August 24, 2007

57 Hari 361

Filed under: PEMIKIRAN

57 HARI FITNAH HTI kepada PEJUANG PALESTINA


Saudara-sauradaku sekalian, hari ini adalah Jum’at yang ke-8 pasca keluarnya buletin resmi Hizbut Tahrir Indonesia, Al-Islam edisi 361. Atau tepat 57 hari terbitnya edisi tersebut yang mengupas tentang pejuang-pejuang Palestina.

Sayangnya, ulasan buletin edisi tersebut bukannya bermuatan ta’awun untuk terus mengobarkan semangat jihad mujahid-mujahid suci Palestina, tetapi justru cacian manis dan fitnah sadis yang mengguncang nurani dan membuat air mata kita terkuras.

Sedih bukan karena penderitaan pejuang-pejuang Palestina itu, tetapi sedih dan marah karena fitnah keji, berita bohong, dan cacian sadis yang di lontarkan HIZBUT TAHRIR INDONESIA kepada saudara-saudara tercinta kita, HAMAS rahimahumullah. Pedih, karena saudara sendiri yang harusnya membela (meski hanya dengan do’a) malah menikam dari belakang.

Sudah banyak artikel tanggapan, ‘protes’ serta nasehat yang ditulis oleh penulis dan juga Ust. Tengku. Untuk mengingatkan dan menyadarkan para petinggi HTI agar mereka segera menyampaikan permohonan maaf kepada umat Islam Indonesia yang telah mengkonsumsi berita racun dan sampah itu. Agar HTI memohon maaf atas kecerobohan, kekeliruan, fitnah, dan kata-kata keji yang dituduhkannya kepada HAMAS.

Bahkan penulis pun sudah berupaya men-tabayun latar belakang muatan Al-Islam edisi 361 itu kepada redaksi www.hizbut-tahrir.or.id yang memuat artikel online media Al-Islam. Di ujung telepon, penulis tersambung dengan seseorang bernama Muhammad Lazuardi dengan alamat email budibangkit2000@yahoo.co.uk. Penulis meminta informasi atas dasar apa berita edisi 361 itu dimuat, menurutnya bahwa apa yang termuat dalam Al-Islam itu semuanya adalah data VALID dan FAKTA LAPANGAN yang dihimpun oleh narasumber yang ‘terpercaya’ (baca: Orang HT Palestina). Sayangnya seluruh isi berita/artikel yang cukup panjang itu, tak satu pun menyebutkan sumber-sumber resmi yang terpercaya dikenal publik.

Penulis pun mempertanyakan kembali apakah berita dalam tulisan edisi 361 itu benar adanya, Sdr. M. Lazuardi ini mengatakan bahwa itu pasti benar. Maka penulis pun mengatakan bahwa berita itu Fitnah dan tidak valid. Orang HTI itu justru mengatakan, bahwa apapun, sebaiknya tulisan tersebut dijadikan NASEHAT (MESKI TERNYATA BENAR-BENAR BERITA FITNAH DAN DUSTA). Penulis terus berusaha menegaskan tentang bagaimana HTI akan bertanggung jawab mengklarifikasi tentang masalah ini. Sdr. M. Lazuardi akhirnya meminta penulis untuk langsung menghubungi Jubir HTI Ismail Yusanto. Duh!

Tidak hanya itu, penulis juga beberapa kali mencoba menuliskan komentar di www.hizbut-tahrir.or.id tepat dibagian bawah tulisan edisi 361 pada kolom komentar yang tersedia. Tidak kurang dari dua kali penulis meng-input komentar atas edisi itu, sayangnya tidak pernah di upload. Hanya keterangan ‘menunggu’ yang tertampil selama dua hari. Selanjutnya hilang sama sekali. Penulis sudah komplain dan menghubungi langsung pihak redaksi, namun jawabannya sangat membingungkan. Sepertinya tulisan yang memperkuat dan mendukung kebohongan artikel tersebut saja yang di approve, yang kontra ‘no way’.

Sangat disayangkan, jika kelompok yang getol mengusung jargon ’syari’at’ dan ‘khilafah’ ini ternyata tak punya niat baik untuk mengklarifikasi berita aneh tersebut, apalagi untuk meminta maaf kepada umat Islam pada umumnya, atau pejuang Palestina secara khusus. HTI malah terkesan angkuh dengan mengabaikan semua keberatan umat yang masuk ke email resminya, info@hizbut-tahrir.or.id. Apalagi salah seorang kader HTI berinisial ‘Aji Bejo’ dengan alamat email radenmasbeejo@gmail.com (yang tak pernah berani menunjukkan identitasnya hingga hari ini), dengan bangga mengirimkan balik secara gencar berita-berita tentang ‘Konferensi Khilafah Internasional’ ke seluruh alamat email yang penulis cc dalam tanggapan terhadap tulisan Al-Islam tersebut (penulis sinyalir Aji Bejo ini adalah salah seorang pengelola hizbut-tahrir.or.id).

Yang jelas, permohonan maaf dan pengakuan ‘khilaf’ itu tak pernah kunjung datang. Entah apa yang menutup mata, pendengaran, dan hati mereka sehingga sampai detik ini tak ada tanda-tanda niat baik HTI untuk menyampaikan permohonan maaf kepada umat Islam Indonesia dan dunia. Yang telah terlanjur mengalir di dalam darahnya berita dusta tentang pejuang HAMAS. Tetapi yang jelas Allah lah yang mengunci mati hati orang-orang yang dikehendaki-Nya (QS. 8:22-23, 21:45).

Hari ini sudah hari ke 57. Penulis dan orang-orang yang membaca dengan seksama Al-Islam edisi 361 itu masih saja menitikkan air mata. Ini adalah catatan sejarah yang tak akan terhapus, bahwa HTI sudah menabur FITNAH kepada pejuang Palestina (HAMAS). Sama seperti Amerika, Israel, dan antek-antek Yahudi yang tak pernah puas memfitnah dan menyudutkan HAMAS.
 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer