December 28, 2008

Gaza Meregang Nyawa

Filed under: SUDUT PALESTINA
GAZA KEMBALI MEREGANG NYAWA
 

“Gaza… Gaza… Gaza segalanya bermula…”, demikian lirik awalan sebuah nasyid besutan Izzatul Islam yang senantiasa membangkitkan semangat untuk mencintai Palestina, bangsanya beserta perjuangannya yang tetap gigih berjihad melawan Israel la’natullah. Ya.. memang segalanya bermula di sana. Ketika HAMAS lahir dari ‘tangan’ sosok mulia yang telah membuktikan janjinya dengan syahid dijalannya, Syeikh Akhmad Yasin.

HAMAS adalah pelita dan harapan yang menghidupkan semangat bangsa Palestina untuk bertahan dan melawan penjajahan Israel dengan pengorbanan demi pengorbanan. Sebagaimana yang diungkapkan Syeihk Mahdi Akif, “Hamas adalah hati umat Islam dan kemuliaannya. Hamas telah menghidupkan semangat rakyat Palestina yang telah beku. Hamas membangkitkan harapan yang pernah lenyap. Hamaslah yang telah menggagalkan proyek Zionisme dalam penghancuran jantung umat Islam di Palestina. Hamaslah yang telah memaksa dunia internasional untuk mengakui keberadaan bangsa Palestina setelah sekian tahun tidak diakui keberadaannya.” Meskipun nyawa demi nyawa yang harus menjadi tumbal perjuangannya meraih kemerdekaan.

(more…)

December 24, 2008

Di Bawah Bayang Intelijen

Filed under: PEMIKIRAN, SIYASAH

UMAT ISLAM DIBAWAH BAYANG-BAYANG INTELIJEN


Selama manusia memiliki kepentingan terhadap dunia ini, maka selama itu pula dinas-dinas intelijen terus melakukan operasi intelijennya. Sebagaimana jenis pekerjaan lainnya yang terus beroperasi untuk mencari penghidupan dan sesuap nasi, para agen intelijen juga terus bekerja untuk mendapatkan apa saja yang dapat membuat mereka bertahan hidup. Agen intelijen juga ‘karyawan’, maka sudah barang tentu terus bekerja selama belum di PHK boss-nya.

Organisasi apapun tidak dapat selamanya aman dari incaran operasi intelijen. Terlebih organisasi Islam yang hingga detik ini masih menjadi common enemy masyarakat dunia yang berkiblat kepada imperialisme Barat. Dan ketika dinas-dinas intelijen negara lebih tunduk dan mengekor kepada kekuatan global (yang saat ini sangat islamophobia), maka organisasi-organisasi Islam akan semakin sulit mendapatkan jaminan keamanan dari upaya intrik dan makar intelijen tersebut. Logikanya sangat sederhana, jika organisasi Islam menjadikan aktivitas dakwah sebagai tuntutan kontinyuitas amalnya, maka agen-agen intelijen menjadikan operasi-operasinya sebagai tuntutan kontinyuitas pekerjaannya. Apalagi ketika umat Islam yang jumlahnya mayoritas ini tidak menjadi tuan di rumahnya sendiri.

(more…)

December 23, 2008

Surat Cinta untuk Ibu

Filed under: DARI HATI

BAIT CINTA UNTUK IBU

 
Pagi ini, aku bahagia mendengar suaramu meski hanya di ujung telepon. Dari getar-getar suaramu, dapat kurasakan betapa besarnya kasihmu padaku. Tak pernah luntur. Tak pernah berkurang, meski aku belum mampu memberimu kebahagiaan.

Ibu, di Hari Ibu kemarin, ingin rasanya aku memberikan kado spesial untukmu. Dan aku juga ingin menghubungimu malam itu setelah seharian disibukkan urusan pekerjaan. Meski hanya sekedar untuk mengucapkan ’selamat Hari Ibu’ dan sebait ungkapan terima kasih karena sudah melahirkanku, merawatku, dan membesarkanku dengan kesabaran dan perjuangan yang tidak sedikit.

(more…)

December 15, 2008

Rindu sang Murabbi

Filed under: PEMIKIRAN, DARI HATI

Ya ALLAH, kami memohon kepada-Mu
Dengan semua nama yang jadi milik-Mu
Yang dengan nama itu Engkau namai diri-Mu
Atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu
Atau Engkau ajarkan kepada seorang hamba-Mu
Atau Engkau simpan dalam rahasia Maha Tahu-Mu akan segala yang ghaib
Kami memohon-Mu agar Engkau menjadikan Al Qur’an yang agung
Sebagai musim bunga hati kami, Cahaya hati kami
Pelipur sedih dan duka kami, Pencerah mata kami

(Syeikhut Tarbiyah KH. Rahmat Abdullah) 

(more…)

December 5, 2008

Secangkir Ghibah Aktivis

Filed under: PEMIKIRAN

SECANGKIR GHIBAH ‘AKTIVIS’ DAKWAH


Penulis hanyalah seorang kader baru dan karbitan dalam barisan dakwah ini, sebuah jamaah besar yang menaungi nusantara dengan kasih sayangnya. Karena itu, tak layak kiranya menyebut apa yang sudah penulis berikan dan lakukan untuk dakwah ini, mengingat begitu banyak orang-orang yang tak tersebut namanya mengorbankan harta, jiwa dan raganya demi membesarkan bangunan hingga besar seperti saat sekarang. Tak terhitung peluh mereka yang menetes, tak terhitung air mata mereka yang bercucuran, dan tak terhitung pula waktu dan periuk yang mereka korbankan demi dakwah ini. Karenanya tak pantas seorang karbitan seperti penulis ini mengaku-ngaku berjasa bagi Partai Dakwah ini.

Namun, rasa sadar diri ini tidak lantas membuat penulis adem ayem dan tak terusik dengan apa yang sekarang berkembang. Sebuah gelombang ghibah yang nampaknya semakin lezat dinikmati oleh orang-orang yang menikmati. FKP dengan PKS Watch-nya bagai sebuah komunitas ‘pengangguran’ yang merasa paling berjasa terhadap membesarnya jamaah ini, sehingga mereka merasa berhak untuk mengumbar ruang-ruang privasi jamaah dakwah ini ke ranah publik.

(more…)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer