Lidah Keji Syabab
LAGI, LIDAH KEJI DAN DUSTA HIZBUT TAHRIR
Amat menyedihkan bahwa Hizbut Tahrir tak jera dan semakin menikmati omong kosong dan fitnah serta kedustaannya. Perilaku yang sangat jauh dari syari’at dan nilai-nilai Islam. Dengan artikel di www.syabab.com. yang disebarkan sdr. Bejo ini, membuktikan Hizbut Tahrir ingin menegaskan kesombongannya dengan jalan mengulang fitnah Al-Islam edisi 361 dan menutup mata terhadap kebenaran. Mudah-mudahan Allah SWT mengampuni, atau melaknatnya kepada kelompok-kelompok yang dzalim lagi keji.
Berikut ini salah satu kalimat utama petikan tulisan dari www.syabab.com, kiriman sdr. Bejo, salah seorang kader HTI yang ‘militan’.
"..Banyak rakyat Palestina yang kecewa terhadap kedua kelompok tersebut yang mengakibatkan Palestina terbagi dua, satu di bawah kendali Hamas dan lainnya dikuasai Fatah. Hizbut Tahrir sendiri pernah mengingatkan kedua kelompok itu untuk sama-sama kembali kepada solusi Islam, bukan saling bunuh. Dalam selebarannya beberapa bulan lalu, gerakan yang lahir dari Masjid Al-Aqsa, 54 tahun yang lalu ini mengingatkan bahwa perilaku saling bunuh antara Fatah dan Hamas merupakan kejahatan dan pengkhianatan kepada Allah Swt."
Umat Islam mengetahui bahwa Hizbut Tahrir tak pernah memberikan apa-apa terhadap perjuangan bangsa Palestina meski dalam salah satu petikan tulisan tersebut menyebutkan ”… Hizbut Tahrir sendiri pernah mengingatkan kedua kelompok itu untuk sama-sama kembali kepada solusi Islam, bukan saling bunuh”. Melainkan hanya berupa pernyataan-pernyataan keji dan fitnah yang dengan senang hati mereka sebut sebagai sebuah nasehat. Karena yang dilakukan HT selama 54 tahun ini di Palestina hanyalah jualan issu syari’at & khilafah ditengah desingan rudal yang menembus dinding dan mengoyak tubuh rakyat Palestina setiap detik dan menit. Sementara, tak terdengar satupun dari mereka yang syahid lantaran berjuang memanggul senjata melawan Zionis Israel.
Karenanya tulisan tidak valid yang hanya didasarkan kepada sumber-sumber tak terpercaya ini nampak demikian aneh dan pongah. Duh, jurnalisme yang sangat menyedihkan. Jika hanya menyandarkan kepada media syabab.com (milik HT) maka dari sudut pandang mana berita ini teruji kebenarannya? Semestinya bisa ditampilkan data-data dari Al-Jazirah, Reuters, infopalestina.com, TV dan media-media terkenal Arab dan Timur Tengah, atau lainnya. Sementara ‘Telegraph Online’ yang dijadikan salah satu sumbernya, sepertinya tidak pernah dikenal di dunia Islam (bahkan tak pernah menjadi rujukan sekedar berita di www.eramuslim.com?).
Semua orang mengetahui bahwa jumlah penduduk Palestina jutaan jiwa. Kalo 10.000 disebut www.syabab.com (mewakili HTI) itu ‘banyak’, ya sah-sah saja. Terus, bagaimana dengan mayoritas rakyat Palestina yang mendukung dan mencintai Hamas karena Allah, yang jumlahnya jutaan?? Baiknya disebut ‘banyak’, ’sangat banyak’, ‘banyak sekali’, atau ’sangat sedikit sekali’?? Tulisan situs HTI tersebut membesar-besarkan yang kecil dan mengecilkan yang besar.
Kalo hanya …."Seseorang yang tinggal di Palestina sekarang benar-benar membutuhkan partai politik, terutama pada Islam yang satu, tidak dicapai sesuatu untuk individu." kata Syeikh Abu Abdullah seperti dilaporkan telegraph online…., maka itu maknanya nggak banyak, kan cuma ’seseorang’? Atau kalo cuma… "Sekitar 50 orang pria, muda dan tua, berkumpul selepas sholat pada suatu malam untuk mendengarkan kajian dari syeikh di salah satu masjid.".., artinya hanya 50-an orang, bukan ‘banyak’.
Kalimat…"banyak orang Palestina yang kecewa’ kepada HAMAS pun sangat subjektif dan menipu. Kalau kecewa kepada Fatah memang benar, tetapi kepada HAMAS? Sungguh sangat jauh dari fakta. Disamping pernyataan ini tak mendasar dan lebih ingin membesar-besarkan Hizbut Tahrir, ungkapan ini pun sangat jauh dari fakta di lapangan yang pada beberapa bulan ini banyak diungkap oleh lembaga-lembaga independen baik nasional Palestina maupun internasional. Hasil polling yang di publis oleh harian Time, Washington Post, Pusat Polling Palestina, dan lembaga HAM Palestina, dan beberapa media di Eropa beberapa waktu lalu menunjukan bahwa dukungan dan simpati bangsa Palestina kepada HAMAS semakin besar. Sebaliknya Fatah semakin terpuruk dan ditinggalkan rakyat Palestina karena kedzaliman dan kebodohannya tunduk kepada Israel. Data-data polling tersebut bisa dilihat di www.infopalestina.com.
Sedang mengenai tuduhan HT bahwa HAMAS berkhianat kepada Allah SWT, sangat mengada-ada dan buta terhadap fakta, logika dan syari’at Islam. Pada lawatan Syeikh Muhammad Siyam (mantan Imam Besar Masjid Al-Aqsho yang diusir dan diasingkan Israel la’natullah), 16 September 2007 lalu di masjid Agung Al-Azhar Jakarta, beliau menyampaikan kesaksian bahwa sebenarnya Pemerintah Indonesia dan Qatar, telah berupaya menawarkan solusi dan mediasi dialogis atas persoalan Palestina di PBB. Akan tetapi justru Mahmud Abbas yang menolak dan menghalang-halangi niat dan upaya baik kedua negara tersebut, dan lebih memilih duduk meminum teh bersama Pemerintah Israel dan Bush. Sedangkan dari pihak HAMAS tak pernah henti-hentinya menawarkan jalan dialog dan persatuan kepada kelompok Fatah, dunia Islam pun mengetahuinya (kecuali HT kali ya?). Jadi, mudah sekali untuk disimpulkan mana yang berkhianat kepada Allah dan kaum muslimin dan mana yang berpijak diatas Islam? Anak Taman Kanak-Kanak saja dengan mudah bisa membedakannya.
Dan tidak heran jika Hizbut Tahrir bisa bisa memasang …"Poster-poster seruan terhadap khilafah mereka tempel pada setiap dinding di pusat kota. Bahkan di pusat kota Ramalah terpampang sebuah banner raksasa bertuliskan, "Khilafah: Super Power Masa Depan". Karena sangat terkait dengan prinsip jihad HT yang sangat aneh dan membingungkan. Karenanya HT di elus Mahmud Abbas di Ramalah yang jelas-jelas antek Yahudi, sebab Abbas tahu persis siapa ‘kawan’ yang menguntungkan untuk mendzalimi HAMAS.
Dalam salah satu kitab rujukan (kitap doktrin) Hizbut Tahrir, kitab ‘Al-Dausiyah’ halaman 62 baris 25-37, disebutkan: "Disini terkadang timbul pertanyaan, yaitu apakah penguasa (baca: penguasa sekuler ataupun kafir) yang telah mempersiapkan peperangan buat melawan orang kafir demi melaksanakan rencana negara kafir, dalam hal ini apakah berperang hukumnya wajib dibawah pemerintah penguasa tersebut? Jawaban atas hal itu adalah: bila rencana tersebut tidak menghantam kaum muslimin dan tidak menyakiti mereka, maka berperang hukumnya adalah wajib dibawah bendera pemerintah tersebut sekalipun hal itu untuk merealisasikan rencana negara kafir selama peperangan tersebut melawan orang-orang kafir juga.
Sebaliknya…."Akan tetapi, bila rencana tersebut untuk memukul kaum muslimin dan dilaksanakan untuk menghancurkan kaum muslimin, maka dalam kondisi ini tidak wajib berperang di bawah bendera penguasa kafir.."
Dari fakta diatas, bagi Hizbut Tahrir, kewajiban ataupun keharaman berperang (jihad fii sabililah) bukan atas ketundukan kepada perintah Allah dan syari’at (Al-Qur’an & Sunnah), melainkan kepada penguasa, meski penguasa tersebut adalah penguasa kafir (semata-mata untuk ber-khidmah kepada orang kafir yang ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya). Na’udzubillah. Ini benar-benar doktrin yang khianat kepada Allah SWT. Dimana konsep syari’at dan khilafah yang selama ini digembar-gemborkan?
Di fakta yang lain, sejak pendirian Hizbut Tahrir tahun 1953 di Al-Quds, sejarah bangsa Palestina bisa dikatakan tak pernah di hiasi tinta emas perlawanan oleh murid-murid Taqiyuddin An-Nabhani kepada agresor yahudi. Sejarah perlawanan dan perjuangan rakyat Palestina tak mencium darah mujahid dan syuhada Hizbut Tahrir. Karenanya, patut dipertanyakan dimana kader-kader HT meregang nyawa saat kematian menjemput, apakah di atas ranjang yang empuk dan bersih dari debu jihad? Lantas bagaimana mereka mengatakan bahwa “Semakin meningkatnya aktifitas Hizbut Tahrir di Palestina ini tentu bukan untuk menyaingi Hamas. Namun menawarkan solusi jitu bagi pembebasan Al-Quds, Palestina dan negeri-negeri Muslim lainnya yang saat ini masih dijajah Barat dan antek-anteknya..”.
Bagaimana mungkin Palestina merdeka dan negeri-negeri Islam terbebas dari kedzaliman Yahudi, orang-orang kafir & munafik sementara orang-orang HT hanya duduk berbicara dan ngobrol sambil meminum kopi dengan orang-orang yang takut memanggul senjata?? Sudah berapa puluh ayat Al-Qur’an yang diingkari Hizbut Tahrir dengan perilaku yang demikian? Hanya duduk menonton orang-orang mukmin yang berjihad. Ataukah Hizbut Tahrir Palestina tak merasa terpanggil dengan banyaknya panggilan Allah “ yaa ayyuhal mu’minun…” dalam ayat-ayat perintah qital-nya dalam Al-Qur’an? Zaman ini memang zaman penuh fitnah, kelompok penakut dan berhati kerdil nyaring berkoar menebar dusta dan merongrong orang-orang yang teguh dalam Ad-Diin-nya, sementara orang-orang mukmin yang tawadhu’ tetap dalam jihadnya dengan penuh keikhlasan dan rendah hati.
Oleh karena itu, tak heran jika di Ramalah Mahmud Abbas ‘menyayangi’ Hizbut Tahrir sebagaimana Abbas juga ‘menyayangi’ Israel dan Amerika. Tak pernah terdengar milisi sadis Fatah membidik orang-orang Hizbut Tahrir di Palestina. Aneh memang, apakah Israel melarang mereka membidik Hizbut Tahrir? Ada hubungan apa antara HT dengan Israel? Pertanyaan-pertanyaan ini wajar karena Fatah hanyalah kepanjangan tangan dari Israel. Mereka menjadi sadis kepada HAMAS dan rakyat Palestina lantaran ‘titah’ dan pesan tuan mereka yang telah memberikan dollar dan mainan ‘pembunuh’. Hal ini tercermin dari apa yang diungkapkan oleh salah seorang syeikhnya HT Palestina, Syeikh Abu Abdullah, yang mengatakan soal jihad Palestina “Solusinya bukan mengirimkan 10.000 orang dari Gaza ke Israel untuk menghapuskan pos militer..”, Begitu akrabnya HT dengan Israel, hingga tak terpikir untuk berjihad memanggul senjata meski sekedar menghapus pos militer yang telah menyengsarakan dan membunuh puluhan ribu nyawa rakyat Palestina?
