December 28, 2007

Jum’at Kelam

Filed under: PEMIKIRAN
JUM’AT TERAKHIR MASIH KELABU
 
Hari ini adalah Jum’at terakhir di tahun 2007 yang hampir saja usai. Bagi kebanyakan orang, Jum’at hari ini pasti sama dengan Jum’at-Jum’at yang lain. Sebatas rutinitas sholat Jum’at sebagaimana pekan-pekan sebelumnya. Namun tidak bagi penulis. Jum’at 29 Juni lalu, pejuang pembebasan Al-Aqsho, HAMAS, difitnah dengan kata-kata kotor oleh media Jum’at Hizbut Tahrir Indonesia, Al-Islam edisi 361, yang seharusnya tak layak dilontarkan kelompok yang mengaku berda’wah untuk syari’ah dan khilafah.
 
Tulisan ini sekaligus menjawab ‘tamu’ penulis yang mengisi komentar di kolom interaktif blog ini. Barangkali sedikit meluruskan, bahwa kata ‘kecaman’ yang ditulis ‘guest’ lebih tepat diredaksikan dengan kata ‘membongkar fitnah dan kedzoliman’. Karena penulis hanyalah mengungkap kebenaran dengan bukti-bukti nyata.
 
Tidak perlu heran, jika content dari tulisan di situs ini sebagiannya dominan mengupas sepak terjang ’saudara sendiri’ ini. Sebentar, rasanya tidak pas jika disebut ’saudara sendiri’. Sepertinya lebih tepat dengan sebutan ’saudara yang dzolim dan pengumbar fitnah’, maka biarlah para pengumbar fitnah ini bersaudara dengan sesama pengumbar fitnah. Sampai kemudian mereka berani mengakui kekeliruannya dan kebodohannya melakukan tindakan dzolim lagi buruk. Jika mereka ini bertaubat, dan meminta maaf, serta berhenti total melontarkan fitnah-fitnah dan berita dusta, barulah mereka layak dikatakan ’saudara sendiri’. Sebab ’saudara sendiri’ hanyalah mereka yang menjaga lisannya dari tuduhan dan propaganda keji kepada para mujahid dan pejuang Islam yang sholih.
 
Oleh karena itu, tak perlu bermimpi bahwa penulis akan menghentikan sebagian konsentrasinya untuk membongkar dusta-dusta dan kebohongan mereka selama mereka tetap kekeh dengan kesombongannya. Sebab oleh kesombongan itulah mereka menebar fitnah, berkata dusta, menuduh, mengumbar kebohongan, menjelek-jelekkan, tidak mau diluruskan, tidak berani mengakui kesalahannya, tidak punya nyali meminta maaf, termasuk merendahkan keimanan dan perjuangan para mujahid Islam. Ya, karena sombong adalah sifat atau perilaku yang menolak kebenaran dan meremehkan manusia. Ia menganggap dirinya yang paling hebat dan derajatnya lebih tinggi daripada orang lain.
 
Pengertian sombong dijelaskan dalam hadis Nabi SAW: al-kibru batarul-haqq wa ghamtun-nas "Sombong ialah menolak yang haq dan meremehkan orang lain", diriwayatkan oleh Imam Muslim (no.147). Dan para pelaku kesombongan ini pun sudah diancam oleh Rasulullah, berkata Ibnu Mas’ud ra: Bersabda Nabi SAW: Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada seberat biji sawi dari kesombongan. Juga telah berkata SAW: Maukah kalian aku kabarkan tentang ahli neraka? Yaitu orang-orang yang pencela, keras hati dan sombong. (HR Bukhari dalam Fathul Bari’- 4118.)

Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata, "Orang yang sombong adalah orang yang memandang dirinya sempurna segala-galanya, dia memandang orang lain rendah, meremehkannya dan menganggap orang lain itu tidak layak mengerjakan suatu urusan, dia juga sombong dari menerima kebenaran dari orang lain". (Jami’ul Ulum Wal Hikam 2/275).

Karena itulah, penulis tak pernah merasa takut dan gentar untuk tetap berjuang menumbangkan keangkuhan kelompok yang sombong lagi dzolim ini. Sampai Allah menjatuhkan keputusan-Nya terhadap mereka tak pernah memiliki rasa sesal dan upaya meminta maaf kepada umat Islam.

Oleh sebab itu, tentu penulis tak akan pernah bosan untuk membuka persoalan ini ke tengah-tengah umat hingga mereka meminta maaf atas tuduhan yang mereka lontarkan kepada para pejuang HAMAS di buletin Al-Islam mereka. Sampai mereka bertaubat kepada Allah SWT dan bersumpah kepada umat ini bahwa mereka berhenti dari perbuatan finah dan berkata dusta tentang pejuang-pejuang Islam di Palestina.

Agar pembaca bisa memahami tulisan-tulisan di situs ini, alangkah baiknya penulis kembali kutip sebagian apa yang Hizbut Tahrir Indonesia tuduhkan kepada saudara kita HAMAS. Dalam Al-Islam edisi 361, Hizbut tahrir menuliskan beberapa pernyataan sebagai berikut:

“… Pertikaian Fatah dengan Hamas sekarang ini juga membuat mereka (penduduk Palestina) berada dalam cengkeraman, karena milisi yang ada di bawah Fatah mengobarkan kekacauan terhadap Hamas di Gaza. Hamas tidak menyelesaikannya dengan bersikap sabar dan membongkar skenario tersebut kepada masyarakat. Hamas justru membalasnya dengan melakukan pembunuhan dan menumpahkan darah sampai menimpa para orang tua, wanita, dan anak-anak, bahkan pepohonan dan batu, dalam sebuah pembantaian yang sangat keji.” (paragraf 9 Al-Islam edisi 361)

“Sesungguhnya tidak adanya kesadaran politik dalam tubuh Hamas, juga perjalanannya yang tanpa disertai dengan kesadaran politik, itulah yang menyebabkan Hamas terjerumus ke dalam krisis demi krisis; bahkan sampai pada titik di mana mereka harus menumpahkan darah kaum Muslim yang tidak berdosa dengan cara zalim dan penuh permusuhan. Namun, Hamas justru menganggap dirinya melakukan kebaikan, bahkan untuk itu mereka melakukan sujud syukur kepada Allah.” (paragraf 10 Al-Islam edisi 361)

“… Sebab, terus-menerus berada di panggung sandiwara Otoritas Palestina (Fatah) dan Pemerintah (Hamas) yang berada di bawah pendudukan yang didirikan di atas tengkorak kaum Muslim yang terpenggal, nyawa kaum Muslim yang dihilangkan, dan darah-darah mereka yang ditumpahkan, terus-menerus berada dalam kondisi seperti ini, sungguh merupakan pengkhianatan kepada Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang Mukmin(paragraf 12 Al-Islam edisi 361)

Dapat disaksikan bersama, betapa mereka ini ringan lidah mengatakan sesuatu yang sangat prinsip tanpa dilandaskan dengan bukti-bukti otentik yang jujur lagi adil. Bahkan merupakan sebuah redaksi pernyataan yang tak sepantasnya dilontarkan para pengaku pejuang syari’ah dan khilafah. Bukan seperti itu umat Islam memandang HAMAS, bahkan mereka yakin dan percaya bahwa mereka ini jauh lebih mulia dalam amal dan ibadahnya di hadapan Allah ketimbang dirinya, atau bahkan dari para petinggi Hizbut Tahrir yang sepertinya takut berperang di medan jihad. Umat Islam di seluruh dunia pun menyaksikan bahwa perlawanan yang mereka lakukan adalah hak mendasar dan tak bisa ditawar-tawar atas segala penjajahan tanah air Islam oleh Israel terlaknat beserta para ‘kompradornya yang setia’.

Hanya orang buta dungu dan fasik yang kikir iman saja yang membuat kesaksian palsu dengan mengatakan bahwa HAMAS telah melakukan pembunuhan dan menumpahkan darah sampai menimpa para orang tua, wanita, dan anak-anak, bahkan pepohonan dan batu, dalam sebuah pembantaian yang sangat keji, menumpahkan darah kaum Muslim yang tidak berdosa dengan cara zalim dan penuh permusuhan, dan melakukan pengkhianatan kepada Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang Mukmin. Sayangnya orang tidak jelas dan tanpa bukti seperti ini yang dirujuk Hizbut Tahrir untuk menyebarluaskan fitnahnya ke masjid-masjid di seluruh nusantara ini lewat buletin Al-Islamnya di edisi 361.   

Hari Jum’at seolah menjadi preseden buruk dengan munculnya propaganda dari kelompok yang senang dan gemar melontarkan berita dusta ini. Belum ada permohonan maaf petinggi HTI atas fitnahnya terhadap para pejuang HAMAS di tanah jihad Palestina, 19 Oktober lalu muncul lagi fitnah lain yang tidak kalah seriusnya disebarluaskan HTI. Setidaknya artikel panjang tulisan Ata Abu Rashta, salah seorang syeikh Hizbut Tahrir Turki, tersebar di 3 situs HTI yaitu: www.hizbut-tahrir.or.id, www.syabab.com, dan www.swaramuslim.com. Dalam artikel itu mereka menuduh bahwa Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Turki terpilih Abdullah Ghul adalah para agen Amerika yang bekerja untuk kepentingan Amerika. Bahkan tanpa sungkan mereka menuduh bahwa AKP, partai yang mengantarkan Erdogan dan Ghul menjadi orang paling penting di Turki, hanyalah sebuah partai yang menggunakan jubah Islam untuk menipu umat Islam. Dalam artikel itu disebutkan:

"…Amerika sadar bahwa konfrontasi langsung kepada militer akan sangat sulit, apalagi dengan menggunakan pion partai politik, akan memiliki resiko tinggi. Maka, ia mempromosikan demokrasi untuk melemahkan kekuatan tentara. Caranya adalah dengan mempromosikan salah satu agennya memimpin pemerintahan melalui kemenangan mayoritas di parlemen yang bisa menghasilkan perundangan untuk menantang wewenang militer. Maka Amerika menunjuk Erdogan dan Abdullah Ghul, yang meninggalkan partai Virtue sejak kudeta 28 Februari yang lalu dan membentuk partai Justice and Development Party (AKP)."

Situasi di Turki saat ini adalah krisis antara dua kelompok sekuler. Kelompok yang pertama adalah kelompok yang pro Inggris dan setia terhadap ide Kemalis yang didukung oleh militer dan berusaha mempertahankan simbol presiden, dewan keamanan nasional untuk tetap berada dibawah pengaruhnya. Kelompok kedua, adalah kelompok sekuler yang pro Amerika dan berusaha menutupi agenda sekularisme dengan jubah Islam untuk menarik perhatian masyarakat muslim..”.

Kita memang punya kewajiban untuk mengingatkan kelalaian orang-orang yang mengaku berjuang untuk Islam tetapi gemar menyakiti dan dzolim kepada umat Islam itu sendiri. Namun, saat upaya nasehat telah ditempuh tetapi yang dinasehati tetap bebal dan bangga dengan kebohongannya, maka kewajiban kita pula untuk membela mereka yang teraniaya. Dan tak kalah pentingnya, kita juga punya kewajiban untuk membongkar fitnah dan dusta, serta menghancurkannya agar para pelakunya menjadi terhina di hadapan Allah dan manusia.

Genap setengah tahun Hizbut Tahrir memfitnah HAMAS, dan hampir 70 hari Hizbut Tahrir memfitnah Presiden dan Perdana Menteri Turki. Kita tunggu apa mereka berani meminta maaf kepada umat Islam??? Jangan terlalu berharap!

December 27, 2007

Natal di Ghaza

Filed under: PEMIKIRAN

NATAL DI GHAZA MENJADI BUKTI

 
Kegembiraan Natal tahun ini ternyata tak hanya menjadi moment bahagia bagi kalangan umat kristiani di Ghaza. Akan tetapi menjadi saat yang penting pula bagi para mujahid HAMAS yang memang menguasai Ghaza sejak upaya kudeta pasukan militer Fatah pertengahan tahun ini. Saat-saat penting itu terekam dari berbagai pernyataan warga kristiani yang bermukim di wilayah jantung perjuangan Palestina itu.

Sebagaimana dilansir www.eramuslim.com (27/12), Monsignor Manuel Mussalam, salah seorang pendeta Katolik Roma mengungkapkan, "Kami betul-betul merasakan kebebasan beribadah di bawah pemerintahan HAMAS. Saya tidak pernah menerima keluhan apapun dari umat Kristiani di Ghaza tentang pemerintahan HAMAS".

Basem Ayyad, salah seorang warga Kristen mengaku bahwa kehidupannya lebih baik di bawah pemerintahan HAMAS. Bahkan ia tak pernah melupakan bagaimana pemerintahan otoritas yang dipimpin HAMAS membantunya membayarkan hutangnya. Sementara Attala, warga Kristen yang berprofesi sebagai dokter di Ghaza mengatakan, "Kami tak punya masalah dengan HAMAS. Kami merasakan persaudaraan dan toleransi antar umat beragama di sini, di Ghaza". Demikian pula yang dikemukakan seorang kristiani Simon Tarazi, "Saya tak pernah merasa diganggu atau dilecehkan oleh warga Muslim". Bahkan mereka merasa bahagia dengan dikuasainya Ghaza oleh HAMAS hingga mereka bisa merayakan natal tahun ini dengan damai meski tak berlangsung meriah.

Kesederhanaan perayaan Natal tersebut bahkan merupakan kemauan mereka sendiri sebagai bentuk solidaritas warga kristiani kepada saudaranya umat Islam di Ghaza. Mereka menyatakan tidak akan menggelar perayaan yang berlebihan untuk menghormati warga muslim yang sedang mengalamai penindasan atas isolasi dan embargo yang dilakukan oleh presidennya sendiri, penjajah Israel, dan dunia internasional. Walaupun sesungguhnya bisa saja mereka merayakan Natal dengan penuh kemeriahan, "Saya bisa saja minta izin kepada Perdana Menteri Ismail Haniyah untuk menggelar perayaan natal yang meriah dan meminta Menteri Dalam Negeri untuk memberikan bantuan pengamanan, tapi kami memutuskan untuk tidak melakukan hal itu", demikian disampaikan Monsignor Mussalam.

"Kegembiraan warga muslim adalah kegembiraan kami juga. Kesedihan mereka, kesedihan kami pula. Kami mengalami krisis yang sama dan kami punya tujuan yang sama", ungkap pendeta tersebut. Ia juga menyatakan kesedihannya atas berbagai derita yang dialami saudara muslim atas penangkapan dan penganiayaan oleh penjajah Israel yang mengakibatkan banyak warga muslim Ghaza luka-luka, cacat, bahkan  meninggal dunia. Termasuk saat Idhul Adha beberapa hari sebelumnya dimana tidak sedikit warga Ghaza yang tewas oleh peluru-peluru tentara Yahudi.

Warga kristiani sadar benar bahwa kondisi saat ini di Ghaza memaksa mereka untuk lebih menunjukkan empati kepada warga muslim yang secara massal sedang terdzolimi. Namun yang tidak kalah pentingnya untuk diuangkap adalah, mereka sadar dan paham betul bahwa sumber bencana di Ghaza dan Palestina yang sesungguhnya adalah penjajah Israel beserta antek-antek yang menjadi kompradornya.

Umat Kristiani di jalur Ghaza memang tidaklah banyak, hanya sekitar 2% dari total 1,5 juta penduduknya. Namun apa yang mereka nyatakan di moment Natal tahun ini mestinya bisa membelalakkan mata dunia. Terutama bagi mereka yang dipenuhi hasad dan rasa dengki, yang dengan ringan lidah melontarkan tuduhan terhadap para pejuang dan mujahid HAMAS serta para pemimpinnya di pemerintahan Palestina. Mereka berkicau bahwa HAMAS telah berkhianat kepada Allah dengan membantai penduduknya, kaum wanita dan anak-anak. Mereka memfitnah tanpa sesal dan rasa bersalah hingga detik ini. Padahal fakta-fakta telah menjungkirkan sesumbar dan dusta mereka. Dan kebohongan mereka pun telah nyata-nyata terbongkar dengan amat memalukan. Siapa ‘mereka’ ini?? Tentu saja ‘mereka’ adalah gerombolan Hizbut Tahrir yang penuh tipu muslihat. Masih ingat apa yang tertuang di Al-Islam edisi 361?

Biarlah ‘mereka’ asyik dengan kubangan dusta yang berbuih dimulutnya. Dan biarlah mereka menikmati ‘pahala’ atas kebohongan, dusta, tuduhan keji, dan fitnah yang mereka alamatkan kepada para mujahid yang berjuang untuk menyelamatkan aqidah dan tanah airnya. Sepenggal tanah air Islam yang diberkahi dengan masjid Al-Aqsho di atasnya. Sebab, moment Natal di Ghaza telah menambah bukti bahwa kebenaran akan terungkap dan fitnah akan terhina.
 

December 19, 2007

FS Presiden

Filed under: TROPONG MEDIA

Friendster-nya PRESIDEN PKS
 

Dunia maya memang sarana hidup yang pada hari ini sangat memberikan pengaruh besar bagi masyarakat. Baik pengaruh negatif maupun positif. Bahkan bisa dikatakan, internet telah merubah wajah dunia menjadi tanpa batas, baik untuk kepentingan informasi, komunikasi, bisnis, forum per-temanan, juga tidak menutup untuk kepentingan-kepentingan buruk seperti pornografi, kejahatan penipuan lotere, termasuk propaganda yang menghancurkan. Dunia ini benar-benar menjadi sempit dengan perkembangan di era informasi ini. Sehingga peristiwa yang saat ini terjadi di suatu belahan bumi, pada detik itu pula beritanya bisa dinikmati oleh orang lain di belahan bumi lainnya. Luar biasa memang.

Aktivis da’wah memang sudah seharusnya memanfaatkan sarana ini sebanyak-banyaknya untuk kebaikan dan kepentingan da’wah. Untuk menyuarakan kebenaran dan mengkonter keburukan. Untuk mengungkap fakta dan mengenyahkan fitnah, Juga untuk menguak kebaikan-kebaikan da’wah ini yang sengaja ditutup-tutupi kebanyakan media massa yang dikuasai segolongan orang yang masih apriori dengan da’wah Islam.

Dan patut disyukuri dengan banyaknya situs-situs Islam yang memberikan banyak sekali informasi dan keilmuan yang mungkin sulit didapatkan dengan semakin terbatasnya waktu ’senggang’ kita. Sebut saja situs-situs Islam nasional seperti www.eramuslim.com, www.infopalestina.com, www.syariahonline.com, www.al-ikhwan.net, www.dakwatuna.com, dan lain-lain. telah memberikan manfaat yang luar biasa banyak kepada masyarakat luas. Bahkan jaringan struktur PKS di seluruh nusantara telah banyak memanfaatkan media maya ini untuk memaksimalkan komunikasi dan informasi kinerjanya kepada masyarakat sebagai sebuah partai da’wah. Tidak kurang dari 60 situs PKS telah eksis tersebar baik didalam negeri maupun luar negeri diantaranya. Demikian pula beberapa situs pribadi tokoh-tokoh PKS seperti www.hnw.or.id milik Dr. Hidayat Nurwahid, dan situs www.zulkieflimansyah.com milik politisi asal Banten Dr. Zulkieflimansyah.

Meskipun demikian penting untuk sarana menyampaikan Islam, dunia maya juga tak mesti diisi dengan kaku hanya berupa muatan da’wah dan politik ansich. Bisa juga memanfaatkan situs-situs umum yang cair agar bisa lebih dekat dan diterima oleh semua kalangan. Setidaknya hal ini pula yang telah dilakukan oleh beberapa petinggi PKS.

Ada yang menarik apabila saat ini Anda gemar berselanjar didunia maya. Sesekali cobalah memasuki sebuah situs yang sangat familiar di kalangan remaja dan masyarakat umum, yaitu www.friendster.com. Anda akan dapati bahwa seorang Presiden PKS, Ir. Tifatul Sembiring, yang kesibukannya seabreg luar biasa, juga menjadi salah satu pengguna situs ini. Tidak hanya itu, pendahulunya, Dr. Hidayat Nurwahid MA., yang saat ini menjadi Ketua MPR, juga menjadi pemanfaat situs yang merupakan ruang pertemanan di dunia maya.

Eits, belum selesai. Ada nama lain yang juga membuat kita tercengang, yaitu adanya foto Ust. Anis Matta dan Igo Ilham yang terpampang di situs ini, menandakan bahwa mereka juga menjadi member friendster. Kemudian, juga terdapat Ust. Ahmad Heryawan, wakil ketua DPRD DKI Jakarta yang sekaligus saat ini didaulat menjadi calon wakil gubernur Jawa Barat dari PKS. Tidak ketinggalan Calon gubernur yang diusung PKS di pilkada DKI Jakarta lalu, Adang Daradjatun, juga ada di dalamnya. Dan masih ada nama-nama lain yang sungguh di luar dugaan menjadi pengguna dan pemanfaat yang relatif cukup aktif. Jika dilihat dari waktu keanggotaan mereka, bisa diketahui bahwa membership mereka memang belumlah terlalu lama. Ust. Anis Matta dan Igo Ilham menjadi member sejak bulan Agustus 2007, sedangkan Ust. Ahmad Heryawan dan Dr. Hidayat Nurwahid ingruop sejak September 2007. Sementara Adang Daradjatun jauh lebih awal yaitu di Desember 2006, dan Presiden PKS, Ust. Tifatul Sembiring ingroup member sejak May 2006. Karena lebih awal, maka tak heran friends-box Presiden PKS ini mencapai lebih dari 2000 orang dari dua alamat friendsternya.

Informasi ini tidaklah hanya sekedar bersifat berita. Namun, tujuan penulis adalah untuk menyampaikan kepada para kader PKS bahwa saat ini jajaran petingginya di DPP benar-benar serius untuk memasuki era da’wah baru yang lebih masif dan terbuka. Kita di sini tentu tidak dalam konteks untuk mengomentari betapa ‘gaul’nya pemimpin-pemimpin PKS ini. Namun, lebih kepada menangkap semangat dan jurus jitu mereka untuk lebih dekat kepada semua kalangan masyarakat. Meski lewat dunia maya.

Hal ini terlihat sejalan dengan beberapa kebijakan partai yang ditetapkan untuk target-target kemenangan da’wah di masa yang akan datang. Bahwa salah satu strategi PKS adalah mengembangkan strategi partnership dengan merangkul seluruh komponen masyarakat yang pada akhirnya menjadikan partai ini menjadi partai terbuka untuk semua kalangan masyarakat.

Di luar point tersebut, bisa ditangkap semangat yang muncul bahwa keberadaan mereka di situs pertemanan itu seolah ingin menunjukkan kepada para kader PKS secara umum bahwa sudah sepatutnya, siapupun mereka yang notabene para kader da’wah, sudah semestinya dekat dan berada ditengah-tengah kaumnya. Tidak ekslusif dan sulit ditemui.

Ini realitas, bahwa masyarakat Indonesia tidak hanya mereka yang sering berkumpul di masjid, meski julukan sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia ini melekat kepada Indonesia. Rakyat Indonesia juga tidak hanya mereka yang bisa ditemui di majelis ta’lim, atau yang bisa dikunjungi di pasar atau pun titik-titik keramaian.

Namun faktanya ada pula kelompok masyarakat yang mereka sulit untuk ditemui di tempat-tempat yang lazim dikunjungi. Diantaranya adalah mereka para pekerja yang karena pekerjaannya banyak menghabiskan waktu di depan komputer, kalangan profesional yang hanya sempat mengakses informasi luar hanya lewat internet di notebook-nya karena sudah tak sempat meyaksikan informasi di layar kaca. Juga para kaum muda, remaja, mahasiswa, maupun pelajar yang mereka enggan membaur dengan hiruk pikuk dunia da’wah dan politik dan lebih asyik membuat komunitas-komunitas pergaulan di dunia maya.

Kelompok masyarakat kedua inilah yang mana mereka hanya melihat dan berkomentar dari jauh tentang sepak terjang PKS. Dan jumlahnya ternyata sungguh sangat banyak, sebuah medan da’wah yang tak boleh terlewatkan. Dan tentunya, mereka adalah kelompok masyarakat yang berhak dikenal, mereka juga berhak mengenal PKS beserta para petinggi-petingginya, dan mereka pun berhak untuk mendapatkan setetes hikmah dari da’wah yang diusung partai da’wah ini, terlepas mereka adalah kelompok yang memiliki hak suara di setiap proses demokrasi di negeri kita.

Efektifitas pemanfaatan fasilitas pertemanan di dunia maya ini memang belum bisa dibuktikan hasilnya. Namun setidaknya keberadaan musisi kenamaan ‘Ahmad Dhani’ dan mantan vokalis Ratu ‘Wulansari’ di friends-box friendster mereka menjadi salah satu ilustrasi bahwa keberadaan mereka di dunia maya bisa menjangkau orang-orang yang mungkin tak bisa ditemui didunia nyata. Dengan cara ini, minimal aura kesholihan bisa ditangkap dan diambil hikmahnya oleh masyarakat luas dari berbagai kalangan.

Begitulah. Mereka para petinggi partai yang jadwalnya begitu padat saja masih berusaha membuka banyak pintu untuk bisa bertemu dengan masyarakat dan konstituennya. Lantas bagaimana dengan umumnya kader yang hanya sebagai kader biasa?

Untuk memanfaatkan situs ini Anda memang harus menjadi membernya. Tidak sulit, Anda hanya perlu memiliki email pribadi sebagai syarat utama menjadi anggota. Selanjutnya, hanya dengan langkah sederhana Anda sudah bisa menemukan sebuah gerbong komunitas yang memang sangat beragam. Medan da’wah dunia maya.

December 17, 2007

Deklarasi Kebangkitan

Filed under: THULABI

D E K L A R A S I
KEBANGKITAN TARBIYAH THULLABIYAH
KOTA TANGERANG

bismillahirrahmaanirrahiim
 
Dunia ini tak pernah sepi dari para pahlawannya di setiap zaman. Dan sejarah telah menorehkan, bahwa pengawal peradaban dan agen perubahan di setiap tempat dan masa telah dipelopori dan diusung para generasi mudanya. Generasi muda yang berasal dari kalangan terdidik, baik pelajar maupun mahasiswa, mereka telah menjadi aktor utama di setiap perjuangan menuju perubahan ke arah yang lebih baik. Demikian pula dengan da’wah ini. Peran mereka tak mungkin dienyahkan dari pandangan mata.
 
Hari ini, ketika tantangan dakwah semakin komplek dan rumit, saat lahan dakwah semakin meluas, dan di saat yang sama tuntutan percepatan atas kebutuhantandzimy dan amal khidamy tak mungkin ditunda-tunda lagi. Maka kalangan thulabiyah adalah salah satu segmen yang paling urgen dan strategis untuk menjawab setiap tantangan-tantangan di atas.
 
Meraka adalah kelompok yang secara pokok memiliki dua fungsi, yaitu sebagai anashiruttaghyir atau agen perubahan (dimana citra ini akan melekat selamanya). Sedangkan fungsi pokok yang kedua adalah sebagai iron-stock. Yang mau tidak mau, suka atau tidak suka akan menggantikan generasi sebelumnya saat masanya tiba.
 
Oleh karena itu, kita semua menyadari bahwa kita tak akan mungkin membiarkan mereka takluk dan tergilas oleh keganasan zaman. Kita tak mungkin rela izzah dan iman mereka tergerus oleh tipu muslihat dunia. Hanya karena kelemahan mereka yang disebabkan kelalaian dan lengahnya kita pada saat ini. Allah SWT. pun telah memperingatkan kita:
 
Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan mereka). Oleh karena itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”. (QS. An Nisa: 9)
 
Maka sebaliknya, saat ini maupun di masa yang akan datang, kita membutuhkan generasi yang kuat jasadnya, kaya ilmunya, dan cerdas fikriyahnya untuk mengemban amanah da’wah yang tidak semakin ringan. Kita memerlukan generasi yang cinta kepada umatnya, empati pada derita rakyatnya, dan rela menginfakkan hidupnya untuk dakwah dan tarbiyah ini. Yang akan mampu membimbing masyarakatnya untuk bersimpuh dan kembali taat kapada -Nya.
 
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”(QS. Al Hasyr: 18).
 
Oleh karena itu, atas dasar pemikiran tersebut dan dengan berlandaskan tekad yang kuat, amal da’wah yang berkelanjutan, serta niat yang ikhlas karena Allah semata, maka kami seluruh kader da’wah Kota Tangerang menancapkan komitmen secara mendalam untuk:
  1. Bertekad menyuburkan kembali, menggairahkan kembali, dan membangkitkan kembali da’wah dan tarbiyah thullabiyah demi mencetak generasi pengganti yang kuat keimanannya, jasadiyahnya, dan fikriyahnya untuk menerima tongkat estafet da’wah di masa yang akan datang.
  2. Menggalang segenap potensi, menyumbangkan sekecil apapun kontribusi, dan menginfakkan pengorbanan apapun yang sesuai, demi menjamin meluasnya, pulihnya, terjaganya, dan berkesinambungannya da’wah dan tarbiyah thullabiyah.
  3. Berupaya mewujudkan mimpi dan cita-cita lahirnya generasi sholih dari rahim da’wah ini, yang siap menjadi pengawal peradaban rabbaniyah serta mampu menjadi pemimpin umat dan masyarakatnya.
  4. Menjadikan Kota Tangerang sebagai ladang sekaligus lumbung bagi tumbuh dan lahirnya kader-kader berkualitas yang memiliki ketokohan intelaktualitas dan tarbawiyah.
  5. Menyandarkan segala sesuatunya kepada Allah SWT, atas ikhtiar yang telah dilakukan dan atas amal da’wah yang sungguh-sungguh, denganar-rajaa’ dan do’a yang tiada putus-putusnya.

Semoga Allah yang Maha Perkasa dan Pengampun serta Dzat yang mengusai jagat raya ini senantiasa meridhoi, membimbing, dan memudahkan langkah mulia ini. Amiin.

Kota Tangerang, 16 Desember 2007

December 13, 2007

Pertanyaan Terselubung

Filed under: SIYASAH

USIKAN DARI HUMAS HTI TANGERANG

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan email dari seseorang bernama Dedi Mustofa yang mengatasnamakan dirinya sebagai Humas Hizbut Tahrir Indonesia Daerah Tangerang. Demikian tulisan emailnya:

"Sudah saya tanyakan ke Bang Ruhama dan Pak Sulthoni tentang pernyataan resmi PKS kab tangerang tentang dukungan PDS ke Jazuli tetapi sampai sekarang saya belum dapat. antum bisa usahakan? Syukron hubungi saya di 021-93555254 selalu online."

Saya tidak tahu persis apa maksud dari email diatas. Email ini pun saya diamkan, sebab yang ada dalam benak saya tidak ada yang lain kecuali ‘prasangka’ bahwa Sdr. Dedi Mustofa ini punya maksud lain yang terselubung di balik pertanyaan ini. Alasannya saya demikian jelas, semenjak lontaran fitnah, tuduhan keji, dan ungkapan-ungkapan bohong yang dilontarkannya kepada para mujahid HAMAS, dan yang baru-baru ini terhadap seorang pemimpin umat yang sholih Recep Tayyip Erdogan sang Perdana Menteri Turki, sudah cukup menjadi alasan bagi saya bahwa lebih baik mendahulukan ‘dzon’ untuk menyikapi orang-orang yang gemar berbuat buruk. Karenanya saya menunggu, untuk membuktikan bahwa ‘prasangka’ saya benar adanya.

Selang beberapa hari, saya mendapatkan forward email dari seorang sahabat di jalan da’wah. Ternyata beliau lebih dahulu mendapatkan email dari seorang yang mengaku humas HTI Tangerang itu. Bahkan sudah beberapa kali berbalasan email. Dari situ akhirnya saya menemukan bukti kebenaran ‘prasangka’ saya diatas bahwa ada maksud lain terselubung dari pertanyaan di emailnya.

Di email yang kedua tertulis sebagai berikut:

"Artinya semua jawaban antum ini adalah jawaban pribadi. Dan saya pun sudah mendapatkan sekian puluh jawaban versi pribadi dan semuanya tidak seragam…"

Tentu bisa diterka apa maknanya dari pernyataan "…sekian puluh jawaban versi pribadi.." ini. Sdr. Dedi Mustofa ini sedang mencoba bersilat lidah. Dan terkesan ingin menyatakan bahwa puluhan jawaban itu tidak ada artinya. Jelas, tujuannya memang bukan untuk tabayyun atau klarifikasi.

Sedangkan di emailnya yang ketiga tertulis:

"Ketika Ibu Atut berkoalisi dengan PDS pada saat pilgub Banten 8 bulan yang lalu. Koalisi ini menjadi senjata ampuh teman-teman PKS untuk menyerang Atut krn PKS mendukung Zul-Marisa Haq. Makanya saya butuh dalil tentang kebolehan itu, kenapa dulu tidak boleh."

Persoalan data dan fakta memang selalu lemah dijadikan landasan oleh kader-kader HT untuk menyudutkan pihak lain. Alangkah baiknya jika sebutan "… menjadi senjata ampuh teman-teman PKS untuk menyerang Atut" bisa dibeberkan bukti-buktinya. Lemah dan mengada-ada Humas HTI ini. Sangat bodoh dan terbelakangnya PKS, sebagai partai Islam yang bersih dan berakhlak, apabila memanfaatkan model-model kampanye dengan cara-cara yang rendah seperti itu. Masyarakat luas mengetahui, bahwa PKS bukanlah partai yang mau melakukan hal-hal seperti itu. Justru PKS lah yang dihantam habis-habisan dengan munculnya banyak selebaran gelap yang menyudutkan dan memfitnah. Orang pintar menyebutnya ‘black campaign’.

Sekali lagi, masyarakat mengetahui realita ini, kecuali kelompok tertentu yang dipicikkan mata dan hatinya karena hasad dan dengki. Oleh karena itu, silahkan beberkan bukti-buktinya jika pernyataan sdr. Dedi Mustofa ini benar. Jangan hanya asal memfitnah.

Kemudian di email yang terakhir dituliskan sebagai berikut:

"… Sebenarnya pertanyaan saya sederhana yaitu ‘DALIL’."

Kalimat inilah yang dari awal saya prediksikan bakal keluar di email ‘penutup’. Tujuannya adalah agar seolah-olah orang-orang yang ditanya itu tak bisa memberikan jawaban yang memuaskan, sebaliknya tampak membingungkan dan seolah kabur. Sehingga kesan yang ingin dimunculkan adalah seolah-olah orang-orang PKS ini lemah kemampuan untuk menjelaskan pertanyaan-pertanyaan sederhana. Dan mungkin akan dijadikan ‘alat jualan’nya untuk ‘black campaign’ kepada masyarakat umum bahwa PKS tidak berpijak kepada dalil-dalil syariah dalam kebijakan partainya.

Jika yang diniatkan sdr. Humas HTI ini adalah dalam rangka memojokkan PKS, maka jawaban sepanjang-lebar apa pun tidak bakal bakal ‘memuaskan’ baginya. Ini seperti kejadian salah seorang aktivis akhwat HTI di sebuah perguruan tinggi di Kota Tangerang bulan Ramadhan lalu, saat sebuah lembaga amil zakat Tangerang memberikan presentasi dan kajian taktis tentang Zakat.

Akhwat tersebut begitu ngotot meminta ‘dalil’ yang jelas (tekstual) mengenai hukum ZAKAT PROFESI yang merupakan salah satu point zakat yang dijelaskan narasumber. Meski telah diberikan dalil-dalilnya, termasuk akhwat tersebut diminta melihat lebih cermat di kitab zakat yang ditulis Dr. Yusuf Qaradhawi. Tetap, akhwat itu bersikeras mengejar narasumber tersebut sampai benar-benar nampak bertujuan ‘mempermalukan’ di depan audiens yang lain. Padahal audiens lainnya sudah merasa puas dengan dalil-dalil Al-Qur’an yang dipaparkan. Akibatnya, suasana kajian Ramadhan menjadi tidak sejuk lagi, gara-gara aksi ‘so’ ndalil’ si akhwat HTI, padahal sudah dijelaskan dengan gamblang.

Persolannya sederhana, ‘apakah ada dalilnya Zakat Profesi itu’? Secara tekstual memang tidak disebutkan dalam AL-Qur’an dan Al-Hadits, bahkan Rasulullah tidak pernah mencontohkannya secara implisit selama hidupnya. Dari kalangan ulama ada yang berbeda pendapat dalam masalah ini. Hal itu bisa saja diterima. Akan tetapi Dr. Yusuf Qaradhawi cukup ‘clear’ menjelaskan dalil-dalil qiyas dan ijtihadnya di dalam kitab zakat karangannya. Lantas kalo seseorang sekelas akhwat HTI di kampus tersebut ‘meremehkan’ kualitas Dr. Yusuf Qaradhawi sebagai ketua Asosiasi Ulama Islam Internasional, maka bagaimana saya mengakui kualitas Taqiyudin An-Nabhani yang tidak memiliki gelar doktor, apalagi Ismail Yusanto yang cuma insinyur? Atau apalagi seorang akhwat HTI atau sdr. Dedi ini?

Saya sebagai orang yang bodoh dalam syari’ah, saya cukup bisa memahami. Bagi saya ini adalah masalah yang sangat sederhana, meski prinsipil. Bagaimana mungkin seorang petani yang penghasilannya setengah tahun sekali, dengan 6 bulan bersusah payah terlebih dahulu, mandi keringat, dan terbakar matahari, mereka harus mengeluarkan zakat pertanian. Lantas mengapa orang HTI berang jika perintah zakat juga melekat padanya?

Apakah hanya karena kata; dosen, IT programer, accuntan, konsultan, karyawan, dokter, dan penerbang, tidak disebut dalam Al-Qur’an atau hadits? Padahal gajinya lebih besar dari petani, tenaganya jauuuuh lebih ringan dari petani, kulitnya juga tak terbakar matahari, kerjanya di ruang yang dingin hingga keringatnya nyaris tak pernah keluar. Lantas orang-orang HT yang berprofesi seperti ini mau lari dari tanggung jawab syari’at membayar zakat? Aneh. Mengapa kita harus menjelaskan kembali kepada orang HT (yang katanya lekat dengan kata ’syari’at’) bahwa Al-Qur’an tak mungkin membahas semua persoalan umat manusia dengan detil, dan tak mungkin rasulullah mengeluarkan sabda untuk hal-hal yang belum ada pada zamannya? Apakah kata KRL, monorel, ‘komputer’ dan ‘kompor gas’ juga harus masuk dalam Al-Qur’an dan Hadits?? Bukankah Rasulullah pernah mengatakan " …kalian lebih menguasai urusan dunia kalian"

Kenapa Allah menyebutnya sebagai ‘Zakat Pertanian’, bukan zakat persawahan, bukan zakat per-padi-an, bukan zakat per-bawang-merah-an, atau bukan pula zakat per-tebu-an??? ya karena kata pertanian itu menunjuk kepada cakupan umum aktivitas pertanian. Artinya perintah zakat dalam konteks pertanian sebagai pekerjaan. Saya tegaskan, petani sebagai PROFESI. Allah SWT. berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah sebagian dari kasabmu (PENGHASILANMU) yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.” (QS Al-Baqarah)

Bisa disaksikan bahwa Al-Quran menggunakan kata kasab untuk menyebut penghasilan atau profesi. Hal ini sejalan dengan bahasa arabnya zakat profesi adalah kasab (www.syariahonline.com). Dengan demikian, maka sesungguhnya yang mewajibkan zakat profesi atau zakat penghasilan adalah Al-Quran. Jelas! Sayangnya, karena motivasi pertanyaannya bukan kepada esensi materi apa yang dipertanyakan, tetapi lebih kepada ‘apa yang terselubung’ maka jawaban-jawaban yang telah disampaikan pun seolah tampak mengambang dan tidak ‘clear’.

Kembali kepada thema awal yang ingin saya garis bawahi, apa sebenarnya niat dan motif sdr. Dedi Mustofa ini sehingga di tulisan email terakhir berbeda ‘muatan’ dari email awal? Mohon maaf, jika dari tulisan pertanyaan Humas HTI ini saya harus menyimpulkan bahwa kata ’sederhana’ dan ‘DALIL…’ secara eksplisit kalimat tersebut bernada merendahkan dan melecehkan.

Meskipun kalimat email awalnya kalimat bertanya, seolah ingin mencari pengetahuan, namun sebetulnya (dzon saya) niatan sdr. Dedi hanya ingin menge-test dan memancing orang lain. Apalagi bumbu-bumbu fitnah pun muncrat di emailnya yang ke-3 yang menyatakan,

"… Koalisi ini menjadi senjata ampuh teman-teman PKS untuk menyerang Atut krn PKS mendukung Zul-Marisa Haq…"

Bagi saya, orang semacam Dedi Mustofa ini tidaklah secerdas yang orang kira mengenai syari’ah. Apalagi setelah saya akhirnya mendapatkan email ‘penutup’ yang saya tunggu-tunggu. Saya mendapatkan kebenaran dari ‘prasangka’ saya. Jadi, sekarang justru saya yang mentertawakan maksud terselubung Humas HTI ini. Modelnya mudah ditebak dan diterka. Makanya tolong lain kali coba cari methode lain lah. (Mohon maaf) terlalu ‘cemen’ kalau kata adik saya.

Padahal kalau saya tanya balik kepadanya, saya yakin sdr. Dedi ini akan gelagapan dan kelabakan. Dua pertanyaan saja, "Apa dalilnya Hizbut Tahrir menetapkan syarat bahwa khilafah itu tidak mungkin bahkan tidak boleh datang kecuali lewat jalan tholabun nushrah (meminta perlindungan), dan siapa saja yang berjuang ke arah khilafah tanpa lewat jalan ini maka perjuangannya adalah batil dan tertolak???" Lantas, Bagaimana dengan pernyataan Ismail Yusanto yang mengatakan bahwa khilafah akan ditetapkan dengan sistem partai-partai Islam, apa dalil tekstualnya?

Silahkan Anda jelaskan kepada saya. Atau bahkan Anda belum tahu dan belum dengar syarat ‘tholabun nushrah’ dalam doktrin Hizbut Tahrir? Kalau iya, berarti Anda belumlah menjadi siapa-siapa di HTI karena hal ini adalah sebuah prinsip yang sangat krusial dan mendasar bagi Hizbut Tahrir.
 

December 6, 2007

Erdogan Difitnah

Filed under: PEMIKIRAN

GILIRAN PM. TURKI DI FITNAH HTI


Masih kuat dalam ingatan kita bagaimana Hizbut Tahrir Indonesia lewat Al-Islam edisi 361 memfitnah pemerintahan HAMAS dengan fitnah dan tuduhan yang keji. Hingg saat ini pimpinan HTI masih takut mengakui kasalahan dan keburukan perangainya. Begitulah watak dasar para pecundang. Tanggal 19 Oktober 2007 lalu, penulis kembali terhenyak menemukan untuk yang kesekian kalinya tulisan HTI yang menistakan para aktivis dakwah. Jika sebelumnya pemerintah HAMAS, maka kali ini yang difitnah adalah PM. Turki, Recep Tayyip Erdogan, dan AKP-nya yang didominasi kaum muda aktifis Islam.

Dengan tangan yang ringan, redaksi situs HTI tersebut menampilkan tulisan salah seorang syeikh Hizbut Tahrir Turki, Ata Abu Rashta, yang sudah dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia. Bagian sangat penting yang menarik perhatian penulis adalah kalimat konyol yang dicatut secara serampangan mengenai PM. Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Abdullah Ghul yang saat ini berhasil menduduki kursi Kepresidenan sejak Pemilu Turki beberapa waktu lalu. Seperti biasa, dengan tanpa didukung sumber yang terpercaya, tulisan yang dengan bangga disebarluaskan HTI ini menyebutkan:

…Amerika sadar bahwa konfrontasi langsung kepada militer akan sangat sulit, apalagi dengan menggunakan pion partai politik, akan memiliki resiko tinggi. Maka, ia mempromosikan demokrasi untuk melemahkan kekuatan tentara. Caranya adalah dengan mempromosikan salah satu agennya memimpin pemerintahan melalui kemenangan mayoritas di parlemen yang bisa menghasilkan perundangan untuk menantang wewenang militer. Maka Amerika menunjuk Erdogan dan Abdulla Gul, yang meninggalkan partai Virtue sejak kudeta 28 February yang lalu dan membentuk partai Justice and Development Party (AKP). AKP yang dipimpin Erdogan mirip dengan karakter pemikiran Ozal yang juga pengikut Sufi. Meskipun Erdogan adalah sekuler ia juga memiliki sentimen keislaman. Amerika telah mempengaruhi Erdogan sejak ia menjadi walikota Istambul. Meskipun Erdogan sempat diadili akibat beberapa puisi yang ia buat, Erdogan tetap aktif dalam usahanya bersahabat dengan Amerika…”

Satu penggal paragraf dari tulisan yang sangat panjang ini sudah cukup bagi penulis untuk memahami tulisan Syeikh Ata Abu Rashta yang dengan bangga dan yakin di sebar luaskan HTI. Bahwa ‘ngalor-ngidul’nya ulasan tersebut sejatinya sedang membidik kader terbaik partai berbasis massa Islam moderat Adalet ve Kalkinma Partisi AKP, dengan fitnah keji yang tidak berdasarkan prinsip-prinsip syari’ah dalam muamalah Islam. Sayangnya ‘novel fiksi’ ini seolah begitu dibanggakan oleh HT hingga ‘wajib’ disebarluaskan untuk menunjukkan orang lain (apapun upaya perjuangannya memperjuangkan islam) adalah salah sedangkan HT benar dan tak mungkin salah.

Kalimat yang sangat miris dalam paragraf itu adalah betapa ringannya syeikh Hizbut Tahrir itu menuliskan,

… Caranya adalah dengan mempromosikan salah satu agennya memimpin pemerintahan melalui kemenangan mayoritas di parlemen yang bisa menghasilkan perundangan untuk menantang wewenang militer. Maka Amerika menunjuk Erdogan dan Abdulla Gul ..”.

Jadi, PM. Turki yang telah menjalankan amanah sejak 2003 itu dituduh seorang agen Amerika oleh syeikh Hizbut Tahrir tersebut. Juga termasuk Abdullah Ghul yang saat tulisan ini dibuat sedang memegang amanah sebagai Menteri Luar Negeri Turki. Dan untuk menguatkan tuduhannya itu (agar seolah-olah tuduhannya benar), dibagian kesimpulan dituliskan bahwa Erdogan dan AKP-nya adalah partai sekuler berjubah Islam untuk menipu masyarakat,

Situasi di Turki saat ini adalah krisis antara dua kelompok sekuler. Kelompok yang pertama adalah kelompok yang pro Inggris dan setia terhadap ide Kemalis yang didukung oleh militer dan berusaha mempertahankan simbol presiden, dewan keamanan nasional untuk tetap berada dibawah pengaruhnya. Kelompok kedua, adalah kelompok sekuler yang pro Amerika dan berusaha menutupi agenda sekularisme dengan jubah Islam untuk menarik perhatian masyarakat muslim..”.

Dan HTI menyebarluaskannya, klop sudah bukti nyata kedengkian Hizbut Tahrir kepada para aktifis da’wah diluar kelompoknya. Apakah benar fitnah ini?? Bahwa perjalanan politik Erdogan, pemimpin yang disegani baik lawan maupun kawan itu, adalah buah dari ketaatanya kepada Amerika sebagai agen negeri Paman Sam tersebut? Demikian pula dengan Abdullah Ghul? Mari kita bongkar siapa gerangan sebenarnya yang dusta dan benar!

Mengenal Recep Tayyip Erdogan

PM. Turki yang baik ini lahir di Istanbul pada 26 Februari 1954 dari keluarga kelas menengah, dan kemudian menikah pada 4 Juli 1978 dengan Emine Erdoğan - Gülbaran yang dilahirkan di Siirt tahun 1955. Dari pernikahan tersebut Erdogan dikarunia 2 orang anak, yaitu Ahmet Burak dan Necmeddin Bilâl.

Langkah politiknya dimulai sejak dia masuk ke partai islamis Milli Selâmet Partisi (MSP), atau Partai Keselamatan Nasional pimpinan Necmettin Erbakan yang kini telah dibubarkan. Kemudian bersama para bekas anggota MSP, ia mendirikan Partai Kesejahteraan (Refah Partisi) pasca kudeta militer 1980, dan menjadi ketuanya pada tahun 1985. Dan pada tahun 1991 ia terpilih sebagai anggota Dewan Nasional Agung.

Debutnya sebagai pelayan masyarakat dimulai ketika dirinya terpilih sebagai walikota di wilayah kosmopolitan Beyoglu di Istanbul tahun 1985. Keberhasilan Partai refah menjadi mayoritas di Turki pada tahun 1994, mengantarkan dirinya menduduki posisi walikota Istanbul Raya dan Presiden Dewan Metropolitan Istanbul Raya.

Erdogan terkenal sebagai seorang yang efektif dan populis dalam menata administrasi pemerintahan ko Istanbul. Ia memperindah wajah kotanya dan membangun prasarana serta jalur-jalur transportasi yang menjangkau hampir seluruh wilayah tersebut. Prestasi-prestasi kepemimpinannya yang sangat dikenang warga Istanbul adalah kesuksesannya menyediakan air bersih untuk seluruh penduduk kota, penertiban tatakota dan pembangunan, menanggulangi pencemaran dan polusi udara dengan penanaman ribuan pohon di jalan-jalan kota.

Erdogan juga secara tegas melarang peredaran minuman keras diseluruh wilayah kontrol Walikota Istanbul. Tidak sampai disitu, ia juga memerangi berbagai praktek prostitusi dengan memberikan pekerjaan terhormat kepada para wanita yang tersesat menjadi pekerja seks komersial. Maka tidak heran Erdogan menjadi pemimpin dan politisi yang sangat populer dan dikagumi masyarakat luas, tidak hanya warga Istanbul. Tetapi merambah ke seantero wilayah Turki.

Tanggal 28 Februari 1997 terjadi kudeta militer yang menumbangkan pemerintahan Erbakan. Partai Refah pun dibubarkan oleh militer. Para anggotanya kembali mendirikan Partai Fadhilah, sementara pemimpin Partai Refah, Necmettin Erbakan dilarang melakukan aktifitas Politik lagi. Tahun 1999 Partai fadhilah mengalami nasib serupa, dibubarkan oleh Mahkamah Militer karena dituduh berideologi anti-sekulerisme. Turki pun mengalami krisis politik yang serius. Oleh karena itu, pada Agustus 2001 Erdogan mendeklarasikan berdirinya Adalet ve Kalkinma Partisi (AKP) atau Partai Keadilan Pembangunan yang berhaluan Islam moderat dengan dukungan mayoritas aktivis kaum muda Islam. Dengan popularitas kesuksesannya selama menjabat sebagai walikota Istanbul, Ia berhasil mengantarkan AKP pada posisi kemenangan sebesar 34.1% pada pemilu 3 November 2002. AKP diyakini masyarakat Turki sebagai cahaya yang akan menerangi kegelapan. Dan di tahun 2003 Erdogan dilantik menjadi Perdana Menteri Turki.

Erdogan sang Perdana Menteri

Mengapa popularitas AKP demikian tak terbendung, bahkan oleh kekuatan militer yang mendewakan sekulerisme Turki?? Jawaban pastinya bukan lantaran campur tangan Amerika sebagaimana Hizbut Tahrir tuduhkan. Sepak terjang Erdogan sebagai PM. Turki menjadi salah satu penyebab kuat kemenangan partai yang menyebarkan nilai-nilai Islami itu di pemilu Turki tahun 2007 ini.

Amran Nasution, anggota Institute for Policy Studies (IPS) Jakarta sekaligus mantan Redaktur majalah TEMPO dan GATRA menggambarkan langkah kebijakan Erdogan sebagai PM Turki dalam kurun 2003-2007. Diungkapkannya, meski lahir dari Partai yang dipimpinnya, namun Erdogan dan Ghul sangat berbeda dengan Erbakan pendahulunya. Jika Erbakan dikenal sebagai politisi Islam yang terlalu kasar, keras dan terburu-buru dalam memasukkan unsur Islam dalam politik Turki, maka Erdogan dan Ghul dikenal sebagai politikus Islam yang lebih cerdik, sabar, dan tidak meledak-ledak.

Langkahnya manis membuat semua pihak tidak merasa terancam, perlahan-lahan Islam beserta nilai-nilainya pun semakin mendapatkan tempat semestinya di negeri itu. Amran menuliskan,

Dan ’’keajaiban’’ itu pun terjadi. Begitu dipegang Perdana Menteri Erdogan, ekonomi Turki yang morat-marit, segera pulih. Inflasi terkendali dan menurun tajam: sekarang di bawah 8%/tahun. Mata uang Lira menguat. Perekonomian tumbuh konsisten 7 sampai 8%/tahun. Maka kota-kota pun berubah: gedung jangkung bertumbuhan. Dan semua itu terjadi dalam tempo tak sampai lima tahun.

Lanjutnya, semenjak kepemimpinan Erdogan Turki dibanjiri konglomerat baru dari kalangan Islam yang umumnya adalah kaum pendatang yang berasal dari pedesaan. Memang mayoritas pendukung AKP adalah dari masyarakat pedesaan. Kombassan Holding milik Hasjim Bayram, konglomerat top di Turki adalah yang paling fenomenal. Diceritakannya, bahwa mulanya Hasyim cuma guru di sebuah sekolah Islam di kotanya, Konya. Ia memulai bisnis dengan membuka percetakan kecil pada 1989. Sementara saat ini, Kombassan telah menggurita mulai dari bisnis otomotif, elektronik, konstruksi, tekstil, petroleum, pusat perbelanjaan, dan makanan. Perusahaannya pun melebar ke mancanegara.

Selain itu, selama ini perekonomian Turki dipegang kaum sekuler yang mapan karena puluhan tahun berkuasa dan kebanyakan tinggal di kota. Setelah AKP berkuasa banyak konglomerat yang selama ini terlalu bergantung pada kekuasaan langsung rontok. Tak aneh kalau Deniz Baykal, pemimpin partai oposisi CHP, menuduh pemerintah Erdogan mengembangkan ekonomi berbasis Islam.

Langkah ke Uni Eropa, menerima HAM, menegakkan demokrasi, menerapkan pasar bebas, semua ini membuat kebangkitan politik Islam di Turki memberi nuansa berbeda. Mengenai langkah Erdogan yang tak bergeming untuk tetap memperjuangkan asimilasi Turki ke UE sesungguhnya sejalan dengan apa yang dikembangkan para khalifah Utsmaniyah. Dimana mereka mengupayakan terjadinya hubungan yang harmonis antara Timur dengan Barat, dengan kata lain antara Islam dengan budayanya dan Kristen dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Wilayah Turki memang terletak sebagai pintu gerbang yang menghubungkan dunia Barat dan Timur.

Michael Rubin dari American Enterprise Institute, pada 2005, menulis di Middle East Quarterly, menguraikan betapa konsistennya AKP dalam soal jilbab, minuman keras, sampai hubungan dengan Israel. Erdogan mengajukan proposal agar pelajar sekolah Islam dipermudah masuk ke perguruan tinggi negeri yang sekuler. Erdogan juga mengusulkan peraturan yang menyamakan sekolah sekuler dengan sekolah Islam, kenaikan pajak alkohol, ancaman hukuman untuk perzinahan, jilbab, dan sebagainya.

Lantas bagaimana dengan politik luar negeri PM Erdogan? Patut dicatat bahwa sejak Erdogan menjadi Perdana Menteri, sudah berkali-kali secara terbuka dia menuduh Israel sebagai negara teroris. Padahal pemerintahan sekuler Turki sebelum-sebelumnya punya hubungan baik dengan Israel.

Tuduhan seberani itu bahkan tak pernah terdengar dari para pemimpin negara berpenduduk Muslim lainnya –Presiden SBY, misalnya– sekali pun apa yang dilakukan tentara Israel kepada penduduk Palestina, jelas tindakan terorisme,” lanjut Amran.

Pada 13 Juli 2004, Erdogan menolak kedatangan Deputi Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert, ke Ankara. Tapi di hari yang sama ia menerima kedatangan Perdana Menteri Syria, Muhammad Naji al-Utri. Bukan cuma itu. Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad – musuh besar Presiden Bush itu – disambut hangat di Ankara. Begitu pula Khalid Messal, salah seorang pimpinan tinggi Hamas yang tinggal di luar negeri.

Mantan redaktur majalah GATRA itu menambahkan, “Hubungan dengan Presiden Bush dingin, terutama setelah Erdogan berani menolak lapangan terbangnya digunakan pasukan Amerika sebagai pangkalan dalam penyerbuan ke Iraq, 2003. Turki berkali-kali memperingatkan Amerika, karena pesawat terbangnya yang beroperasi di Iraq, melintasi perbatasan Turki. Belakangan Turki menyampaikan protes setelah terbukti senjata Amerika untuk tentara Iraq, banyak merembes dan dipakai gerilyawan Kurdi di Turki.”

Fakta-fakta diatas sungguh sangat cukup untuk menjungkirbalikkan kedustaan tulisan Syeikh Ata Abu Rashta yang dirujuk dan disebarluaskan oleh HTI. Tidak ada segorespun perjalanan politik dan dakwah Erdogan yang bersinggungan dan menghamba kepada Amerika. Lantas darimana dasarnya Hizbut Tahrir dan domba-dombanya menuduh seorang pemimpin negara dengan tuduhan seorang agen negara kafir agressor?

Bukti-bukti diatas sungguh membongkar dusta dan fitnah HTI untuk yang kesekian kalinya. Erdogan bukanlah seorang agen Amerika, bahkan ia rela mendekam dipenjara selama 4 bulan lantaran membangkitkan relung keagamaan lewat puisinya,

… masjid adalah barakku

… kubah adalah topi bajaku

… menara bayonetku

… dan iman adalah serdaduku.

Padahal saat itu dia adalah seorang Walikota Istanbul. Lantas bagaimana dengan kalian wahai orang-orang Hizbut Tahrir yang suka hasad, iri, serta dengki??? Kalian memang berfikrah kerdil dan menyedihkan!!

Nantikan tulisan penulis berikutnya dengan judul ‘Ismail Yusanto seorang Agen Intelijen’.
 

December 5, 2007

Bicara Sospol

Filed under: THULABI

DA’WAH ADK DI MIMBAR SOSPOL


Seorang teman bertanya kepada saya, "mau ngapain kita di wajihah ammah? Kenapa kita juga harus berda’wah lewat wajihah ammah? Apakah beda seorang aktivis da’wah dengan selainnya di wajihah ini? Bagaimana agar ide dan pemikiran kita bisa diterima dengan baik?" Demikian beberapa pertanyaannya. 

Sejauh pemahaman saya, Bidang Sospol di kampus secara otomatis terkait erat dengan segala bentuk kepentingan yang ber’bau’ sosial dan politik. Sesuai dengan namanya. Tentu dalam pengertian sosial-politik internal dan sosial-politik eksternal kampus. Dan bidang ini yang menurut saya saat sekarang sangat strategis dan urgent untuk dipertajam.

Sosial-Politik Internal Kampus

Kondisi sosial dan dunia politik di lingkungan internal kampus cukup luas dan beragam. Meski tidak sekompleks jika dibandingkan di kehidupan masyarakat sesungguhnya. Diantaranya bisa terkait dengan issu-issu kepuasan mahasiswa terhadap fasilitas kampus. Hal ini sebagai akibat dan konsekuensi terkait dengan uang reguler yang mereka bayarkan kepada pihak institusi, seperti uang semesteran, uang sidang, uang SKS, uang bimbingan skripsi, dan lain-lain. Karenanya sangat penting bagi seseorang yang diamanahi memegang kendali bidang sosial dan politik kampus menguasai informasi lalu-lintas pungutan keuangan dan fasilitas yang disodorkan pihak pengelola pendidikan. Karena hal ini terkait dengan sesuatu yang sangat mendasar, yaitu ‘hak dan kewajiban’ para mahasiswa.

Demikian pula bidang ini memiliki peran untuk melakukan pengkajian terhadap berbagai kebijakan-kebijakan kampus. Laiknya masyarakat umum, kehidupan kampus juga tidak sepi dari munculnya kebijakan-kebijakan aneh yang tak menguntungkan mahasiswa. Dari mulai rendahnya kualitas pelayanan pendidikan, cepatnya kenaikan biaya pendidikan, sampai dengan manajemen yang tertutup dan tidak transparan. Bidang ini harus leading dalam merespon kemunculan kebijakan yang tak berpihak kepada mahasiswa. Mengolahnya menjadi issu bersama dan menjadikannya spirit untuk mengeluarkan sikap sebagai sikap mahasiswa secara menyeluruh. Merancang strategi negosiasi, melakukan telaah data, dan mendesign tribulasi gerak mahasiswa diinternal kampus. Bahkan sampai ketika harus dalam bentuk mimbar bebas, demonstrasi. Tentu yang dimaksud adalah demonstrasi yang cerdas dan jauh dari anarki.

Tanggal 6 Agustus 2004, ratusan mahasiswa UNS berunjuk rasa menentang kenaikan SPP dan pungutan biaya pendidikan yang dikenakan kepada mahasiswa baru yang ditetapkan oleh rektorat.  Demikian pula yang terjadi sebelumnya di Unsyiah Banda Aceh Februari 2005 lalu. Sekitar 500 mahasiwa menggelar demo menuntut mundur rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Abdi A. Wahab, karena dinilai tidak sensitif dan tidak peduli terhadap kesulitan para mahasiswanya akibat musibah Tsunami yang melanda Aceh akhir tahun 2004.

Di IAIN Imam Bonjol mahasiswa berunjuk rasa gara-gara interfensi pemerintah, dalam hal ini Menteri Agama Maftuh Basyuni, yang meminta proses ulang pemilihan rektor. Kejadiannya di bulan Agustus 2006. Hal yang sama juga terjadi di Universitas Padjadjaran Bandung, April 2007. Ratusan mahasiswa menggelar demo usai pelantikan rektor baru yang mencoba mengesampingkan peran mahasiswa. Melalui BEM kampus mereka menuntut pelibatan mahasiswa dalam merancang rencana dan strategi kampus UNPAD. Mahasiswa juga menyodorkan 10 agenda reformasi yang harus dijalankan oleh rektor baru terpilih. Isi dari 10 agenda reformasi tersebut ialah; tidak menaikkan biaya pendidikan, tingkatkan kesejahteraan dosen dan karyawan, tolak komersialisasi pendidikan, tingkatkan kualitas dosen, realisasi dana kemahasiswaan, wujudkan demokratisasi kampus, birokrasi yang efektif dan efesien serta terbuka, transparansi pendidikan, dan peningkatan fasilitas dan pelayanan.

Jadi aksi demo di lingkungan internal kampus bukanlah sesuatu yang tabu, bahkan lazim dilakukan ketika media dialog sudah menemui jalan buntu sementara kebijakan-kebijakan institusi semakin merugikan dan tak berpihak kepada mahasiwa.  

Peran dari bidang sospol yang lain adalah mengkondisikan situasi kampus berjalan sesuai dengan nilai-nilai positif dan hati nurani. Karenanya, seseorang yang mengelola bidang ini harus juga mewaspadai dan mengawasi bahaya laten gerakan ideologi mahasiswa yang menyimpang dan menyesatkan. Tak perlu ragu untuk ‘fight’ jika ada gerakan ’sesat’ yang merongrong dan mengusik eksistensi da’wah dan nilai-nilai kebaikan. Namun, apabila mereka tidak bergerak mengganggu dan cenderung diam, maka harus ditangkal dengan cara-cara yang baik.

Selain itu, Bidang Sospol juga harus mewaspadai mahasiswa yang menjadi spion dari pihak institusi yang kecenderungannya hampir selalu mengakibatkan kerugian di pihak mahasiswa. Mereka adalah mata-mata sekaligus penjilat yang sudah tak tersentuh kelurusan hati nurani. Logika berfikirnya hanya sebatas apa yang bisa menguntungkan dirinya secara pribadi, orang lain masa bodoh. Tak jarang orang-orang seperti ini di design dan dipelihara institusi (yang tak bertanggung jawab) menjadi orang-oarng yang menduduki peran penting secara perlahan-lahan. Hingga pada saat yang tepat, mereka akan menjadi pembela mati-matian rektorat meski kebijakannya tidak berpihak kepada hati nurani mahasiswa secara umum. Aksi para penjilat dan pengkhianat hati nurani ini pernah terjadi di kampus ITS Surabaya saat proses pemilihan rektor ITS Maret 2005 lalu.

Kejadian serupa juga terjadi di salah satu perguruan tinggi kedinasan di Kota Tangerang. Hingga akibat ulah sekelompok mahasiswa penjilat itu, 137 mahasiswa di DO massal saat melakukan aksi solidaritas rekannya yang di DO dengan tuduhan fitnah. Dengan ‘kesepakatan khianat’ mereka saat ini menikmati manisnya kuliah gratis di perguruan tinggi bonafit di Jakarta. Sementara mahasiwa-mahasiswa ter-DO yang komit dengan nuraninya harus berjibaku untuk kuliah lagi di tempat lain dengan biaya sendiri. Sebagiannya bahkan ada yang pulang kampung karena belum merasa siap memasuki dunia baru.

Keberadaan para penjilat ini memang samar dan sulit di deteksi. Namun, jika tidak diwaspadai sejak dini, maka suatu saat akan menimbulkan musibah dan sangat membahayakan gerak perjuangan mahasiswa. Saya hampir meyakini bahwa mayoritas perguruan tinggi di negara ini memiliki mahasiswa penjilat yang dipelihara institusi untuk melakukan spionase.

Sosial Politik Eksternal Kampus

Institusi mahasiswa kampus, sadar ataupun tidak sadar, mestinya ia adalah lembaga yang memiliki wibawa di tengah masyarakat. Lembaga yang suaranya didengar, dipercaya dan dijadikan patokan opini. Sebab masyarakat hingga saat ini masih percaya dan yakin, bahwa suara mahasiswa yang lurus adalah suara yang bersih dari kepentingan-kepentingan politik dan kekuasaan. Karenanya penting bagi bidang Sosial dan Politik kampus untuk mengikuti perkembangan kehidupan sosial-politik di tingkat daerah maupun Nasional.
 
Upaya untuk memperjuangkan masyarakat ‘tertindas’ di sekitar kampus juga menjadi segmen penting dari kerja sebuah bidang Sospol. Tidak perlu harus gencar mengadakan bakti sosial, namun lebih penting lagi mengadvokasi mereka lewat opini di media massa maupun secara langsung membantunya untuk diperjuangkan melalui proposal-proposal perbaikan kepada pemerintah daerah dan nasional. Karenanya kemampuan untuk menulis dan membuat opini politik moral dan sosial mutlak dibutuhkan. Sehingga diperlukan pelatihan jurnalistik khusus. Kerjasama dengan pihak media tentu menjadi hal yang sangat urgen.
 
Penyelenggaraan event ‘pameran photo’ bernuansa sosial juga sangat tepat untuk menggugah dan ‘menjewer’ ketidak-pedulian pemerintah setempat. Analisa dan peluncuran kritik sosial harus menjadi menu wajib untuk bisa menjadi sebuah bidang yang berkualitas dan mumpuni. Tak boleh diam dan jalan di tempat. Kreatif dalam menyampaikan gagasan perubahan sosial masyarakat sangat dituntut dalam hal ini.
 
Bidang Sospol juga harus menjadi garda terdepan untuk merespon kebijakan publik pemerintah daerah ataupun nasional. Pengkajian terhadap issu-issu terbaru yang tidak memihak kepada rakyat sangat baik untuk dikupas secara lebih mendalam. Kenaikan BBM, kenaikan TDL, kenaikan harga beras, kenaikan harga minyak, kenikan tarif telepon, kerusakan moral, perjudian, pelacuran, adalah banyak hal yang patut diperhatikan oleh bidang ini. Mengingat akan sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat Indonesia. Salah satu contoh terhangat adalah munculnya program pemerintah lewat BNN dengan menggulirkan ‘Pekan Kondom Nasional’, ini wajib direspon dan dikritisi, serta wajib ditentang. karenanya mimbar bebas dan aksi turun ke jalan adalah hal yang niscaya dan menjadi agenda pematangan tarbawi dan leadership bagi kader mahasiswa baru yang berpotensi.
 
Dari pemamaran tersebut, bisa ditarik kesimpulan dan jawaban dari beberapa pertanyaan seorang kawan di atas, yaitu:
1. Wajihah ammah adalah sarana pengabdian dan pelayanan kita kepada masyarakat, baik masyarakat kampus maupun masyarakat luar di sekitar kampus. Sebab, di antara karakteristik fungsi dakwah kampus adalah memiliki fungsi pelayanan dan pengayaan keilmuan. Karenanya, wajihah ammah penting untuk mengamalkan fungsi pelayanan dimaksud. Dan pengayaan keilmuan diwujudkan dalam bentuk wujud nyata mengadvokasi kesulitan dan penderitaan hidup masyarakat.

2. Silaturrahim dan komunikasi adalah sarana yang mutlak harus dijalani. Untuk issu yang general, apalagi wilayah sosial-politik, sebetulnya tidak banyak potensi benturannya selama keduanya masih murni gerakan nurani. Asalkan cerdik mengemas issu dan kepentingan. Kecuali jika kelompok diluar sudah ditunggangi kepentingan politis penguasa setempat. Dan tidak ada halangan untuk berinteraksi dengan kelompok diluar yang memiliki beragam ideologi, bukankah era reformasi sudah cukup menjadi bukti bahwa sudah seharusnya para aktivis bisa berbaur dengan berbagai kelompok dan bersahabat dengan berbagai ideologi pergerakan? Selama yang diperjuangkan adalah kebaikan dan maslahat maka melangkahlah dengan tenang dan hati-hati. Yang terpenting kita sudah pahami koridor dan batasan-batasannya.

OK, selamat berjuang..!

December 4, 2007

Putriku, Cepat Sembuh ya..

Filed under: DARI HATI

Sudah 2 hari ini badan Salwa hangat. Parasnya yang lucu dan nggemesin tampak lesu dan kurang ceria. Pipinya yang biasanya mudah merekah karena senyumnya, sudah dua hari ini terasa sangat ‘mahal’. Dia sedang pelit senyum. Bahkan Ahad pagi kemarin, saat bersamaku jalan2 disekitar perumahan, reaksinya ‘very very cool’ meski salah seorang tantenya (tetangga rumah) mencoba menggodanya dengan berbagai gaya.

Perasaannya pun sangat sensitif, sedikit-sedikit nangis, bahkan tak jarang tangisnya melengking. Acara makan2 di Gokana Terriyaki yang sudah ayah-bundanya rencanakan jauh2 hari urung dilakukan. Soalnya Salwa ngga mungkin kena angin sementara kesehatannya lagi kurang bagus. Jadilah siang itu aku belanja bahan mentah di Mall Plaza Shinta yang letaknya kebetulan hanya beberapa meter dari pintu rumah.

Siang ini ayah Salwa masak spesial, mie goreng sozziz sapi dan nugget goreng sambal cocol, sedikit mirip menu di Gokkana. Cuma kurang steak daging sapi dan capcay (maklum bundanya ngga bisa ninggalin Salwa). Biar amatir, rasanya juga ngga kalah ko’, apalagi perut lagi kelaparan, hehehe.

Salwa masih makan bubur seduh Promina, belom bisa makan nuget apalagi tongseng. Ya sudahlah dia bareng makan dengan menu yang berbeda. Wajahnya sedikit berbinar dan ceria. Usai makan Salwa minum obat penurun panas, sayang dikeluarkannya kembali. Dia ngga suka minum obat, biar dicampur susu botol juga, tetep nggak mau. Itu susu yang tercampur obat dijamin bakal nggak akan diminum.

Sebenernya suhu tubuhnya belum begitu panas, baru kerasa hangat. So, baru ku kompres saja sesering mungkin. Menurutku belum mendesak dibawa ke dokter. Ku kompres pake tissue yang kubasahi air minum dari kulkas. Dia suka, soalnya dingin. Salwa sudah terbiasa pegang buah dingin yang baru keluar dari kulkas. Jemarinya yang mungil dan lentik biasanya pelan dan malu-malu menyentuhnya. Lama-lama dia suka dan tak takut lagi memainkan buah apel yang dingin itu.

Malam senin lalu bobo’nya juga sebentar-sebentar bangun. Jelas terlihat tidak nyenyak. Matanya lelah dan sembab. Panas badannya sedikit bertambah, mungkin karena tak nyenyak tidur. Pagi harinya, Salwa bangun dengan suasana sedikit berbeda. Matanya jeli melihat sekeliling. Sesekali ia menggeliat, dan kemudian tangisnya melengking. "aem..aem..aemm" begitu ucapnya disela-sela tangis yang melengking dipagi hari. Rupanya dia lapar dan haus. Padahal kalo lagi sehat, Salwa bangun dengan senyum, menggeliat kesana-kemari, dan tangan mungilnya meraba wajahku yang mendekatinya dan mengajaknya berdoa. "Alhamdulillah..". Sambil menunggu Bundanya menyiapkan susu formula, kusetel VCD kesukaan Salwa untuk meredakan rengekannya, "bismillah.. bismillah, dengan nama Allah, bismillah." demikian lirik lagunya. Wajah Salwa menyemburat senang.

Senin pagi Salwa di bawa ke dokter sama neneknya. Dan Alhamdulillah panasnya perlahan menurun sejak sore hari. Meski rewelnya belum ikut ilang. Semalam Tangerang diguyur hujan deras, sehingga Salwa terpaksa menginap di rumah nenek bersama bundanya. Sementara aku harus balik ke rumah untuk mencuci baju-baju Salwa yang sudah mulai menumpuk di keranjang baju. Pagi ini, aku menengoknya dan dia sudah bisa tertawa-tawa menyambutku.

………..

Nanda sayang, kita harus percaya dan yakin. Bahwa semua yang menimpa kita adalah yang terbaik buat kita. Ayah yakin, kamu paham (karena kamu pintar dan sholihah), bahwa sakit yang kita alami adalah sarana agar kelak kamu dan kita pandai bersyukur dengan nikmat sehat. Dan agar kelak kamu menjadi muslimah yang kuat, dan tak mudah menyerah dengan cobaan-cobaan dan kesulitan hidup. Aamiiin.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer