Wahidin zHALIMi PKS
Seri Pilkada Kota Tangerang
PKS DI-ZHALIMI WAHIDIN HALIM DISIDANG PARIPURNA *
Rombongan NIJI berangkat dari DPD kira-kira jam 09.00-an. Sampai di lokasi, lahan parkir pemkot sudah terisi penuh mobil-mobil tim sukses WH (Wahidin Halim-red, walikota incumbent dari Partai GOLKAR-red). Sulit mencari area parkir yang dekat dengan pintu masuk. Hal serupa seperti yang mereka lakukan ketika awal pencalonan walikota ke KPU, semua area parkir kantor KPU telah dipadati oleh mobil-mobil komunitas jeep (pendukung WH) lengkap dengan segala atribut kesombongannya.
Satu persatu kader PKS bergerak menuju ruangan akhlaqul karimah tempat semua pasangan calon walikota Tangerang akan menyampaikan visi misi nya. Didalam gedung pemkot, ‘gerombolan’ WH terlihat tersebar dimana-mana, disetiap sudut ruangan, mulai dari lantai bawah sampai lantai tiga ruang akhlaqul karimah. Dan sudah bisa ditebak, udara dilantai tiga terasa sesak sekali dipadati lautan ‘muka-muka sangar’. Sesak memang, sebab jarak anatara satu orang dengan orang yang lain begitu dekat. Suasananya mirip antrian mudik di loket karcis stasiun kereta api.
Didalam ruangan sudah berjejal ‘gerombolan’ tim sukses WH. Mereka tampak begitu mudah merangsek kedalam. Sementara kader PKS sangat prosedural untuk bisa masuk kedalam ruangan, belum lagi dipersulit oleh ‘hansip-hansip pemkot’. Tapi alhamdulillah dengan segala keterbatasan jumlah kader yang hadir akhirnya beberapa kader dapat masuk kedalam ruang akhlaqul karimah. Didalam ruangan, konsentrasi masa dibagi dua, secara kasat mata sebelah kiri pintu masuk 70% diisi para jundullah, sementara pintu kanan 97% dikuasai ‘gerombolan akhlaq-mu tak karimah.’
Beberapa menit kemudian pasangan WA tiba. Langsung disambut oleh tim suksesnya dengan teriakan-teriakan yang membanggakan, menyanjung, memuji, dan cenderung mendewakan:
"Hidup WH" (kalo ga hidup, mana mungkin bisa ke pemkot tong!)
"Sudah terbukti, bukan janji" (betul, terbukti banyak janji)
"Terdepan dalam akhlaqul karimah" (ya, akhlaqul karimah versi JIL)
Tidak lama setelah itu, jagoan NIJI datang. Senyum sejuk tulus nan ikhlas dari kedua pasangan NIJI langsung disambut dengan pekikan takbir kader kader dakwah. Pekikan takbir itu semakin terdengar keras membahana saat pasangan NIJI memasuki ruangan. Tiba-tiba pekikan takbir dan yel-yel ayo NIJI dibalas gerombolan WH dengan teriakan-teriakan yang membisingkan telinga. Seolah tak rela jika ada orang atau partai berani melawan jawara WH. Semua harus tunduk diketiaknya. Tak terkecuali GOLKAR!
Sahut menyahut yel-yel berlangsung panas karena memang yey-yel dari tim WH sarat berbau provokasi. Tapi bukan kader kalo mudah terprovokasi. Tapi, juga bukan anak buahnya WH kalo tidak belagu. Sudah belagu, tukang tiru pula. Bukan saja logo surat suara yang sudah ditiru. Pekikan takbir kita juga ditiru. "Hidup WH, Allahu akbar!". Bagi kita sih alhamdulillah, tak terhitung sudah kebaikan yang kita tebarkan telah banyak ditiru masyarakat.
Cengkeraman WH memang cukup kuat sekali kukunya. Tapi ada yang ganjil. Dari setiap yel yel apa saja yang diteriakan, sedikit sekali nama Arief Sari Asih disebutkan. Selalu saja yang paling dominan adalah Mr. Wahidin Zhalim, maaf maksudnya Wahidin Halim. "Hidup Wahidin, Wahidin pelopor akhlaqul karimah, Bapak Wahidin sudah terbukti. Jarang nama Aried Sari Asih terdengar, apalagi terikan WA (Wahidin Arif) hampir tidak terdengar sama sekali. Masuk agenda kedua, tilawah qur’an. Disini tim sukses WH nyeletuk, "Yang baca orang PKS tuh." (He 3x)
Tibalah pada acara inti, penyampaian visi misi pasangan Walikota. WA mendapat giliran pertama, sesuai nomor urutnya. "Hidup WH" terdengar lagi, bahkan semakin bising. Masing masing pendukungnya sahut menyahut memuji Wahidin (biasa….carmuk/cari muka) Beberapa pujian yang terdengar:
"Hidup WH" (ini memang yang paling sering)
"Sudah terbukti, bukan janji" (ini yang berikutnya)
"Teruskan atau Lanjutkan" (ini biasanya kalo WH selesai menjelaskan salah satu keberhasilannya)
"Cakep dah…" (yang ini kalo ada rencana program yang akan datang)
Ketika WA naik diatas mimbar terdengar celetukan dari seorang penggemarnya, "guanteng benar si Arief". WH menyampaikan hal-hal yang umum, sementara Arief Sari Asih menjelaskan visi misi. Setelah WH selesai, ia langsung menuju tempat duduknya meninggalkan Arief Sari Asih sendirian di mimbar. Begitulah WH! Beda dengna pasangan NIJI dan Ismet, calon walikotanya tetap menemani calon wakil walikotanya sampai selesai berbicara. Celetukan norak kembali terdengar saat Arief naik mimbar, "wedehh. seperti Ali bin Abi Thalib…!" "Masih muda lagi"
Thayib, sekarang kita masuk saat-saat dimana tim orde baru berbungkus ahklaqul karimah ini menzhalimi kader-kader dakwah/NIJI. Bayangkan, baru saja Bonnie naik mimbar, seluruh tim sukses WH menyorakinya dengan kata-kata kasar. Yang sempat terdengar diawal, "yah begini banget tampang si Bonnie".
Tak berhenti sampai disitu, dilanjutkan dengan sumpah serapah yang lain. Tapi, dengan cerdas Bonnie sengaja tidak mau memulai penyampaian visi misinya sebelum sumpah serapah itu berhenti. Beberapa orang berusaha menenangkan tim sukses WH. WH sendiri terlihat mencoba menenangkan ‘warganya’ dari jarak jauh. Akhirnya sedikit demi sedikit semua bisa ditenangkan.
Tapi sekali lagi, bukan anak buah WH jika tidak membuat kerusuhan. Sumpah serapah keluar lagi setiap kali Bonnie menjelaskan kekurangan pemerintahan WH. Yang sempat terdengar:
"(maaf) Tai lu…"
"Bohong.."
"Ah munafik lu!"
"Ga ada tuh harapan-harapan baru"
Dan masih banyak lagi kata-kata kasar dan kotor lainnya yang terus diumpatkan kepada Bonnie sepanjang ia berbicara.
Akhifillah…
Terasa sakit hati kita semua yang hadir pada waktu itu. Mendengar saudara tercinta kita dihina. Sampai Ust. Jamhuri berteriak dengan lantang "masya Allah.." sambil menatap mereka semua. Demikian juga para akhwat. Semua kita yang hadir disana tentu merasakan hal yang sama pada waktu itu. Yang menyebabkan detak jantung ini semakin cepat. Yang membuat aliran darah dalam tubuh kita dipompa lebih keras..
Ya, semua kita yang hadir disana telah menyaksikan dengan mata telanjang betapa saudara kita, saudara seiman, seperjuangan, yang hatinya selalu terpaut dengan masjid, lisannya tak henti berzikir mengagungkan asma Allah. Seorang hamba yang telah menghabiskan usia mudanya demi tegaknya Islam, yang mewakafkan dirinya untuk jalan da’wah, telah dihina, dicaci, dihardik, dengan kata-kata kasar dan jorok yang hanya bisa terucap dari lisan orang-orang jahat. Sakit memang…
Maka saat acara ditutup dengan doa, tak kuasa saya meneteskan air mata membayangkan semua perlakuan mereka. Terlebih saat dipanjatkan doa agar semua ikhtiar ini kita kembalikan kepada Allah, Dialah Yang Maha Menentukan. Ternyata bukan hanya saya yang menangis dibelakang saya terdengar tangisan pula, yang saya sangat hafal sekali suaranya: tangisan dari Ketua Dewan Syariah kita (Ust. M. Jamhuri, Lc-red).
Semoga Allah memberikan kesabaran untuk saudara kita, Bonnie Mufidjar. Juga kepada semua kader-kader da’wah yang tak kenal lelah terus memasang, menempel, menjaga dan mengenalkan atribut NIJI kepada masyarakat. Yang pada malam ini di DPD mereka dengan ikhlas harus merogoh kembali uang susu anaknya, jatah makan istrinya, anggaran bensin kendaraannya. Alhamdulillah semua terkumpul kurang lebih 3 juta. Allah Maha Besar. Semoga Farid Wajdi pun diberi kesabaran. Juga kepada para pendukung NIJI yang tulus….
(Ditulis oleh Ust. Ir. Tengku Iwan J., BPK PKS Kota Tangerang)
* Biarkan Seluruh Dunia Menjadi Saksi








aslmykum wr.wb. Alhamdulillah walau kami (kpanduan dari Pamulang dan Ciputat ) tidak banyak, tapi kami dukung perjuangan saudara2ku di kota tangerang dengan hadir saat kampanye di lapangan a yani kmrin 12-10-2008…. pekik perjuangan tinggikan kalimatulloh..Allohu Akbar 3x.
Comment by pks benda baru — October 13, 2008 @ 1:23 pm
Kayaknya memang sudah sepantasnya lah NIJI diperlakukan seperti itu… Beberapa bulan yang lalu, PKS sendiri menyatakan bahwa visi misi WH sejalan dengan PKS dan PKS akan mendukung WH WH sebagai Calon Walikota.
Klo bukan munafik, apa namanya doong?
Cuma gara2 ga di gandeng sama WH, PKS langsung mendzalimi WH… Anda malah seenaknya ganti nama orang…
Islam ga ngajarin kayak gitu!!!!!!
mending ngaji lagi aja luh!!
Comment by Baihaqi — October 25, 2008 @ 1:15 pm
P Baihaqi kayanya jg hrs ngaji dulu biar tau apa definisi munafik itu? biar ga salah.
Visi misi mah baik2 aja. Namanya juga visi misi. Yg baik PKS dukung. Tapi implementasi?
Jangan nutup mata bahwa masih ada kekurangan.Nah kita ingin bantu. WH ga mau, ya dah
Bikin NIJI. Ga ada hunbungannya dng ga diajak. Partai lain merapat sambil nunggu ‘hadiah’
WH ga mau wakilnya kritis kaya PKS. Maunya yg manut2 aja. Atau GOLKAR takut periode
berikutnya PKS ‘kuasai’ TGR jika jadi dg WH. Maka tanya ke WH kenapa ga mau ma PKS?
Kalo tulisan diatas terkesan ‘angker’ & bisa keluar dari PKS yg dikenal santun, itu berarti
apa yg dialami oleh PKS berupa kezaliman memang DAHSYAT ruuar biasa ‘akhlaqnya?!’
Comment by Safwan — November 5, 2008 @ 6:53 am
wah…pks , bener-bener angkuh banget yah…., lihat aja kutipannya” —-Tapi bukan kader kalo mudah terprovokasi. Tapi, juga bukan anak buahnya WH kalo tidak belagu. Sudah belagu, tukang tiru pula.— enyaksikan dengan mata telanjang betapa saudara kita, saudara seiman, seperjuangan, yang hatinya selalu terpaut dengan masjid, lisannya tak henti berzikir mengagungkan asma Allah. Seorang hamba yang telah menghabiskan usia mudanya demi tegaknya Islam, yang mewakafkan dirinya untuk jalan da’wah” bisa ya…berkata demikian …masya Alllah….
Comment by wahidin — November 12, 2008 @ 4:05 am
silahkan wahidin menilai angkuh..
senyatanya, itu adalah “fakta yang tak terbantahkan”
bukan cuma digedung kader pks tak terpovokrasi
tapi dalam kampanye, beberapa kali rombongan NIJI dihadang tim WH
alhamdulillah… tak ada kersuhan. ya: fakta tak terbantahkan!
sementara giliran jadwal NIJI disatu titik, sudah ramai orang WH nongkrongin tu tempat.
ha ha… yang resmi saja (jadwal kampanye) mereka mudah “terpovokrasi”…
ya: fakta tak terbantahkan
orang yg hatinya terpaut dengan masjid & berjuang untuk Islam bisa dibedakan
dengan yang tidak. sebagaimana orang yang suka menghujat dengan kata kasar
dan menghalang-halangi kebaikan ia juga bisa dibedakan dengan yg tidak..
karena semuanya dapat dilihat pada pilkada kemarin sebagai sebuah
fakta yang tak terbantahkan!
Comment by boni — November 26, 2008 @ 7:59 am