WH Aniaya Kader PKS
Seri Pilkada Kota Tangerang
BELUM PUAS, WAHIDIN HALIM KEMBALI ANIAYA KADER PKS *
Lagi, tangan-tangan orde baru berkedok akhlaqul karimah menciderai demokrasi bahkan nilai-nilai kebaikan. Kejadian tak mengenakan ini terjadi pada hari Senin kemarin (13/10/08), kira-kira jaml 24.00 WIB. Tim sukses ‘tak berakhlaqul karimah’ wilayah Gandasari (Kec. Jatiuwung, Kota Tangerang-red) pada malam itu merobek stiker NIJI yang tertempel di pagar kontrakan seorang kader bernama Suyadi. Kemudian mereka menggantinya dengan stiker WA.
Mengetahui ini, Suyadi menegurnya, "Kalo mau menempel stiker dirumah orang, ijin dong sama yang punya", ujarnya. Namu Tim WH membalasnya dengan kata-kata rasis dan mengancam, "Diam lo, anak pendatang aja sok tau. Gue gebukin lo.". Tanpa gentar kader PKS tersebut pun menjawab, "Boleh, tapi kalo berani satu-satu."
Jelas jawaban Suyadi tersebut membuat tim WH emosi. Kemudian mereka beramai-ramai (beraninya main keroyok, dasar pecundang-red) mendorong dan menarik-narik kader PKS tersebut hingga menyebabkan baju security Pabrik Pampers ini robek. Situasi yang tak menguntungkan ini membuat Suyadi lebih memilih bersikap tidak melawan, baik secara lisan maupun fisik. Terlebih ketika mendengar teriakan ketakutan sang istri, menyaksikan dari dalam rumah.
Merasa diatas angin, tim WH semakin menjadi, semakin diktator. Tak ada lagi sikap menghargai orang lain. Seenak udelnya mereka menempel kembali stiker-stiker WA di pagar, berjumlah kurang lebih dua belas stiker. Tak puas sampai disitu, seenak jidatnya juga mereka menempel kaca depan kontrakan kader PKS ini. Bayangkan kalo rumah anda dibegitukan?
Tidak beberapa lama kader kepanduan dengan menggunakan mobil DPW tiba di lokasi. Namun, belum lagi berhenti di lokasi ada dua mobil tim WH memepetnya, depan dan belakang. Sebenarnya kepanduan ingin meladeni secara fisik gaya-gaya orba ini tapi kemudian ’syuro singkat’ mereka didalam mobil memutuskan untuk tidak melawan. Mereka lebih memilih melaporkan peristiwa ini ke polisi.
Jelas jawaban Suyadi tersebut membuat tim WH emosi. Kemudian mereka beramai-ramai (beraninya main keroyok, dasar pecundang-red) mendorong dan menarik-narik kader PKS tersebut hingga menyebabkan baju security Pabrik Pampers ini robek. Situasi yang tak menguntungkan ini membuat Suyadi lebih memilih bersikap tidak melawan, baik secara lisan maupun fisik. Terlebih ketika mendengar teriakan ketakutan sang istri, menyaksikan dari dalam rumah.
Merasa diatas angin, tim WH semakin menjadi, semakin diktator. Tak ada lagi sikap menghargai orang lain. Seenak udelnya mereka menempel kembali stiker-stiker WA di pagar, berjumlah kurang lebih dua belas stiker. Tak puas sampai disitu, seenak jidatnya juga mereka menempel kaca depan kontrakan kader PKS ini. Bayangkan kalo rumah anda dibegitukan?
Tidak beberapa lama kader kepanduan dengan menggunakan mobil DPW tiba di lokasi. Namun, belum lagi berhenti di lokasi ada dua mobil tim WH memepetnya, depan dan belakang. Sebenarnya kepanduan ingin meladeni secara fisik gaya-gaya orba ini tapi kemudian ’syuro singkat’ mereka didalam mobil memutuskan untuk tidak melawan. Mereka lebih memilih melaporkan peristiwa ini ke polisi.
Air Susu NiJi dibalas Air Tuba WH
Sampai hari ini stiker pasangan diktator nan arogan tersebut masih terpasang angkuh di kontrakan Suyadi. Itulah pilihan rakyat kecil yang terdzalimi di Kota yang mengaku berakhlakul karimah. Demi melindungi istri dan anak tercinta atas intimidasi seorang yang mengaku-ngaku paling berakhlaq di Tangerang. Ya, pilihan itu harus ia ambil, meski mungkin hatinya muak melihat stiker-stiker WA terpasang angkuh di pagar dan kaca kontrakan mungilnya.
Terlebih lagi ketika ia mengetahui bahwa orang yang mengkoordinir peristiwa ini adalah tetangganya sendiri yang sering ia beri uang selepas pulang kerja. Air susu dibalas air tuba.
Sampai hari ini stiker pasangan diktator nan arogan tersebut masih terpasang angkuh di kontrakan Suyadi. Itulah pilihan rakyat kecil yang terdzalimi di Kota yang mengaku berakhlakul karimah. Demi melindungi istri dan anak tercinta atas intimidasi seorang yang mengaku-ngaku paling berakhlaq di Tangerang. Ya, pilihan itu harus ia ambil, meski mungkin hatinya muak melihat stiker-stiker WA terpasang angkuh di pagar dan kaca kontrakan mungilnya.
Terlebih lagi ketika ia mengetahui bahwa orang yang mengkoordinir peristiwa ini adalah tetangganya sendiri yang sering ia beri uang selepas pulang kerja. Air susu dibalas air tuba.
( Ditulis oleh Ir. Tengku Iwan J., BPK PKS Kota Tangerang )
* Biarkan Seluruh Dunia Menjadi Saksi








Allahu akbar!!!!!
Comment by wahyu — January 9, 2009 @ 4:35 am