Aksi untuk Ghaza
UNDANGAN AKSI SOLIDARITAS UNTUK RAKYAT PALESTINA
"SELAMATKAN GHAZA!"
Mengundang seluruh rakyat Indonesia, dari berbagai kalangan dan latar belakang apapun, untuk turut serta aksi turun ke jalan menyerukan kepada dunia yang bungkam atas pembantaian dan pembunuhan Israel atas rakyat Palestina. Buktikan bahwa Indonesia adalah negeri yang cinta perdamaian dan empati kepada bencana kemanusiaan.
Bukankah saat tsunami di Aceh beberapa tahun lalu ribuan rakyat Palestina menyumbangkan sebagian apa yang mereka miliki untuk membantu rakyat Indonesia di Aceh?? Lantas apa yang menghalangi kalian saat ini untuk membantu mereka warga Ghaza yang terus saja dibantai dan dibunuh secara perlahan oleh bangsa Yahudi la’natullah? Bangsa yang Allah murkai dan tak pernah mengenal nilai-nilai perikemanusiaan?
Mari bergabung dengan berbagai elemen masyarakat, ormas, dan parpol Islam untuk aksi turun ke jalan, menyerukan pada dunia, bahwa bangsa Indonesia dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia ini masih ada disisi bangsa Palestina.
AKSI SOLIDARITAS UNTUK RAKYAT PALESTINA
AHAD, 27 JANUARI 2008
BUNDARAN HOTEL INDONESIA, JAKARTA
PUKUL: 07.30 - 12.00 WIB
SIAPKAN INFAQ TERBAIK UNTUK RAKYAT PALESTINA:

Muslim Palestina, dalam hal ini warga Ghaza dihimpit penderitaan yang maha dasyat. Dunia, dengan Israel sebagai komandonya dan AS sebagai bodyguardnya, mengepung rakyat Ghaza yang lemah dan lapar. Jiwa mereka semakin perih ketika para pemimpin dunia Arab dan Islam bungkam seribu bahasa.
Monolog Duka Lara Penduduk Ghaza
"Ya, Allah yang Maha Besar, kami sudah tidak mampu lagi berkata-kata dan nafas kami terasa sesak untuk mengungkapkan semua kepedihan ini. Namun Engkau yang Maha Tahu penderitaan kami ini, " doa Umi Muhammad sambil meneteskan air mata.
Dengan lilin di tangan, Abu Ahmad, 65, menggumamkan harapannya, "Tak ada seorang pun yang mengulurkan bantuan, air mata dan tangisan kami tak membuat hati mereka tergerak. Allah-lah penolong kami. Saya yakin Allah tidak akan membiarkan kami bersedih menghadapi situasi yang berat ini."
Ummu Ghassan, saudari korban Ali Ghalia sambil menangis terseduh di depan rumah duka di Beit Lahia mengatakan, “Kami yakin dengan takdir Allah. Karena kami mencintai mereka maka kami sabar dan tabah… cukup Allah bagi kami, Dialah sebaik-baik penolong.” Ummu Ghasan memiliki lima anak yang semuanya gugur syahid oleh tembakan tank-tank ‘Israel’ Februari tahun lalu.
"Pasukan Zionis bisa melihat bahwa itu adalah sebuah dokar berisi seorang perempuan dan anak lelakinya, mereka membalut tubuh mereka karena udara dingin, tapi pasukan Zionis itu tetap menembak mereka. Ini bukan sebuah kesalahan, " tukas Muhammad al-Rahil, salah seorang kerabat korban pembantaian..
“Dan hari Senin kemarin pun, banyak masyarakat Muslim Ghaza yang berpuasa sambil lisan mereka terus mengucapkan, “Allahumma aghits Ghazah.. “ Ya Allah, selamatkanlah Ghaza."
“Mereka berniat puasa dan shalat malam meminta pada Allah agar pengepungan Ghaza segera dicabut oleh Allah. Inilah yang paling mungkin kami lakukan saat ini, ” ujar seorang penduduk Ghaza.
Abu Khalid, 50, ayah dari tujuh anak, warga Beit Hanun di utara Gaza mengungkapkan hal serupa. "Saya khawatir dengan anak-anak saya, tetangga-tetangga saya. Dunia tidak adil. Kami dibiarkan sendiri untuk menghadapi kejahatan Israel," keluh Khalid.
Para tahanan warga Palestina di penjara-penjara Israel mengatakan, "Hati kami hancur, kami tak berdaya untuk membantu mereka."
Lolongan Hati Yang Terkoyak
"Apakah Anda tuli? Tidakkah kalian mendengar suara tangis para ibu dan anak-anak? Tidakkah mereka mendengar tangisan para tahanan dan mereka yang tertindas?" tandas Syaikh Waed al-Zordi, imam masjid Al-Omari di Ghaza.
Shamiya Arafat, ibu enam anak mengungkapkan kemarahannya, "Tak seorang pun di dunia ini yang melihat kami, tak seorang pun yang membantu kami. Negara-negara Arab seharusnya membantu kami. Tapi mereka malah berdiri bersama Israel karena mereka takut pada Amerika dan Israel."
Khalid Mish’al, "Disana ada kelompok pejabat Arab yang tak berdaya dan bungkam, tidak berbuat apa-apa. Kami tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada sikap mereka itu. Ada juga kelompok dari pejabat Arab yang memang benar-benar bungkam atas kejahatan ini. Akan tetapi kebaikan itu masih ada pada umat Islam dan Arab di level resmi. Ada di antara mereka yang siap mengangkat kepala, peduli dengan persoalan rakyat Palestina. Saya menerima sejumlah kontak yang menegaskan adanya gaung yang luas untuk menyambut jeritan tangis anak-anak dan wanita," kata Mish’al mengakhiri pernyataannya.
Mina Salim Mansur, anggota Parlemen Palestina di Nablus menyerukan kepada semua negara dunia dan nurani yang masih hidup untuk segera terlibat dalam membebaskan Jalur Gaza dari blokade yang menciptakan tragedi kemanusiaan. Ia menegaskan dalam pernyataannya: "dari tanah Palestina yang bersejarah, tanah risalah kenabian di sekitar masjid Al-Aqsha dan kelahiran Isa, dan dari rahim penderitaan rakyat Palestina yang terdzalimi, kami mengajak dunia semuanya untuk segera menyelamatkan rakyat kami di Jalur Gaza."
Hamas menyampaikan keheranannya atas sikap membisu dari negara-negara Arab dan Islam atas semua kejahatan ini, "Apa yang Anda tunggu, kami diblokade Anda diam, kami dibunuh Anda tak bergerak, sampai kapan kebisuan ini. Tidakkah aksi pembunuhan dan pembantaian ini menggerakkan hati nurani Anda? Tapi kami tetap berharap agar Anda bisa bergerak, wahai umat Islam bergeraklah tak ada lagi alasan untuk membiarkan kami terus diisolasi."
Tekad Yang Tegar Membaja
Di bawah mihrab, yang diterangi oleh lilin setelah listrik padam di seluruh Jalur Gaza imam Masjid Omari, Syeikh Wael Zarad setelah sholat mengatakan:"Walau diblokade, kita tidak akan menyerahkan senjata, mengibarkan bendera putih tanda menyerah. Karena putera-puteri bangsa Palestina telah dibina memahami arti kemuliaan dan kehormatan. Di tengah-tengah kegelapan yang menyelimuti Gaza hari ini, kami tegaskan bahwa hari-hari esok hanya milik orang yang mengatakan Laa Ilaaha IllaLLah dan Muhammad sebagai utusan-Nya.
Di tengah-tengah kegelapan kita akan ajarkan kepada seluruh dunia bahwa cahaya Allah ta’ala akan dimulai dari sini, dari rumah Allah ta’ala. Kita akan hidup dengan jiwa besar dan penuh kemuliaan. Kita akan bangkitkan nurani kaum muslimin menuju kemenangan dan pembebasan," tambah Syeikh Zarad penuh semangat.
"Enyahlah hai musuh bersama konspirasinya, yang ingin menjerumuskan bangsa Palestina dalam perang saudara. Semua ancaman, baik yang datang dari dalam maupun luar, tak akan membuat kami takut. Kami akan terus melangkah meniti janji Allah ta’ala yang pasti. Slogan kami di periode ini adalah sabar dan terus sabar. Tempat bergantung kami hanyalah kepada Allah ta’ala semata, walaupun pasokan listrik, air dan bahan bakar di-stop, tapi Allah ta’ala akan menggantikannya dengan yang lebih baik dan banyak. Walau musuh terus membunuh para pejuang dan pahlawan kami, tak akan membuat kami putus berpegang pada janji Allah yang pasti," tambah pernyataan Hamas yakin.
Dipetik dari www.infopalestina.com dan www.eramuslim.com
- - - - - - - —–
Apalagi yang mesti di tunggu? Ayo bantu bangsa Palestina dan penduduk Ghaza dengan do’a dan infaq terbaik kita agar mampu mengobati duka lara dan ‘kesendirian’ mereka. Kesendirian di tengah umat Islam yang jumlahnya tidak kurang dari 1,3 milyar orang di seluruh dunia. Salurkan infaq anda sekarang juga!!







