February 14, 2008

Wajah Seram VD

Filed under: NASEHAT

WAJAH SERAM VALENTINE’S DAY


Valentine’s Day atau dikenal hari kasih sayang tiba-tiba dianggap sebagai acara paling penting bagi kalangan muda-mudi. Berbagai prosesi pesta pora dan hura-hura selalu mewarnai secara kuat hajatan satu tahunan ini. Bahkan di Inggris 14 Februari dicanangkan sebagai The National Impotence Day atau hari impoten nasional yang bertujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman impotensi 2 juta pria Inggris. Sementara di AS lebih parah lagi. tanggal 14 Februari ditkukuhkan sebagai The National Condom Week alias ‘pekan kondom nasional’ sebagai aksi nyata kampanye nasional penggunaan kondom untuk mencegah mewabahnya HIV/AIDS yang pertumbuhannya di AS semakin sulit dibendung akibat budaya free-sex di negeri Paman Sam itu.

Baru-baru ini hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh sebuah universitas di Thailand sangat menggemparkan dunia. Berdasarkan jaring pendapat yang melibatkan 2.400 remaja Bangkok terkait perayaan hari valentine menunjukkan bahwa 27% dari mereka akan merayakan hari ‘kasih sayang’ itu dengan melakukan hubungan intim dengan pasangannya. Artinya, tidak kurang 1 dari 4 ramaja Thailand sudah bersiap-siap melakukan pesta seks di hari yang sangat familiar bagi kalangan remaja itu.

Bahkan setahun sebelumnya di negara yang sama, 1 dari 3 gadis remaja negeri gajah Putih itu menganggap bahwa Hari Valentine sebagai waktu yang tepat untuk bercinta serta melepaskan keperawanan mereka, Demikian pula dengan jajak pendapat yang dilakukan oleh Assumption University yang mengguncang berbagai kalangan di Thailand quartal pertama 2007 lalu. Hasil jajak pendapat terhadap 1.578 gadis usia belasan tahun itu menyatakan bahwa sepertiga dari mereka berencana melakukan hubungan seks di Hari Valentine bila pacar mereka memintanya.

Tidak jauh berbeda dengan hasil jajak pendapat Assumption University, survey lain yang dilakukan Universitas Thai terhadap 1.222 gadis remaja menyebutkan bahwa 11 persen dari mereka berencana menyerahkan keperawanannya bertepatan dengan malam Valentine.

Lantas bagaimana dengan di Indonesia?? Indonesia dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia ini nampaknya memang para peniru budaya Barat yang fanatik. Hingga saking fanatiknya banyak dari kalangan generasi penerusnya berpola pikir pragmatis dalam menyerap budaya asing, yeng jelas-jelas tidak mencerminkan tata nilai keislaman dan budaya ketimuran yang kental dengan nilai kesopanan. Kalangan remaja mengadopsi budaya Barat yang mengangungkan syahwat tanpa berupaya melakukan filter atau screening. Akibatnya, budaya yang nampak ‘wah’ seperti perayaan VD ini di telan mentah-mentah meski menerjang pagar-pagar keimanan seorang muslim. Dengan dukungan kampanye industri media yang sangat gencar, perayaan VD di negara tercinta ini semakin parah dan memprihatinkan. Hasilnya bisa disaksikan dari data-data penelitian yang sungguh sangat menyedihkan.

Fenomena sex on valentine dibenarkan oleh dr. Andik Wijaya SMSH, seorang Seksolog dari Surabaya. Ia menuturkan bahwa sekitar tahun 1999, pernah diundang oleh sebuah hotel berbintang di Surabaya untuk menghadiri pesta Valentine’s. Bonusnya adalah para undangan boleh check-in selama sehari bersama pasangan dengan jaminan tak akan di-cek identitas pasangannya (suami istri atau bukan).

Salah seorang penulis, Samsul Ma’arif, pernah melakukan survei terhadap remaja pinggiran Kota Bandung seperti Cimahi, Batujajar, Padalarang, dan Lembang menjelang Valentine’s Day di tahun 2004, Dengan dibantu Lembaga Telaah Agama dan Masyarakat (eL-TAM) sebanyak 500 angket disebarkan ke siswa-siswi tingkat SMA di daerah tersebut. Hasilnya sungguh sangat mengejutkan!

Dari 413 responden yang menjawab angket secara "sah", sebanyak 26,4% mengaku lebih suka merayakan Valentine bersama pacar atau kekasih mereka dengan jalan-jalan, makan-makan, lalu berciuman yang berujung kepada kegiatan seks bebas. Fakta ini diperkuat oleh hasil riset sebuah lembaga sosial di Kota Bandung yang melakukan riset dan survei terhadap perilaku seks di kalangan remaja Kota Bandung serta beberapa kota besar lainnya di Indonesia. Menurut lembaga Family Health International (FHI) itu, hasil survei menunjukkan bahwa 54% remaja Kota Bandung pernah berhubungan seks. Di susul kemudian berturut-turut Medan (52%), Jakarta (51%), dan Surabaya (47%). Hasil survei yang menggemparkan ini pernah dimuat di harian Kompas, 25 Januari 2006.

Begitulah potret perayaan VD di negeri ini. Tidak kalah mengerikan bukan? Jika di tahun-tahun ‘baheula’ saja sudah seperti itu wajahnya? Bagaimana dengan perayaan VD di tahun 2008 ini? Sedih membayangkannya. Semoga malam ini Allah tidak menurunkan azab dan kemurkaannya akibat ulah ratusan juta pasang manusia di seluruh dunia yang melakukan pesta seks dan kemungkaran. Dan patutlah Dunia Islam bersedih dan semakin terhenyak ketika menyaksikan remaja-remaja muslim kini kian hari semakin buta dengan turut men-skaral-kan perayaan ini dengan mengumbar syahwat dan seks bebas secara lebih berani dan vulgar.

Nyatalah hasil dari misi besar yang pernah dikemukakan Samuel Zweimer dalam konferensi gereja di Quds (1935) yang mengatakan : “Misi utama kita bukan menghancurkan kaum Muslim. Sebagai seorang kristen tujuan kalian adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas yang hanya mengejar kepuasan hawa nafsu”.

Lantas apa yang akan kalian lakukan wahai para penyeru dakwah dengan fakta yang mengerikan ini?? Bukankah kalian adalah pelita yang menerangi umat? Pemimpin bagi diri dan kaumnya yang menanti dan membutuhkan cahaya dan hidayah? Mungkin kita belum maksimal mengerahkan pengorbanan untuk menuntun mereka sehingga mereka malah memilih jauh dengan Islam dan mengikuti millah orang-orang yang sesat.

Ayo singsingkan lengan baju untuk membimbing umat ini kembali dalam kasih sayang Allah, Dzat yang jauh lebih layak dicintai dengan cinta sejati. Bukankah kita ingin umat ini mengetahui, bahwa mereka lebih kita cintai melebihi kecintaan kita pada diri sendiri??























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer