July 30, 2007

Sembunyi Di balik Tabligh 1

Filed under: PEMIKIRAN

KOFERENSI INTERNASIONAL APA TABLIGH AKBAR??
(Tulisan pertama dari 2 tulisan)


Akhir-akhir ini ruas-ruas jalan Ibukota diramaikan dengan spanduk-spanduk sosialisasi ‘Konferensi Khilafah Internasional’ yang diusung oleh Hizbut Tahrir Indonesia. Daerah satelit di sekitar DKI Jakarta seperti Tangerang, Bekasi, Bogor dan Depok pun tak luput dari pampangan spanduk-spanduk tersebut. Demikian pula pamflet berukuran poster dengan background sejumput rumput hijau di tengah tanah yang retak juga tertempel di banyak mading masjid dan kampus di daerah-daerah Jabodetabek. Entah dengan daerah lain diluarnya, apakah mengalami kejadian serupa.

Tidak ketinggalan beberapa aktivis HTI juga menggunakan media internet dan email untuk mem-booming-kan hajatan akbar versi HTI yang akan diselenggarakan 12 Agustus 2007 ini. Secara mencolok event ini dipublikasikan baik menggunakan situs-situs HTI sendiri maupun beberapa situs Islam yang memang umum. Sedangkan aksi sosialisasi via surat elektronik juga cukup gencar dengan tak tanggung-tanggung melampirkan slide promosi narasumber dan peta jalan menuju lokasi yang memang akan diselenggarakan di Gelora Bung Karno. Sayangnya, penulis dapatkan sang pengirim email masuk tanpa memperkenalkan sedikitpun identitas dirinya. Rasanya ko’ kurang santun dan tidak memahami etika. Sebagaimana email yang masuk ke email penulis, dimana pengirim secara intensif mengirimkan email tanpa identitas yang berisi informasi dan beberapa kutipan artikel yang tentu sudah menjurus ke arah hajatan tersebut di atas.

Pada dasarnya penulis mengapresiasi segala macam bentuk upaya kebaikan untuk menegakkan izzah umat Islam. Termasuk penyadaran kembali kaum muslimin terhadap khilafah islamiyah sebagaimana akan digelar HTI Agustus mendatang. Berasal dari organisasi Islam atau harokah apapun, kewajiban menegakkan kembali kekhalifahan Islam yang telah hilang hampir satu abad yang lamanya itu, adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Walaupun dalam tataran teknis setiap organisasi menempuh jalan yang beragam. Namun, semangat untuk sampai ke muara yang sama harus dijadikan patokan atau prinsip.

Mencermati lebih detil muatan acara yang hendak diadakan pada momen Konferensi Khilafah Internasional tersebut, penulis menilai ada beberapa hal prinsip yang kurang sesuai dan tidak pas. Ketidaksesuaian itu terletak pada tajuk ‘konferensi’ itu sendiri. Secara bahasa tentu sah-sah saja pihak HTI menggunakan kata konferensi. Sebab makna konferensi secara bahasa adalah pertemuan. Namun, hemat penulis pilihan kata tersebut kurang pas jika didekatkan kepada pemaknaan secara istilah. Apalagi jika kata ‘konferensi’ disambungkan dengan kata ‘khilafah’ dan kata ‘internasional’. Maknanya akan semakin jauh jika lebih kritis menilik rangkaian acara yang sudah disapkan HTI untuk 12 Agustus 2007 mendatang.

Pemilihan kata ‘konferensi khilafah internasional’ memiliki beberapa konsekuensi logis yang harus melekat kuat baik secara spirit maupun visualisasi fisik. Baik dari sisi narasumber, methode pertemuan, background keilmuan peserta ataupun sebaran peserta konferensi. Dengan mengkomparasi acara yang hendak disuguhkan dalam event tersebut, maka ada beberapa hal yang menjadi alasan kenapa tajuk ‘Konferensi Khilafah Internasional’ menjadi kurang pas dan tidak ada spirit. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

Pertama, Latar Belakang Narasumber

Spirit dari tajuk konferensi khilafah ini mestinya diaktualisasikan dalam wujud keberagaman latar belakang dan kapabilitas narasumber atau penceramah. Lebih khusus haruslah menghadirkan ulama-ulama dunia yang memiliki pengaruh besar di seantero dunia Islam. Besar karena karya-karya pentingnya ataupun karena sosok dan fatwanya yang diterima dan diikuti oleh mayoritas lintas kelompok di dunia Islam. Sayangnya hajat yang akan diselenggarakan HTI ini tidak memenuhi unsur pertama ini.

Tidak bisa ditutupi bahwa narasumber atau pembicara yang didaulat untuk menyampaikan pikiran-pikirannya memiliki latar belakang yang homogen. 100 % semuanya adalah orang Hizbut Tahrir. Lantas dimana ulama-ulama dunia yang hingga hari ini masih sangat dihormati dan memiliki peran yang sangat kuat di dunia Islam. Apakah mereka semua tidak masuk dalam hitungan HTI? Sebut saja syekh Dr. Yusuf Qaradhowi, yang merupakan Ketua Umum Persatuan Ulama Islam Internasional. Kemudian Dr. Amir Musa selaku Sekjen Liga Arab, kemudian ulama besar yang juga sekaligus Syeikh Al-Azhar Dr. Muhammad Sayyed Thanthowi, dan sederet ulama-ulama internasional lainnya yang disegani. Tak satupun dari mereka yang namanya masuk dalam daftar penceramah konferensi tersebut. Jika ulama-ulama yang disegani saja tidak ada, apatah lagi kehadiran umaro atau pemimpin dari negara-negara muslim?

Malah sebaliknya, umat Islam Indonesia justru diberi suguhan beberapa nama ulama yang cukup asing di telinga, baik dari sisi kiprahnya di dunia Islam maupun karya karyanya yang membangun kebangkitan umat di dunia. Tentu terkecuali bagi orang-orang HTI.

Sedangkan kehadiran tokoh-tokoh lokal seperti Dr. Din Syamsudin, KH. Hasyim Musadi, AA Gym, Habib Rizieq Sihab, dan lain-lain yang menggawangi ormas-ormas Islam Indonesia untuk berorasi tidak lebih hanya sebagai pemanis dan tambahan saja. Apalagi tanpa kehadiran Dr. Hidayat Nurwahid, yang dalam suatu aksi simpatik pernah di selorohkan oleh Jubir HTI Ismail Yusanto untuk didaulat menjadi Khalifah (jika beliau mau), menjadikan hajatan tersebut semakin jauh dari makna yang seharusnya.

Jika narasumber yang dihadirkan hanya sebatas karena dari ‘luar negeri’, apalagi semuanya ulama-ulama satu ‘warna’, maka apa bedanya dengan acara-acara serupa di tanah air yang di namai tabligh akbar? (bersambung)

 

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://rhisy.blogsome.com/2007/07/30/39/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer