Di Bawah Bayang Intelijen
UMAT ISLAM DIBAWAH BAYANG-BAYANG INTELIJEN
Selama manusia memiliki kepentingan terhadap dunia ini, maka selama itu pula dinas-dinas intelijen terus melakukan operasi intelijennya. Sebagaimana jenis pekerjaan lainnya yang terus beroperasi untuk mencari penghidupan dan sesuap nasi, para agen intelijen juga terus bekerja untuk mendapatkan apa saja yang dapat membuat mereka bertahan hidup. Agen intelijen juga ‘karyawan’, maka sudah barang tentu terus bekerja selama belum di PHK boss-nya.
Organisasi apapun tidak dapat selamanya aman dari incaran operasi intelijen. Terlebih organisasi Islam yang hingga detik ini masih menjadi common enemy masyarakat dunia yang berkiblat kepada imperialisme Barat. Dan ketika dinas-dinas intelijen negara lebih tunduk dan mengekor kepada kekuatan global (yang saat ini sangat islamophobia), maka organisasi-organisasi Islam akan semakin sulit mendapatkan jaminan keamanan dari upaya intrik dan makar intelijen tersebut. Logikanya sangat sederhana, jika organisasi Islam menjadikan aktivitas dakwah sebagai tuntutan kontinyuitas amalnya, maka agen-agen intelijen menjadikan operasi-operasinya sebagai tuntutan kontinyuitas pekerjaannya. Apalagi ketika umat Islam yang jumlahnya mayoritas ini tidak menjadi tuan di rumahnya sendiri.







