April 14, 2008

Harapan Itu Masih Ada

Filed under: KOLOM KHUSUS

HARAPAN ITU MASIH ADA *

Kepercayaan rakyat terhadap partai menurun? Ya, jika dilihat secara umum. Tapi alhamdulillah jumlah suara PKS bertambah terus dari tahun ke tahun. Menurut jajak pendapat yang dilakukan menjelang pemilu 2004 (LP3ES): masyarakat tidak puas dengan hasil pemilu 1999? Tapi atas ijin Allah SWT ketika pemilu 2004 pemilih PKS bengkak dari 1jutaan ke 7jutaan.

Kecewa dengan partai Islam, tak dipungkiri adanya! Tapi alhamdulillah atas pertolongan Allah, lagi-lagi jumlah pendukung PKS bertambah seperti di DKI Jakarta pasca pilgub Adang – Dani. Terakhir, diluar dugaan semua pihak HADE menang insya Allah di JABAR. Begitulah ketetapan Allah berlaku, mementahkan beragam kalkulasi ‘matematika’. Sebaik-baik makar adalah Allah SWT. Oh ya, selamat untuk mujahid Islam ust. Ahmad Heriawan, Lc atas kemenangan dakwahnya di JABAR. Semoga beliau tetap istiqomah dijalan dakwah. Mudah-mudahan Dede Yusuf bisa difardiyahkan jadi kader, amiin….

Banyak partai haus kekuasaan, uang, tujuannya hanya ingin jadi dewan, tidak ada keberpihakan kepada rakyat, partai sebagai kendaraan mencari kekayaan para kadernya sehingga gampang menyerah saat menetapkan UU yang pro rakyat.Untuk itulah PKS hadir…

Alhamdulillah fakta tak terbantahkan telah disematkan masyarakat, bangsa dan bahkan dunia. Fakta yang membalikkan semua anggapan buruk tentang partai bahwa PKS adalah Partai Dakwah Berazas Islam Yang Reformis, Bersih, Peduli Dan Profesional. Ia semangat baru yang telah lama dinanti dan dirindukan.

Fakta itu dapat diukur secara sederhana setidaknya lewat partisipasinya dalam PILKADA. Dari sekitar 130-an PILKADA PKS menang 80-an. Sementara, meskipun kalah suara di daerah lain, tetap terjadi kapitalisasi pendukung dan suara PKS, seperti pilgub Banten dan DKI. Yah…lumayan buat modal Pemilu 2009.

Karakter Partai Berideologi Islam?

Alhamdulillah, 6 poin karakter itu ada di PKS. Untuk poin no 4 Anda bisa baca Platform PKS yang sebentar lagi akan disosialisaikan kepada masyarakat. Bukunya tebal dan lengkap banget oii… Bahkan sebagian tokoh mengatakan; ‘dari dahulu sampai sekarang belum pernah ada platform partai yang selengkap ini’. Itu menunjukan PKS siap memimpin bangsa ini atas ijin Allah dan pertolongan-Nya.

Alhamdulilah PKS ga’ perlu teriak teriak ke partai lain agar mereka harus memiliki konsepsi yang jelas tentang politik, ekonomi, sosial, hukum dan lainnya tapi PKS sendiri yang maju bergerak, siap menjadi solusi bangsa ini dengan konsepsi yang jelas. Kalo belum baca, cobalah ke DPP PKS minta bukunya.

Untuk poin no 6 Insya Allah kita akan membina umat ini dengan Islam. Samalah dengan anda, beda cara aja. Bahkan tujuan kita tidak hanya berhenti sampai di khilafah tapi ustadziatul ‘alamiyah setelah tegaknya khilafah islamiyah.

Ko ga ada suaranya? Santai aja… Lagi lagi ini soal cara yang harus dihargai oleh masing-masing. Yang penting kita mampu bekerja sama. Anda yang teriak soal Syariah & Khilafah sefulgar-fulgarnya, biarkan PKS yang bekerja mengisi pos-posnya, melalui semua tahapan-tahapan dan akhirnya atas ijin Allah: menguasainya. Deal?

KARENANYA:

Jika Anda percaya dengan PKS, bergabunglah bersama PKS membangun bangsa ini. Jika Anda masih ragu, pelajari PKS dengan detail, dengan hati yang jernih sampai Anda yakin dengan PKS. Jika Anda belum percaya PKS, jangan takut PKS tetap akan perjuangkan hak-hak Anda secara bersih, peduli dan profesional. Tentu, bersihnya bersih manusia loh bukan malaikat. Jadi jangan berharap kesempurnaan dari kader-kader PKS yang memang tak sempurna ini.

Akan tetapi, jika masih ada jika yang lain, maka saran saya bikin aja Partai Politik Islam dengan segala karakter dan peta yang Anda maksud itu.

 

* Ditulis oleh Tengku Iwan J. , menanggapi Al-Islam edisi 400 (buletin resmi Hizbut Tahrir Indonesia)

7 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://rhisy.blogsome.com/2008/04/14/78/trackback/

  1. Saya sangat tertarik dengan tanggapan dalam tulisan ini. Sayangnya ini hanya tanggapan/pendapat personal individual yang tidak mencerminkan sama sekali pendapat partai atau mewakili penulis sebagai orang partai.

    Dengan kata lain, seperti apa pun tanggapannya, maka tulisan ini lebih menggambarkan harapan penulis secara personal terhadap partai yang dibela, bukan apa yang ada dalam partai itu sendiri. Sebagaimana dalam attentions please

    Comment by sukir manto — April 18, 2008 @ 10:42 pm

  2. ass.. numpang lewat dan kenal utk pejuang kota tangerang.

    Comment by adin — April 21, 2008 @ 9:41 am

  3. Assalamu’alaikum akhi…

    Ana cuma mau tanya, mana suara PKS di parlemen untuk menerapkan Syari’at Islam? Mana? Tetap saja selama ini politik PKS politik yang PRAGMATIS (baca: ga ada bedanya dengan partai sekular. Jika kepentingan sama, PKS tak ragu berkoalisi dengan partai kufur, naudzubillahi min dzaalik! bukankah antum senantiasa mengatakan berjuang dari dalam. sekarang sudah banyak orang PKS pegang kekuasaan, tapi mana perjuangannya untuk Islam?? Piagam Jakarta aja ditolak. Ana Bingung dengan PKS!!! Akhi ana tidak membawa embel-embel organisasi mana pun, ana orang Islam biasa yang sedih melihat realitas saat ini, dan kecewa dengan PKS!!!

    Comment by Riski Ramdani — May 6, 2008 @ 3:11 am

  4. Wa’alaikumsalam Sdr. Rizki..

    Sebelum berprasangka lebih jauh.. mohon Sdr sebutkan ruang lingkup Syariat Islam itu apa saja sih???? Kemudian juga silahkan tunjukkan sirah nabi yang jujurr bahwa Rasulullah tak pernah bermusyarokah (bekerjasama) dengan non-muslim.

    Lantas mengenai Piagam Jakarta..? memang Piagam Jakarta itu dari Rasulullah????? Nah, yang dilaksanakan PKS adalah Piagam Madinah dalam wujud aksi nyata seperti keamanahan dalam memegang kekuasaan. Pelayanan publik yang transparan dan tidak korup, membela yang lemah. Tidak mengemplang uang rakyat, dan profesionalitas dalam mengelola amanah publik. Memangnya Islam tidak mengajarkan profesionalitas? Rasulullah adalah orang paling berhasil dalam menjalankan profesionalismenya.

    Aksi tanggap pangan untuk menyantuni fakir miskin, menambal jalan-jalan yang berlubang demi keselamatan pengguna jalan, bukankah ini adalah menegakkan syari’at Islam? Umar ra. pernah berkata, seandainya ada seekor Himar yang terpeleset di perbatasan Irak, maka Umar lah yang bertanggung jawab.

    PKS juga memberdayakan kaum perempuan sebagaimana Rasulullah juga memberdayakan muslimah dan istri para sahabat dimedan perang. an lain-lain.

    Kalo memang yang bisa diterapkan adalah Al-Qur’an dan Sunnahnya yang sangat luas.. kenapa mesti menegangkan otot hanya untuk habis-habisan bela-in sebuah simbol yang nyata-nyata bukan dari tekstual Islam? Ngga ada kewajiban untuk beriman kepada Piagam Jakarta kan?

    Sdr bisa saja mengatakan bahwa itu semua pun bisa dilakukan oleh partai yang bukan Partai Islam. Namun yang penting sdr ingat adalah bahwa faktor niat ‘lillahita’ala’ -lah yang menjadi pembeda antara PKS dan partai diluarnya. Sebagaimana Anda meyakini bernilai pahala saat Anda makan-minum, mandi, buang hajat, berdandan, menyisir rambut, menyembelih hewan, bahkan saat berhubungan suami Istri dengan membaca bismillah dan do’a karena Allah ta’ala.

    Mudah2an wacana sekilas ini mampu membuka mata Sdr.

    Comment by Administrator — May 6, 2008 @ 6:12 am

  5. Sebelumnya saya respect ketika PKS baru muncul, Mereka membawa angin segar bagi masyarakat tentang aroma keislaman, tapi partai tetaplah partai, mereka melenceng dari semangat awal, apa yang mereka cari di parlemen?? Sekarang yang dapat terlihat adalah pengumpulan suara, tak peduli lagi dengan komitmen asalkan suara banyak maka digaet juga meskipun lain tujuan, Ada beberapa alasan yang membuat saya kurang sependapat dengan teman2 PKS
    1. Sesuai dengan sunnah, kemenangan Islam tidak diraih dalam parlemen jahiliyah
    2. Mereka pernah berargumen bahwa parlemen hanyalah siasat… Tapi apa… yang terjadi sekarang ini malah dijadikan pola utama
    3. Ketika Presiden PKS berhasil menduduki tampuk pimpinan di MPR apa yang beliau katakan…
    “Bahwa dia tidak akan menggantikan Pancasila dengan Al-Quran sebagai dasar negara”
    wah, sudah deh..jadi kecewa, ngapain di dukung kalo tujuan nya g jelas gitu??
    Ternyata belakangan kader mereka sendiri yang mengatakan bahwa betul tujuan PKS bukan untuk mengganti Pancasila sebagai Sumber dari segala Sumber Hukum dengan Al-Qur’an yang merupakan Undang-Undang Allah tapi hanya berusaha agar UUD 1945 tidak bertentangan dengan Al-Qur’an
    4. Ketika mereka mengkandidatkan orang di luar kader mereka untuk menjabat pada pencalonan di beberapa pemilu
    Memang kehabisan kader???
    Terkesan ideologi mereka dapat di nomor 2 kan yang terpenting suara harus banyak sehingga menang

    Comment by danang wisnu — July 10, 2008 @ 7:01 am

  6. Bagaimana tanggapan admin pada fakta yang dipaparkan saudara danang wisnu?
    Bukankah Pks yang dulu berbasis kader kini jadi berbasis masa? So,yang penting dapat kursi kan?
    Lalu mana katanya partai ideologi Islam?

    Comment by abdullah — July 22, 2008 @ 7:58 am

  7. alhamdulillah, saya bersentuhan langsung dengan PKS sejak saya SMA, mereka melakukan pembinaan keagamaan, sehingga teman-teman SMA saya (terutama anak-anak ROHIS[rohani islam]) memiliki akhlaq yang baik dan menganlkan pemuda dengan Islam dan dakwah, sehingga kami merasakan indahnya Islam dan juga meningkatkan prestasi akademik maupun non akademik tean-teman saya, terbukti anak-anak ROHIS dan yang dibina oleh PKS mendapatkan prestasi terbaik di sekolahnya, dan alhamdulillah saya menjadi siswa berprestasi 1 di sekolh, dan teman liqo tarbiyah(halaqah kajian pendidikan)mendapatkan penghargaan siswa berprestasi ke 2, dan teman-teman ROHIS lainnya masuk ke universitas negeri

    wlaupun sekolah saya adalah sekolah buntut dan terkenal buruk di jakarta, namun setelah PKS masuk sekolah saya dijadikan salah satu sekolah model di jakarta selatan…banyak guru-guru yang mulai ikut kajian dan anak-anak nakal mulai berkurang…

    PKS, banyak membawa berkah pada kehidupan saya dan sekolah, juga keluarga saya…ketika saya masuk SMA, saya terknal anak yang nakal, namun setelah ikut liqo tarbiyah PKS saya menjadi salah satu siswa berprestasi, keluarga saya jadi lebih tentram karena Islam telah masuk kerumah saya, telah masuk atas izin Allah melalui pejuang dakwah dari PKS…

    begitu pula di IPB bnyak anak-anak berprestasi dan ketua-ketua organisasi di IPB yang ikut liqo tarbiyah PKS…

    yang saya lihat PKS tidak hanya bergerak di bidang politik, namun PKS membina masyarakat dari ujung akar sampai ujung daun, mulai dari anak-anak SD, ibu-ibu rumah tangga, supir-supir angkot, bahkan di tempat saya ada liqo tarbiyah PKS yang semuanya penjual siomay, dan di STAN ada seorang satpam yang menghapal juz 29, dan 30 setelah ikut liqo PKS…

    selain membina kagamaan, PKS juga meningkatkan prestasi pemuda-pemuda dan peajar
    PKS memang banyak berkahnya

    dan sekarang Allah SWT mengijinkan ana untuk bergabung dalam barisan pejuang-pejuang dakwah ini…Allahuakbar…

    ana pikir kisah hidup ana diatas tidak hanya ana yang mersakannya, masih bnyak teman-teman ana yang juga mersakan pengalaman yang sama, yang akhirnya kami bisa merasakan indahnya Islam dan dakwha ini…

    afwan jiddan atas segala kesalaha kata ana, jazkumullah ahsanul jaza

    Comment by hadiyan faris azhar ipb 2008 — April 11, 2009 @ 7:14 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer