Lawatan Jihad
SYEIKH ABU BAKR DI INDONESIA
Dalam sebuah lawatan jihad ke Indonesia Ramadhan tahun ini, salah seorang mujahid Hamas, Syeikh Abu Bakr, menyampaikan berita-berita mencengangkan yang membuat pedih dan perih hati umat Islam Indonesia. Kondisi terkini bumi jihad Palestina sangat memilukan hati bagi siapa saja yang cinta Islam dan umatnya. Seperti dimuat oleh www.eramuslim.com 29/10 lalu.
Beliau kabarkan bahwa saat ini tidak kurang dari 7.000 keluarga yang ditinggal syahid oleh orang tua atau anaknya sejak intifadhah pertama hingga intifadha kedua. Deretan mujahid yang syahid tak hanya dari kalangan pria saja, namum wanita dan anak-anak telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari ‘tumbal’ perjuangan bangsa Palestina.
Penangkapan, penyiksaan, dan bombardir rudal-rudal Israel telah mengakibatkan lebih dari 500.000 muslim Palestina luka-luka dan cacat. Tak sedikit diantaranya cacat dan lumpuh seumur hidup. Dengan kondisi ini, praktis ratusan ribu rakyat Palestina tak mampu bekerja mengais riski dan bergantung kepada orang lain.
Kondisi infrastruktur tanah jihad itupun tidak lebih baik, 10.000 rumah lebih telah dihancurkan dan diluluh lantakkan oleh rudal dan buldozer Yahudi terlaknat. Tidak hanya itu, beliau menambahkan “Dan sekarang ini kami dipisahkan dengan adanya pembangunan tembok-tembok pemisah yang sangat kokoh dan tingginya sampai dengan 10 meter. Sehingga sekarang ini kami dipisahkan dari rumah-rumah kami, kami dipisahkan dari rumah-rumah sakit kami, kami dipisahkan dari universitas-universitas kami”. Bahkan dikatakannya, perempuan-perempuan Palestina terpaksa melahirkan bayinya pos-pos perbatasan dan di pinggir-pinggir jalan. Sangat memilukan.
Sekarang ini jumlah orang Palestina yang mendekam dipenjara-penjara Israel lebih dari 12.000 orang. Semuanya mengalami penyiksaan yang sangat keji dan tidak manusiawi. Banyak diantara mereka yang akhirnya menemui kesyahidan atau cacat luar biasa sebagaimana apa yang menimpa Syeikh Siyam, panggilan lain Syeikh Abu Bakr. Meski tampak masih tegap dan kuat, namun fungsi penglihatan kedua matanya sudah tidak ada lagi alias buta. Meskipun kedua matanya tetap terbuka seperti orang-orang lain. Ust. Ferry Noor, Ketua KISPA, berujar “Beliau pernah ditangkap sampai lima kali oleh tentara Zionis-Israel dan mengalami siksaan. Salah satu siksaannya dengan listrik dan mengakibatkan kebutaan. Allah telah membutakan mata beliau dari segala kekotoran dan kemaksiatan dunia”.
Bahkan dari laporan terbaru tentang kondisi tawanan perempuan, terungkap bahwa perlakuan sipir di ruang-ruang penjara sangat-sangat jauh dari manusiai dan melanggar hukum internasional. Sanitasi yang buruk, dan layanan pengobatan yang sangat minim membuat derita para tawanan semakin hebat dan perih.
Bumi yang diwariskan oleh Umar Al-Faruq, yang diatasnya berdiri tegar Masjid Al-Aqsho, berteriak memanggil umat Islam diseluruh dunia. Masjid yang dulunya dijejali jamaahnya yang tidak kurang dari 500.000 orang, kini hanya diramaikan tidak lebih dari 10 %nya, itupun terdiri dari kalangan orang tua yang usianya telah melebihi 50 tahun. Tentara Israel telah memperketat aturan seenaknya sendiri untuk menghalang-halangi rakyat Palestina yang ingin sholat di masjidnya sendiri. Sekali lagi Syeikh Abu Bakr menyeru kepada dunia Islam, “Wahai Saudaraku, selamatkanlah Al-Aqsha, karena Al-Aqsha ini akan segera runtuh jika kaum Muslimin tidak segera membantunya.
Dalam lawatannya tersebut, syeikh yang juga salah seorang mantan Imam Besar masjid Al-Aqsho ini menyampaikan kabar tentang pejuang-pejuang HAMAS, Bahwa setelah rakyat Palestina menghendaki perubahan pemerintahan dengan ditandainya kemenangan HAMAS, tentara-tentara Zionis Israel telah terusir dari Jalur Gaza yang jauhnya tidak kurang dari 350 km. Sehingga, mereka tidak mampu lagi masuk ke Jalur Gaza meski sejengkal tanah. Pemerintahan dibawah Perdana Menteri Ismail Haniya juga telah membangun kembali rumah-rumah sakit, sekolah-sekolah, dan universitas yang telah banyak dihancurkan tentara barbar Yahudi.
Serta satu hal yang sangat jauh lebih penting, “kami juga berhasil dengan dakwah dan tarbiyah kami sehingga kami dapat menciptakan generasi-generasi Islam yang tangguh di sisi Al-Qur’an dan Assunnah Rasulullah SAW” tegasnya. Dalam kunjungannya di markas www.eramuslim.com beliau menutup pernyataannya dengan mengatakan: “Saya sendiri khawatir, bukan khawatir dengan pejuang-pejuang para mujahidin Palestina, Tetapi saya khawatir dengan diri saya dan kalian semua yang ada di Indonesia, yang sekarang masih menunggu di jalan jihad. Kita sedang menunggu untuk bisa tiba di sana, tetapi mereka telah ada di sana dan menunggu untuk bisa mendapat syahid atau hidup mulia. Jika kita semua ingin tiba di sana, berdoalah kepada Allah dan tetaplah istiqomah sehingga nantinya kita termasuk orang-orang yang dipilih Allah untuk membebaskan al-Aqsha dan kita bisa melaksanakan sholat berjamaah di sana dengan aman.”







