Cawagub PKS
Marissa Haque lahir di Balikpapan, 15 Oktober 1962. Sejak Belia, selain sekolah sebagai kewajiban utamanya, putri sulung pasangan Allen Haque (berdarah Belanda) dan Nike Suharyah (Sumenep), mengisi waktu luangnya dengan kegiatan menari dan menyanyi di sanggar "Swara Mahardika" pimpinan Guruh Sukarno-putera. Namun, dunia yang ia selami terasa sempit, akhirnya ia tertarik menjadi model dan aktris.
Film pertamanya berjudul "Kembang Semusim", garapan sutradara M.T. Risyaf di tahun 1980. Talentanya yang besar dalam seni peran kemudian membuahkan hasil. Di tahun 1984, Marissa berhasil meraih Piala Citra sebagai Aktris Pembantu Terbaik di film "Tinggal Landas Buat Kekasih". Bintangnya makin bercahaya, Lewat film "Matahari-Matahari" (1985), ia berhasil meraih penghargaan sebagai Aktris Terbaik pada Festival Film Asia Pasifik tahun 1987. Dan main bersama suaminya, Ikang Fawzi, dalam "Biarkan bulan Itu" (1986), ia dinobatkan sebagai Aktris Terbaik Festival Film Indonesia.
Tak puas hanya sebagai pemain, ia mulai menjajal kemampuannya sebagai prosuser. Dari tangannya terlahir film "Sepondok Dua Cinta" (1990) dan "Yang Tercinta" (1991). Sejak itu, ia mulai tertarik untuk memproduksi sejumlah sinetron. Salah satu sinetron karyanya yang sukses adalah "Salah Asuhan" (1993), berhasil meraih Piala Vidia sebagai mini seri terbaik versi Festival Sinetron Indonesia 1994.
Kehidupannya yang tidak jauh dari dunia perfilman bukan berarti Marissa larut dalam gaya hidup glamour. Bersama Ikang Fauzi, yang menikahinya pada 12 April 1987, Marissa menikmati kehidupan spiritual mendekatkan diri kepada Allah SWT. Puncaknya ketika tahun 1993 keduanya berangkat ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Keagungan Allah SWT membimbingnya untuk terus berusaha dan mencoba istiqomah beribadah. Keputusannya untuk mengenakan jilbab pun bulat. Dengannya ia selalu merasa lebih dekat kepada Allah SWT., lebih aman dan terhindar dari pelecehan seksual maupun diskriminasi gender.
Latar belakang pendidikannya juga patut diajungi jempol, tidak seperti sebagian artis lain yang lebih memilih dunia selebriti dengan mengenyampingkan pendidikan, Marissa berhasil menamatkan kuliahnya di fakultas hukum Universitas Trisakti. Bahkan karena keseriusannya menekuni dunia perfilman, dirinya menempuh kuliah S-2 di Ohio University-Amerika Serikat dengan jurusan Study Kajian Film dan Televisi Internasional.
Popularitas dan kecerdasannya menarik hati PDI Perjuangan untuk memasukkannya dalam jajaran selebriti yang politisi. Pemilu 2004 mengantarkan dirinya menjadi anggota DPR RI dari PDI-P dari daerah pemilihan Bandung. Tidak hanya sekedar pasang tampang, Marissa membuktikan kemampuanya dengan melakukan banyak gebrakkan. Diantaranya adalah pembuatan CD Audio Visual tentang Penyelewengan Penyelenggaraan Haji di tahun 2005.
Interaksinya dengan kader-kader PKS di parlemen, membuat Marissa dekat dengan PKS. Bahkan tidak diragukan lagi, Ibu dua anak ini sudah menjadikan kajian tarbiyah sebagai salah satu aktifitasnya. Dan kini, dengan lebih terang lagi, Marissa bergandengan tangan dengan PKS untuk melakukan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik lagi di bumi para jawara ini.
Demikian ulasan sekilas tentang calon gubernur dan wakil gubernur Banten yang di usung PKS provinsi Banten. Semoga PILKADA Banten menjadi pintu bagi Partai Dakwah ini untuk melakukan banyak perbaikan demi kemaslahatan ummat. Menuju Banten yang Bersih-Peduli, Adil dan Sejahtera. Amiin.
Saatnya bagi para kader untuk menyingsingkan lengan baju, bersiap dan selalu siaga, serta bekerja keras untuk memenangkan dakwah siyasi ini.








http://video.okezone.com/play/2009/04/10/234/8967/marissa-ikang-nyontreng-di-tempat-berbeda
Comment by GOGON — April 20, 2009 @ 4:52 pm