lagu cinta untuk ibu. Namun, karena kendala webcam notebook-ku yang beberapa kali hang, maka niat untuk menelpon ibu akhirnya terlupakan. Saat ingat, jam sudah menunjukkan pukul 22.30 WIB. Tak tega aku membangunkanmu sekedar untuk menerima sabait ucapan selamat Hari Ibu dariku. Tapi alhamdulillah, rekaman videonya sudah jadi walaupun tidak begitu sempurna.</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Lagu yang kulantunkan dalam video itu adalah sebuah syair kenangan dari kakak-kakak tingkatku di kampus dulu. Tepatnya itu adalah syair nasyid dari tim Nasyid FIKRat kebanggaan kampusku, dulu. Ya, dulu. Sebab kini personilnya sudah terpencar jauh diberbagai sudut bumi mencari rizki dan karunia-Nya. Semoga Allah Yang Maha Kuasa memberkahi kalian.</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Lirik lagu itu sederhana, namun mendalam. Izinkan aku berbagi dan mengenang mereka dalam lagu cinta untuk Ibu. Begini lagunya,<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Ibu&#8230;&#8230;.<br />   Masih ku rasakan kasihmu<br />   Mengampuni s&#8217;gala dosaku<br />   luruh di pangkuanmu</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Ibu&#8230;&#8230;<br />   Sungguh luas lautan hatimu<br />   Tempat cita-ku kan berlabuh<br />   bersama ridhomu</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Ibu&#8230;<br />   Kini daku t&#8217;lah pergi jauh<br />   Mewujudkan s&#8217;gala asaku<br />   Inilah baktiku</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">reff:<br />  Lepas nanda tuk berjuang di jalan-Nya<br />   Relakanlah dan hapuslah air mata<br />   Selalu kuharap rangkaian doa malammu<br />   Yang iringi langkahku, menuju sang Kuasa</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Sebuah lagu yang senantiasa mengingatkanku akan besarnya perjuangan dan pengorbanan Ibu untukku. Syair nasyid yang setiap kali kudendangkan menambah rasa cinta dan hormatku padamu, ibu. <em>(Terima kasih kepada FIKRat yang telah memberikan nasyid kenangan yang sangat indah ini)</em>.</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Dan pagi ini, aku berbahagia masih diberi kesempatan untuk mendengar suaramu. Wanita mulia yang telah melahirkanku. Wanita tegar yang telah mengajariku kegigihan. Wanita perkasa yang telah mengajariku tentang kerja keras dalam meraih cita. Wanita yang tak lelah mengajariku memandang hidup ini dengan optimisme. Sosok wanita yang mengajariku tentang visi besar dalam perjalanan mengarungi samudera kehidupan.</font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Ibu, surat cinta yang sekelumit ini kupersembahkan untukmu. SELAMAT HARI IBU. <a href="http://rhisy.blogsome.com/2006/10/17/perjalanan-penuh-arti/" target="_self" title="">Terima kasih untuk segalanya</a>. Semoga Allah membahagiakanmu hari ini hingga akhir hayatmu. Dan jangan pernah berhenti memberiku doa dan inspirasi. <br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">I love u, Mom.&nbsp;</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rhisy.blogsome.com/2008/12/23/surat-cinta-untuk-ibu/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Rindu sang Murabbi</title>
		<link>http://rhisy.blogsome.com/2008/12/15/98/</link>
		<comments>http://rhisy.blogsome.com/2008/12/15/98/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 03:05:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>PEMIKIRAN</category>
	<category>DARI HATI</category>
		<guid>http://rhisy.blogsome.com/2008/12/15/98/</guid>
		<description><![CDATA[	

	Ya ALLAH, kami memohon kepada-Mu   Dengan semua nama yang jadi milik-Mu   Yang dengan nama itu Engkau namai diri-Mu   Atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu   Atau Engkau ajarkan kepada seorang hamba-Mu   Atau Engkau simpan dalam rahasia Maha Tahu-Mu akan segala yang ghaib   Kami memohon-Mu agar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<div align="right">
<blockquote></blockquote>
	<p><font color="#ffffcc">Ya ALLAH, kami memohon kepada-Mu<br />   Dengan semua nama yang jadi milik-Mu<br />   Yang dengan nama itu Engkau namai diri-Mu<br />   Atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu<br />   Atau Engkau ajarkan kepada seorang hamba-Mu<br />   Atau Engkau simpan dalam rahasia Maha Tahu-Mu akan segala yang ghaib<br />   Kami memohon-Mu agar Engkau menjadikan Al Qur&#8217;an yang agung<br />   Sebagai musim bunga hati kami, Cahaya hati kami<br />   Pelipur sedih dan duka kami, Pencerah mata kami</font></p>
	<p><font color="#ffffcc">(Syeikhut Tarbiyah KH. Rahmat Abdullah)&nbsp;</font></p>
 <a id="more-98"></a><br />
<blockquote> </blockquote>
   </div>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc"><strong>Rindu Kami pada Sang Murabbi</strong></p>
	<p> </font></p>
	<div align="justify"><font color="#ffffcc"> Jika sekumpulan mereka membeberkan ruang privasi dan <em>dzon-dzon</em> (yang belum tentu kebenarannya) dimuka publik secara bangga dan tanpa batasan-batasan, maka sedikitpun hati ini tak tertarik untuk menjadi bagian dari mereka. Jika mereka sibuk menyindir qiyadah dan beberapa petinggi struktural yang berpola pikir kontemporer (khas kaum muda) dengan tuduhan menunggangi partai dakwah ini untuk menumpuk kekayaan pribadi, sedikitpun mata ini tak akan terkecoh.</font><br />  <font color="#ffffcc"> </font></div>
	<p align="justify">
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Jika beberapa gelintir aktivis dan ustadz yang menamakan dirinya Forum Kader Peduli (FKP) getol menggaungkan gerakan &#8216;kembali kepada asholah da&#8217;wah&#8217;, dengan men-<em>judgement</em> bahwa arah gerak partai dan jamaah dakwah saat ini sudah menyimpang, sedikitpun tak membuat diri ini goyah dan bersimpati kepada mereka. Biar pun mereka mengkampanyekan atas nama kerinduan terhadap nilai-nilai asholah dakwah tarbawiyah, namun hati ini lebih rindu kehadiran sang Murabbi-sang Murabbi yang tawadhu&#8217; dan penuh kasih sayang.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Ya Allah, kami rindu sang Murabbi yang menjadi tauladan dalam berkasih sayang. Bukan &#8217;sang doktor&#8217; yang mengajarkan kebencian dengan garang dan menakutkan. Sang Murabbi yang mengajari kami bagaimana mengedepankan akhlak mulia saat berhadapan dengan lawan maupun kawan. Bukan &#8217;sang doktor&#8217; yang mengajari kami sindiran-sindiran tak pantas dan gosip murahan untuk saudara dan pejuang-pejuang yang sholih.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Kami rindu sang Murabbi yang memuliakan anak kemarin sore dengan mengatakan &ldquo;Janganlah kamu menunduk (padaku) seperti itu, sebab di kepalamu ada Al-Qur&#8217;an&rdquo;. Kami rindu seorang Murabbi yang tanpa merasa rendah memungutkan sebuah pena yang terjatuh dengan mengatakan &ldquo;Jika senjata seorang tentara adalah senapan, maka senjata seorang sastrawan adalah pena. Jagalah!&rdquo;. Bukan seorang &#8216;doktor&#8217; yang menggunjingkan &#8216;rumahnya&#8217; dengan kecerdasan ilmu dan keahliannya.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Kami rindu sang Murabbi yang lesannya menginspirasi kami melakukan perbaikan dan amal sholih. Kami rindu sang Murabbi yang tulisan-tulisannya menyentuh relung hati meski kadang sulit untuk seketika kami pahami. Bukan sang doktor yang tulisannya menginspirasi orang-orang diluar sana menyebarkan propaganda pecah belah dengan bersumber dari ucapannya. Bukan sang doktor yang lugas ungkapannya untuk menyakiti pemimpin-pemimpin kami yang kami <em>tsiqoh</em>-i dengan segala kelebihan dan kekurangannya.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Kami rindu sang Murabbi yang dihormati umat lantaran tak canggung berdiri di panggung hajatan &#8216;dangdut&#8217; salah seorang warga. Bukan untuk bergoyang, namun untuk memperkenalkan &#8216;nyanyian&#8217; kebenaran dengan sikapnya yang bersahabat. Hingga ketika pijakan kaki terakhirnya meninggalkan panggung, menjadi wasilah para tamu undangan <em>shohibul bait</em> untuk mengaji dengan sang ustadz. Bukan seorang doktor yang di layar televisi terlihat welas asih, namun di panggung &#8216;kepedulian&#8217; nampak sangar menghakimi perjuangan ini dengan sebutan yang aneh, &quot;bengkok&quot; katanya. Sepertinya sama maknanya dengan sebutan menyimpang dan sesat.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Kami rindu sang Murabbi yang lesannya lirih berdoa untuk kami dan jamaah ini dengan doanya yang syahdu dan membekaskan air mata. Dimana beliau berdoa, &ldquo;Ya ALLAH, perbaiki hubungan antar kami. Rukunkan antar hati kami. Tunjuki kami jalan keselamatan. Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang. Jadikan kumpulan kami jama&#8217;ah orang muda yang menghormati orang tua. Dan jama&#8217;ah orang tua yang menyayangi orang muda. Jangan Engkau tanamkan di hati kami kesombongan dan kekasaran terhadap sesama hamba beriman. Bersihkan hati kami dari benih-benih perpecahan, pengkhianatan dan kedengkian.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Bukan seorang doktor yang mengatakan jamaah kita sekarang ini telah ber<em>wala&#8217;</em> kepada syaithon (red-<em>na&#8217;udzubillahi min dzalik</em>), dengan mengatakan&#8230; &ldquo;kita ini berubah 180 derajat, dari sebuah jama&#8217;ah (kelompok) umat Islam yang ingin mengerahkan <em>wala&#8217; </em>nya kepada Allah menjadi ber<em>wala&#8217;</em> kepada syaithon dan <em>thawwabiin</em>&rdquo;.  </font></p>
	<p align="justify">
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Benar ya Allah, kami rindu. Terlebih saat ini. Ketika beberapa orang yang pernah menjadi panutan kami kini lebih senang menjadi pedang orang-orang yang tak senang dengan dakwah ini. Ketika lidah mereka, mereka relakan menjadi pena para &#8216;kuli tinta&#8217; yang siap bekerja menghancurkan dakwah ini. Ketika kami tak lagi melihat mereka menjadi panutan kami dalam menjaga sirriyatudda&#8217;wah, ketika kami kini lebih melihat mereka menjadi pencibir yang kering dari embun kasih sayang.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Ya Allah, kami rindu Ust. Rahmat Abdullah, sang Murabbi kami. Kami menyayanginya meski kami pun tahu Engkau lebih menyayanginya. Kami mencintai Syeikh kami, sebagaimana kami mencintai orang-orang sholih yang Engkau muliakan. Kami memuliakannya, meskipun Engkau-lah yang lebih tahu tinggi derajat kemuliannya disisi-Mu.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Ya Allah, walaupun kini beliau tak lagi disisi kami, namun masih begitu terasa kuat pancar kasih sayangnya kepada kami para penumpang baru yang masih dungu dan bodoh ini. Masih lekat wajahnya yang begitu teduh, masih teringat ucapannya yang mengalir lembut namun berbobot, masih terngiang nasihat-nasihat bijaknya yang kadang diselingi dengan humor untuk menyunggingkan senyum kami. Masih lekat dalam ingatan kami kesabaran dan bijak hatinya.<br />  </font> </p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Ya Allah, seandainya Engkau masih menyimpan ribuan hamba-Mu yang serupa Syeikh kami, kirimkanlah kepada kami, ya Allah. Jikalau Engkau masih menyimpan ratusan hamba-Mu yang serupa Syeikh kami, kirimkanlah kepada kami, ya Allah. Atau kalau pun Engkau masih menyimpan puluhan hamba-Mu yang serupa Syeikh kami, kirimkanlah kepada kami, ya Allah. </font></p>
	<p align="justify"><font color="#ffffcc">Bahkan, kalaupun Engkau masih menyimpan hanya seorang saja hamba-Mu yang serupa dengan Syeikh kami, Ust. Rahmat Abdullah, maka kirimkanlah kepada kami. Agar menjadi penyejuk diantara kami. Agar menjadi pelipur lara duka kami. Agar menjadi penuntun iman kami. Agar menjadi orang tua yang menyayangi kami. Menjadi sahabat dalam perjalanan. Dan agar ia menjadi sang Murabbi bagi kami dalam melewati prahara dunia ini.<br />  </font> </p>
 <font color="#ffffcc"><br />  </font>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rhisy.blogsome.com/2008/12/15/98/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