Tanpa harus banyak menguliti dusta dan omong kosong Hizbut Tahrir, faktanya bahwa di bumi para nabi itu, saat orang-orang mukmin (para pejuang dan mujahid Palestina) mengorbankan harta, jiwa, dan raganya untuk membela Agama Allah dan mengusir bangsa Yahudi la’natullah, orang-orang HT cuma sekedar menjual obrolan tentang ‘khilafah’, dusta dan fitnah. Sementara bajunya bersih dari cipratan darah dan debu jihad. Dan lidahnya tajam seperti wanita pembawa kayu bakar istri Abu Lahab.
Ini peringatan kepada kader-kader Hizbut Tahrir militan (baca: pen-taklid buta), bahwa semakin kalian menyombongkan diri, angkuh dan menebar fitnah, semakin banyak borok-borok dan dusta Hizbut Tahrir yang akan di bongkar oleh umat ini. Hizbut Tahrir…hizbut tahrir, gerakan yang mengaku tidak melakukan kekerasan dalam setiap perjuangannya, tetapi gemar berdusta dan memfitnah.








Subhanallah..
Kenapa Umat islam saat ini saling menghujat..
Justru orang-orang semacam inilah yang sebenarnya menghancurkan islam dari dalam..
Akh sadarkah antum, apakah akibatnya apabila ada orang ammah yang membaca tulisan antum??
Mereka pasti akan menjadi pentaqlid buta seperti antum..
Saya Ikhwah sekaligus Syabab prihatin membaca tulisan antum..
Percuma Capek-capek mengeluarkan kata-kata hanya untuk membuat dosa!
Pahamilah!!Tabayyun..
Setiap harokah punya Maqom masing2 terhadap perjuangan islam, dari perbedaan Tariqah perjuangan itulah seharusnya kita saling memahami dan saling membantu .
Masing-masing bergerak untuk kemenangan ummat muhamad ini..(hanya saja mungkin antum tidak tahu pergerakan itu.
Contoh:Jemaah Tabligh “Brgerak” dengan mengajak orang2 untuk pergi kemasjid, salafi “Bergerak” dengan mengajak orang2 untuk memahami sunnah2,PKS bergerak dengan Halqoh tarbiyahnya,HT bergerak dengan Halqoh Opini untuk mengembalikan Khilafah (yang mereka anggap solusi semua permasalahan umat)..
Nah kita harus Maklum dengan perbedaan2 tersebut..Bukankah Rasulullah dulu juga mewajarkan perbedaan2 yang berada disekitarnya selama tidak bertentangan dengan Quran dan sunnah??
Kalaulah semisalkan kita dihujat atau dimaki, haruskah juga kita balas memaki??
Lalu Kapan selesainya perpecahan didalam ummat ini??
Apalagi antum langsung menggeneralisasi suatu kelompok, padahal yang mencaci hanya satu orang..
Subhanallah…
Ya Allah Tolonglah ummat ini dari perpecahan
Afwan kalau kata2 an ada yang salah, semoga kita bisa tetap menjaga ukhuwah..
Comment by Orang yang Prihatin — November 17, 2008 @ 12:37 am
Simak terus update diskusi antara Hizbut Tahrir dan mantan Hizbut Tahrir, tentang Hizbut Tahrir dan da’wah khilafahnya di :
http://mantanht.wordpress.com
Semoga menambah wawasan kita bersama.
Comment by pengelolakomaht — January 12, 2009 @ 6:40 am
Asssalammualaykum wr wb
Alhamdulilah, segala puji bagi Allah Rabb sekalian Alam
Sholawat serta salam semoga tetap tercurah atas Rasullullah yang kita cintai
semoga fitnah di dalam umat Islam tidak berlanjut…
Yang saya ketahui syabab HT di palestina selain menyerukan khilafah
mereka juga berjihad. Karena jihad fardhu ‘ain bagi syabab di sekitar palestina …
jadi mohon antum tidak berbicara tanpa tahu yang tejadi di sana
sungguh kami semua mencintai saudara-saudara yg sedang berjuang di palesina
jangan lukai hati kami dengan fitnah seperti itu…
bukankah saudara kita dari HTI bilang “Hizbut Tahrir sendiri pernah mengingatkan kedua kelompok itu untuk sama-sama kembali kepada solusi Islam, bukan saling bunuh.”
Di saat perang, tentu saudara2 kita yang adari hamas maupun dari HT bersatu melawan zionis Israel
Ya Allah…satukanlah hati kami dengan iman
Ingat setiap apa yang kita tulis akan kita pertanggung jawabkan di hadapan Allah (Wallahu a’lam bis showab)
Comment by nur maulidiyah — January 25, 2009 @ 10:56 am
Hanya ada 9 faksi perlawanan di Gaza dan Palestina, Fatah dan HT tak termasuk didalamnya. Orang-orang Fatah selamat karena mereka bersekongkol dengan Israel. Lantas orang2 HT ???
Berikut ini adalah petikan Takmim yang dikeluarkan HTI terkait ‘narsisme’ HTI dalam amal dakwah. Intinya, mereka tidak mau bekerjasama dengan gerakan dakwah lain, kecuali nama HTI-nya yang di tonjolkan. Maka, sangat tidak mungkin jika HT turut berjihad namanya tidak ingin disebut. Jadi, simple, mana bukti jika HT Palestina ikut berjihad????
TAKMIM
Berdasarkan keputusan Preskom tanggal 11/08/2008, tentang pedoman umum aktivitas publik HTI, yaitu:
1- Kita harus memimpin orang lain atas nama kita. Kita jugalah yang harus mengatur aksi, konferensi atau seminar atas nama kita. Tentu tidak ada larangan mengundang orang dalam aksi, konferensi atau kegiatan publik kita.. Namun, frame umumnya adalah HTI kita. Bukan frame yang lain.
2- Ketika mengeluarkan keputusan, kita harus mengeluarkan keputusan atas nama kita. Kita juga harus mengajak pihak lain untuk memberikan persetujuan (tandatangan) kepada kita, untuk mendukung keputusan kita. Kita memutuskan keputusan, dan mengajak mereka untuk mendukung kita.
3- Tidak ada larangan membangun hubungan baik dengan jamaah atau
forum-forum lain, tetapi kita harus menjaganya pada batas-batas ketentuan syara’. Namun, kita tidak boleh meleburkan diri di dalam jamaah atau forum ini, sebaliknya badan (syakhshiyyah) kita tetap jelas menonjol ketika melakukan hubungan baik dengan pihak lain.
Hal-hal di atas inilah yang menentukan aktivitas umum kita (termasuk dalam persoalan jihad-red). Maka, kita tidak akan terlibat dalam aktivitas publik apapun, kecuali kita harus memimpinnya dengan nama kita. Jika kita belum mampu memimpinnya dengan nama kita, maka pada saat itu kita tidak akan terlibat dengan yang lain. Sebaliknya, kita tetap mengundang tokoh, dan mengundang yang lain untuk mendukung kita.
* * *
Mana buktinya…?????
Comment by Administrator — January 29, 2009 @ 8:19 am
Kebenaran akan terlihat dan akan terungkap, Allah SWT maha tahu.
Comment by AnQ — February 10, 2009 @ 1:25 am
Allahu Akbar. Saatnya KHILAFAH memimpin Dunia.
Comment by muhsin — May 14, 2009 @ 4:52 am