May 2, 2008

Untukmu Guru

Filed under: THULABI, DARI HATI
SEBAIT DOA UNTUKMU GURU
 
 
Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu

Engkau sabagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa

Setiap waktu teringat lagu tentangmu membuat hati ini bergolak rindu. Ingin meraih jemarimu dan menciumnya dengan segenap penghormatan dan rasa terima kasih. Karena tanpa ketulusannya, mungkin hari ini kita semua tak kan menjadi seperti ini. Tanpa kesabarannya mungkin banyak diantara kita yang tersesat kehilangan jalan. Ya.. karena dulu berpuluh tahun lalu aku, kami dan kita hanyalah bocah-bocah desa lugu yang tak tahu tentang dunia.

Berhentilah sejenak untuk mengenang para guru tercinta yang telah mengabdikan sebagaian usianya demi mencetak generasi bangsa ini. Orang tua ‘kedua’ yang kadang lebih peduli terhadap masa depan kita dibandingkan para orang tua kandung di kampung halaman saat itu. Mereka sabar dengan ketidaktahuan kita, mereka sabar dengan kenakalan kita, dan mereka pun sabar dengan gejolak masa remaja kita yang kadang kala meledak-ledak. Termasuk barangkalali kita yang saat ini telah sampai di salah satu titik pemberhentian dari titik-titik pemberhentian yang lain menuju cita-cita meraih mimpi dan asa.

Kawan-kawan, sekali lagi sejenak kita kenang mereka, betapa mereka semua telah mengalirkan ilmu berharga dalam sanubari kita, sehingga saat ini kita mampu tegak mandiri. Mampu berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain tanpa rasa malu dan rendah diri. Sampai-sampai hari ini puluhan bahkan ratusan ribu di antara kita telah berdiam di berbagai negara lain di seluruh dunia.

Kita pun bagai anak-anak ayam yang kini terlatih mengais rezeki sendiri lantaran kesabaran sang induk mengajarkan anak-anaknya mencari makan. Bukan mereka memang yang memberi nasib bagi kita, namun sebab merekalah kini kita mampu bertahan hidup dengan bekal ilmu dan keahlian yang pernah mereka ajarkan kepada kita. Bahkan bisa jadi saat ini sebagian di antara kita telah melesat jauh meraih kesuksesan, mencapai keberhasilan, dan menikmati limpahan materi maupun popularitas. Lebih jauh dari apa yang mereka ‘para guru kita’ mampu nikmati pada hari ini.

Namun, semoga kita tak melupakan mereka yang detik ini tak lagi muda. Yang kulit-kulit mereka tak sekokoh dulu. Rambut-rambut mereka tak selegam saat itu. Dan wajah-wajah mereka pun tak secerah waktu itu. Kini tanpa kita sadari, kulit mereka telah mulai berkerut di sana-sini, rambut mereka juga telah dihiasi helai-helai putih yang semakin menyeruak. Dan wajah mereka terlihat sayu menatap hidup ini yang tak semakin bersahabat.

Bisa jadi periuk mereka hari-ini tak se-mengepul kepulan periuk di dapur kita. Bisa jadi sisa gaji mereka hari ini sudah sekarat untuk sampai lagi ditanggal 1 bulan depan. Dan bisa jadi putra-putri mereka meregang nafas untuk tetap bertahan menikmati pendidikan-pendidikan mereka. Tak sedikit diantara mereka yang hari ini masih setia menaiki sepeda ontel tuanya dikala ratusan bahkan ribuan ‘mantan’ anak didiknya menaiki mobil-mobil mewah yang nyaman.

Sahabat, mari basahi bibir kita untuk mendoakan mereka agar tetap ikhlas menjalani tugas muliannya menjadi guru peradaban. Agar dengan keikhlasan itu pahala dari-Nya mengalir deras sampai akhir masa. Agar rizki mereka berkah dan berkecukupan. Hingga di masa tuanya mereka bangga dan bersyukur telah mencetak puluhan juta tunas-tunas baru yang memakmurkan dan mengharumkan negeri ini.

Do’a ini kami persembahkan untukmu, wahai Ibu - Bapak Guru.

1 Comment »

The URI to TrackBack this entry is: http://rhisy.blogsome.com/2008/05/02/untukmu-guru/trackback/

  1. Ass..akah tulisanya bagus ya, kebetulan ane juga ngajar, kenapa yan berbicara guru, selalu kita akan kembali pada masalah ekonomi. Mungkin pekerjaan inibelum jadi trend, kali ya.

    Comment by wijiyanto — May 16, 2008 @ 3:00 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer